by

KKN STKIP Syekh Mansur Usung Tema Merdeka Belajar Di Masa “New Normal”

PANDEGLANG-Salah satu kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan Tahun 2020 Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Syekh Mansur melaksanakan sebuah kegiatan dengan Tema “Merdeka Belajar Di Masa New Normal” pada Hari Rabu (30/9/2020) di Desa Kadu Dodol Kecamatan Cimanuk Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten.

Mahasiswa yang turut serta dalam kelompok KKN ini terdiri dari 7 orang yang berasal dari jurusan yang berbeda. Di antaranya Ira Noviani (PG PAUD), Elsa Anisa Unimah (Pendidikan Bahasa Inggris), Tati Ariyah (Pendidikan Matematika), Latifi (Pendidikan Matematika), Komar (Pendidikan Olahraga), Chandra Ifnu Nugraha (Pendidikan Olahraga), Nurhalim (Pendidikan Olahraga).

Mereka memaparkan keadaan umum tempat mereka melaksanakan kegiatan KKN tersebut. Mulai dari mata pencaharian penduduk, keadaan sosial, ekonomi, budaya, pendidikan, kuliner khas, potensi yang ada dan lainnya.

Menurut Ira Noviani saat diwawancarai oleh Awak Media mengungkapkan, bahwa 70% penduduk Desa Kadudodol mengandalkan penghasilan dari sektor pertanian. Sisanya ada yang berprofesi sebagai buruh, pegawai, dan lain-lain. Dilema yang dirasakan oleh warga Desa tersebut pada masa pandemi ini adalah penurunan ekonomi.

“Namun ada beberapa potensi kegiatan Usaha Mikro Kecil dan Menegah (UMKM) yang tetap berjalan secara konsisten. Yaitu kegiatan usaha pembuatan kue kaniarem dan kerupuk kulit.” Ungkapnya.

Kemudian Ira juga menambahkan, bahwa pembuatan Kue kaniarem ini merupakan kegiatan usaha salah satu warga Desa Kadudodol yang melibatkan anggota keluarganya sendiri dalam proses pengerjaannya.

“Ada pun Kendala yang dialami dalam kegiatan usaha ini adalah kurangnya pengetahuan untuk mendistribusikan barang, sehingga pemasaran hanya dilakukan di lingkungan setempat dan kurangnya perhatian dari Pemerintah Daerah. Baik dari Dinas Koperasi ataupun dari Dinas Sosial.” Imbuhnya.

Lain halnya dengan kegiatan UMKM kerupuk kulit milik Bapak Agus Haerudin yang sudah mengalami kemajuan sangat pesat. Di antaranya memiliki cabang di 5 Daerah. Yaitu Tasik, Cirebon, Bandung, Subang, dan Sukabumi. Dalam pengerjaannya beliau melibatkan masyarakat setempat dengan tujuan ingin memperbaiki SDM dan ekonomi warga. Kendala yang dialami adalah kurangnya perhatian dari Pemerintah Daerah.

Dalam dunia pendidikan di Desa Kadudodol pada masa pandemi mengalami kesulitan dalam belajar, banyak permasalahan-permasalahan yang ditemui. Salah satunya adalah pembelajaran daring yang seharusnya dilaksanakan sesuai dengan prosedur, tapi beralih menjadi pemberian tugas jarak jauh dari tingkat SD Sampai SMP.

Bentuk kontribusi yang diberikan oleh teman-teman mahasiswi pada kegiatan ini adalah memberikan pendampingan belajar dari tingkat PAUD, SD, dan SMP tentunya dengan tetap menjalankan Protokol Kesehatan di masa pandemi ini. Mudah-mudahan hal kecil yang kami lakukan memberikan manfaat untuk masyarakat khususnya untuk kami Mahasiswa KKN.

( TB. AUJANI )

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed