by

Jadi Peraih Pendanaan Penelitian PKM 2020 Mahasiswa Teknik Perminyakan Dapat Apresiasi  Baik Dari Rektor UIR

Pekanbaru-Proposal penelitian ‘Pencegahan Pengendapan Lilin Pada Minyak Bumi Dengan Campuran Biosolvent Dan Zat Toluene’ karya mahasiswa Program Studi Teknik Perminyakan Universitas Islam Riau (UIR) sukses meraih pendanaan dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Dikti Kemendikbud Tingkat Nasional.

Atas itu,  Rektor UIR  Prof DR H Syafrinaldi, SH, M CL menyampaikan selamat dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh mahasiswa yang berhasil meraih prestasi pada kompetisi ini.

“PKM merupakan kegiatan yang bernilai positif bagi mahasiswa dalam mengasah kreativitas, kerja sama tim dan semangat juang yang tinggi,” pungkasnya

Menyikapi keberhasilan tersebut, Ketua Koordinator kegiatan Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) UIR  tahun 2020 dr Raihanatu Binqalbi Ruzain, M Kes mengatakan bahwa penerima PKM 5 Bidang dari Belmawa Dikti Kemdikbud tahun ini memengalami peningkatan dari tahun lalu.

“Alhamdulillah tahun ini untuk pertama kalinya jumlah proposal yang lolos untuk didanai oleh Belmawa mengalami peningkatan yang sangat signifikan, bahkan bisa saya katakan ini adalah rekor untuk kampus Universitas Islam Riau,” katanya.

Krmudian, Dekan fakultas Teknik Dr Eng Muslim, MT  mengatakan Tim yang lolos akan melakukan penyesuaian kegiatan dengan adendum pedoman PKM 5 Bidang.

“Kemudian menyelesaikan proposalnya dan dipresentasikan sebagai penentuan apakah lolos ke Pimnas,” ungkapnya.

Salah satu dosen yang menjadi pembimbing mahasiswa yang lolos di pedanaan PKM 5 Bidang adalah Muhammad Khairul Afdhol S T, MT mengatakan bahwa Penelitian tersebut diprakarsai  gabungan 3  mahasiswa Teknik Perminyakan yakni Sari Rahayu Mulyati angkatan 2016 sebagai Ketua Tim, kemudian dua anggotanya yakni Mahmud Hakim Angkatan 2016 dan satu orang lagi Fadilul Fadly dari angkatan 2016.

Ketua tim Penelitian tersebut Sari Rahayu Mulyati mengungkapkan bahwa, Ide penelitian tersebut dilatar belakangi oleh menurunnya trend produksi minyak di sumur migas yang diakibatkan oleh pengendpan lilin (Paraffin).

“Sehingga membuat saya dan teman-teman sebagai mahasiswa teknik perminyakan tergugah untuk mengangkat isu tersebut,” lanjutnya.

“Selama ini kulit nanas hanya dibiarkan membusuk begitu saja, sehingga tidak sedikit yang merasa terganggu dengan bau tidak sedap yang ditimbulkan dan juga tidak sedikit yang terganggu akibat banyaknya serangga,” lanjutnya.

“Oleh karena itu akan lebih baik jika limbah tersebut, kemudian diteliti dan dimanfaatkan kembali sebagai Bio-solvent berupa Bio-etanol yang dapat digunakan sebagai bahan alternatif pengganti zat kimia untuk membantu meningkatkan produksi minyak di suatu lapangan, pungkasnya.

“Di sisi lain juga pemanfaatan limbah kulit nanas ini selain sebagai alternatif meningkatkan produksi minyak, juga ramah lingkungan dan mudah dalam pembuatannya,” ungkap Mahmud Hakim.

Di tempat terpisah dari hasil wawancara dengan Pihak (Media Online ) Mahmud Hakim mengatakan, selama penyusunan narative review, laporan kemajuan dan juga laporan akhir yang yang akan di laporkan kepada  Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Dikti Kemendikbud, timnya mengalami kendala dalam menyusun konsep penelitian dikarenakan semua kegiatan dilakukan secara daring.

“Berhubung keadaan saat ini tidak memungkinkan akibat Covid-19 untuk melakukan diskusi secara luring, sehingga kami melakukan diskusi melalui via zoom, whatsapp dan media lainnya,” ucapnya.

Melalui penelitian ini, Fadilul Fadly berharap Ia dan tim nya bisa lolos seleksi Pimnas yang akan dilaksanakan pada tanggal 10 oktober mendatang.

“Semoga penelitian ini dapat memberikan banyak manfaat dan challenge kedepannya terutama bagi kita semua mahasiswa teknik perminyakan dalam memanfaatkan limbah dan memikirkan metode-metode terbaru dalam meningkatkan produksi minyak di negara kita,” ucapnya.

(Anhar Rosal)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed