by

DUA TAHUN ZULROHMI: NTB GEMILANG

(Respon atas kritik konstruktif Bung Farid dan Bung Oji).

“Catatan penting: Pembangunan NTB dibawah pemerintahan ZulRohmi dalam dua tahun ini berhasil mencapai target, bahkan melebihi target. Simak tulisannya?.”

Rusdianto Samawa

Dua tahun kepemimpinan Zulrohmi pembangunan daerah terus dilakukan dengan menetapkan program unggulan untuk menguatkan visi membangun NTB yang Gemilang.

Tentu, metode pembangunan yang harus dikuatkan itu basis data sektoral. Pembangunan terwujud, ketika di dukung oleh birokrasi yang bersih dan melayani. Makanya, Dr.Zul melakukan mutasi bukan menstagnasi kinerja pembangunan, malah memacu kecepatan. Bukan pula karena suka tidak suka. Karena birokrasi sala satu instrumen penentuan cepat atau lambatnya pembangunan.

Dinegara maju seperti Amerika Serikat, pembangunan itu tidak disentralisasi pada program kebijakan pemerintah pusat dan provinsi. Tetapi ada akselerasi pada birokrasi dibawahnya, sejauh mana birokrasi itu bekerja semaksimal mungkin sesuai tupoksi yang ada.

Jadi pandangan kita sebaiknya, pada kemampuan birokrasi menjalankan program – program yang telah ditetapkan. Soal mutasi hanya kebutuhan. Pemerintah Provinsi NTB juga tidak bertugas menjalankan agenda pembangunan, tetapi membuat regulasi rencana pembangunan itu sendiri.

Bung Farid dan Bung Oji lupa kalau tahun ini 2020, Pemprov NTB meraih predikat BB dalam penilaian Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) tahun 2019. Raihan yang diperoleh Pemprov NTB merupakan yang pertama kali diberikan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan dan RB).

Lompatan predikat ini nilainya luar biasa. Sebab, tahun 2014- 2015 lalu, pemprov NTB hanya meraih predikat CC. Lalu, tahun 2016-2018 Provinsi NTB hanya meraih predikat B. Jelas, pemerintahan ZulRohmi berikhtiar meningkatkan kinerja birokrasi, khususnya dalam pengawasan anggaran agar benar-benar efektif, efisien dan memberikan dampak besar bagi masyarakat NTB sehingga pembangunan berjalan lancar.

Membedah pembangunan NTB harus menghitung berapa porsen data yang mengungkap potensi yang ada. Sehingga sejauh ini, program awal pembangunan untuk NTB Gemilang, sukses mengintegrasi data statistik sektoral yang akurat dari berbagai sektor unggulannya.

Sebagai contoh: menuntaskan kemiskinan ditengah Covid-19, pemerintahan ZulRohmi berhasil menurunkan kemiskinan sebesar 1,63% ditahun 2020. Artinya, data yang valid mengenai jumlah warga miskin, program pengentasan kemiskinan menjadi sasaran fokus pemerintah.

Cara pandang objektif kita saat ini, ditengah Covid-19 lebih tangguh Dr.Zul dibandingkan masa pemerintahan TGB selama 10 tahun hanya pada angka 15,06% penurunan kemiskinan tanpa indikator tantangan berat seperti musibah dan lainnya.

Sementara, Dr.Zul awal pemerintahannya di Lombok dan Sumbawa diguncang Gempa hebat, rencana pembangunan sektor lain terhambat karena anggaran harus fokus menuntaskan rehabilitasi rumah warga. Setelah itu, datang Covid-19 yang menggerus seluruh APBD dan APBN untuk penanganan virus mematikan itu. Itu pun kemiskinan turun 1,63% sudah sangat luar biasa. Kecil tapi bermakna.

Ditengah Covid-19, pemerintah provinsi NTB memutar haluan rencana pembangunan, dengan mendorong kapasitas masyarakat untuk berkontribusi pada daerah. Sala satu program unggulan dimasa Covid-19 adalah Jaringan Pengaman Sosial (JPS). Terlepas disetiap tahapan ada masalah atau tidak. Yang jelas, upaya pembangunan masyarakat harus berjalan sebagai bentuk pelayanan pemerintah.

Jadi, keberhasilan pembangunan itu tidak hanya dilihat dalam angka, namun sejauhmana kapasitas produksi ekonomi masyarakat ditingkatkan sehingga tidak menjadi penikmat saja di tengah pesatnya kemajuan dunia usaha dan investasi.

Pembangunan itu butuh proses yang panjang dan upaya yang besar. Semua itu bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab banyak pihak. Keberadaan KEK meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Rp35 Miliar, tujuh tahun terakhir menjadi Rp215 Miliar lebih.

Dengan adanya KEK, akan tumbuh setidaknya 5000 kamar hotel. Di setiap satu kamar, ada Rp100 ribu untuk daerah. Ada minimal dua petugas room service per kamar. Jadi, bukan soal KEK dibangun zaman TGB 80%. Kalau benar sudah dibangun 80% mengapa harus disuplay anggaran begitu besar mendapat alokasi Rp1,3 Trilliun untuk perluasan jalan dan jembatan menuju KEK 2020 – 2021. Tentu, harapannya atas anggaran sebanyak itu, pemerintah menyelesaikan masalah pembebasan lahan KEK.

Selain itu, pariwisata masih menjadi sektor andalan pemerintah provinsi NTB. Ini karena potensinya yang besar dan sudah dikenal sebagai destinasi wisata halal terbaik dunia. Sejak tahun lalu, KEK Mandalika bersama empat destinasi lainnya di Indonesia telah ditetapkan sebagai Destinasi wisata super prioritas. Penetapan itu sebagai upaya percepatan pengembangan Mandalika sebagai salah satu venue MotoGP tahun 2021.

Trobosan juga, dilakukan pemprov NTB melalui penetapan 99 desa wisata di tahun 2020 pemerintah sudah melakukan penguatan dan pembangunan infrastruktur dan kelembagaan terhadap 25 desa wisata, sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisatawan ke NTB.

Begitu pun, program Industrialisasi juga salah satu yang digadang untuk percepat penurunan angka kemiskinan, mengurangi pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan. Kunci pertumbuhan sektor industri andalan NTB adalah dengan menggerakan pengembangan industri mesin.

Kalau instrumen Bung Farid dan Bung Oji hanya perbandingan, maka kritiknya kurang pas. Mestinya kritik konstruktifnya itu pada progres pembangunan sektor andalan yang diprogramkan oleh Pemvrop NTB. Faktanya saat ini, tercatat lebih dari 200 jenis mesin sudah dibuat oleh IKM NTB. Pertumbuhan IKM formal di NTB juga mencapai peningkatan yang signifikan. Di tahun 2019 IKM NTB tumbuh 627 dari target 418. Sedangkan IKM non formal juga meningkat dari 2308 menjadi 4035.

Apalagi program NTB Zero waste juga menjadi program unggulan dari pemprov NTB. Sudah terlaksana secara baik dan benar. Tentu, ini bukan percobaan. Namun kerja-kerja konsisten untuk menggaungkan program zero waste. Karena penanganan sampah tidak hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi pada diri kita sendiri.

Pemerintah Pemvrop NTB sudah bekerja sama dengan masyarakat penggiat zero waste di NTB, program ini menunjukan hasil yang signifikan hingga 2020. Realisasi pengurangan sampah di NTB mencapai angka 7% dari target 0,5%. Sedangkan untuk penanganan sampah mencapai 37% dengan target 20%. Doakan akhir tahun 4 bulan kedepan menjadi capaian target 20%.

Untuk mensukseskan program ini, Pemprov terus melakukan koordinasi dengan Kabupaten / Kota se NTB. Salah satunya dengan melakukan inisiatif dan proaktif agar seluruh desa dan kelurahan untuk mempunyai bank sampah sehingga menyelesaikan tata kelola sampah ditingkat desa. Jika tata kelola sampah bisa berhasil di tingkat desa maka TPA akan menjadi cemerlang.

sampah menjadi tanggung jawab semua orang. Baik secara personal maupun kelembagaan. Masa depan NTB menuju cemerlang apabila persoalan sampah ini ditangani secara bersama-sama. Artinya urusan sampah tidak ubahnya dengan urusan sandang, pangan dan papan. Karena sudah menjadi kebutuhan. Mungkin tidak sebagai kebutuhan primer, sekunder ataupun tersier.

Sampah tidak hanya menjadi persoalan orang perorang, atau persoalan wilayah dan kewenangan. Buktinya saat ini sampah telah menjadi urusan dunia. Urusan antar negara. Tidak heran jika persoalan sampah kerap menjadi pembicaraan di level tinggi.

Selain itu, terdapatnya program unggulan revitalisasi posyandu yang datanya menunjukan capaian yang signifikan pada tahun 2020 ini yakni: posyandu keluarga aktif capai target sebanyak 55%. Namun hingga bulan juli 2020, jumlah posyandu aktif mencapai 65,2%. Artinya melebihi target. Di awal 2018, sejumlah posyandu keluarga dibawah 100. Di tahun 2019 meningkat menjadi 1050. Dan bulan juli-agustus 2020 jumlah posyandu keluarga juga meningkat 1826.

Hal inilah yang harus diketahui oleh para pengkritik agar membaca data – data yang update dan akurat sehingga kritik konstruktif itu tidak menghilangkan makna cinta dan saling membanggakan antar sesama. Tentu kita harus apresiasi Pemvrop NTB atas keberhasilan pembagunannya.

Tambah lagi, terakhir program 1000 cendikia atau Beasiswa NTB juga mengalami kenaikan yang ikut dan indikator keberhasilan. Dari target 1000 mahasiswa, hingga tahun 2020 pemprov NTB sudah membiayai 551 orang penerima beasiswa dari beberapa kategori. Jika sebelumnya hanya beasiswa kuliah ke luar negeri, saat ini pemprov NTB kembangkan kerjasama dengan universitas dalam negeri untuk kategori mahasiswa miskin berprestasi dan program beasiswa yang terkait dengan sektor unggulan di daerah.

Sebagaimana dalam tulisan saya pada 21 September 2019 yang berjudul Cemerlang dan Gemilang, bahwa perlu diketahui penataan sumber daya manusia NTB perlu dilakukan dengan tenaga super power. Walaupun begitu, kita harus menilai secara objektif, umur pemerintahan kurang lebih dua tahun membutuhkan pergulatan ide, gagasan, dan perdebatan konseptual sehingga menjadi arah pembangunan menuju cemerlang dan gemilang.

Posisi pembangunan oleh pemerintahan Prov. NTB juga sudah terlihat menyehatkan. Karena berhasil kendalikan pemerintahan yang fungsinya melayani dan mensejahterakan rakyat. Tentu, Zulrohmi harus bekerja ekstra super.

Nilai apresiasi kita, harus lebih besar sehingga program pemerintahan dapat bertransformasi dengan baik. Indikatornya sudah jelas, langkah Gubernur NTB memberi peluang dan mengambil tantangan pada transformasi sumber daya manusia melalui penyiapan ruang beasiswa bagi warga generasi masyarakat NTB agar mereka mau keluar dari zona stagnan menuju perubahan pada masa depan mendatang.

Tentu, secara akademik program beasiswa itu merupakan tangga menjadi cemerlang agar kedepan bisa gemilang sehingga peradaban masyarakat NTB meningkat dari aspek apapun. Orientasi masyarakat agar bisa Cemerlang dan Gemilang, tentu pemerintah harus berinteraksi dan akselerasi seluruh sektor unggulan yang telah berhasil dicapai, sesuai data keberhasilan diatas tadi.

Dengan sinergi yang solid antara masyarakat dan pemprov NTB, pandemi CoVid 19 bukan halangan untuk mencapai target-target program unggulan. Terbukti dengan capaian realisasi yang sudah melampaui target tahunan di tahun 2020 ini. Tentu sangat luar biasa, sekaligus jawaban atas keraguan para kritik surat cinta pada Gubernur NTB.

Ya, saat ini semua kita, dibutuhkan keseriusan, persatuan, semangat, keberanian dan sinergitas yang solid antara pemerintah dan masyarakat untuk mewujudkan NTB yang Gemilang. Saatnya kita bergandeng tangan, saling melengkapi, menyatukan semangat, meretas jalan dan merajut harapan demi terwujudnya NTB gemilang di masa mendatang.[]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed