by

Oknum Aparat Diduga  Intimidasi Wartawan Sedang Meliput Penangkapan Salah Satu Massa Aksi Tolak Omnibus Law Di Kota Ternate

TERNATE – Sejumlah oknum aparat kepolisian yang berjaga saat aksi demonstrasi di depan Kantor Wali Kota Ternate diduga melakukan intimidasi terhadap wartawan yang sedang bertugas meliput penangkapan salah satu massa aksi tolak Omnibu Law, Selasa (20/10/2020).

Dalam amatan media, sempat terjadi adu mulut hingga kontak fisik, karena adanya saling dorong-mendorong antara sejumlah wartawan dan aparat kepolisian pada Pukul, 16:52 Wit.

Insiden ini berawal ketika wartawan hendak mengambil gambar dan video pada saat aksi, kemudian ada salah satu massa aksi yang ditangkap dan diamankan polisi dilantai 2 kantor Wali Kota Ternate.

Wartawan yang juga ikut ke lantai 2 untuk kepentingan mengambil dokumentasi dilarang oleh polisi dan polwan yang berjaga dengan alasan tidak bisa mengambil gambar maupun video, kemudian wartawan diusir.

Tidak mau bermasalah, sejumlah wartawan pun turun dari tangga, namun secara spontan beberapa polisi mendorong wartawan yang notabene.sedang melakukan pekerjaan dan menggunakan ID Card.

Meski dalam insiden tersebut ada wartawan perempuan, namun polisi tetap mendorong wartawan hingga akhirnya terjadi adu mulut hingga tarik menarik dan saling mendorong.

Salah satu Wartawati halmaherapost.com yakni Yunita Kadir sempat menjadi korban dalam insiden tersebut, padahal dirinya mengaku sudah berteriak dan mengatakan bahwa ada wartawan perempuan namun hal tersebut tidak diindahkan polisi dan alhasil salah satu polisi yang mendorong mengenai lengan dan bagian dada wartawati tersebut.

Hingga berita ini dimuat, belum ada klarifikasi dari pihak kepolisian terkait perihal larangan wartawan mengambil gambar dan insiden saling mendorong tersebut.

(oje)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed