by

Minta Dirkapel Panggil Lagi PP KPI Dan Pertemukan Dengan Pelaut Agar Pemerintah Tahu Letak Siapa Yang Benar

JAKARTA-Hari Jum’at sore, 23 Oktober 2020, dua orang atas nama dan atau yang mewakili komunitas Pelaut KPI (Kesatuan Pelaut Indonesia) Hasoloan Siregar dan Ricardo Hutabarat, di dampingi seorang pelaut perwira Capt. Farhan Kambey yang juga anggota Dewan Pakar INNI (Ikatan Nahkoda Niaga Indonesia) mendatangi Kantor Ditkapel Ditjen Hubla di Gedung Karya II Lantai 19 Kemenhub di Jl Medan Merdeka Selatan No. 8 Jakarta Pusat, untuk memenuhi undangan Kasubdit Kepelautan Ditkapel Capt. Jaja Suparman setelah pada 20 Oktober ditunda karena ada demo.

Demi hanya ingin mengetahui hasil pertemuan Dirkapel Ditjen Hubla Capt. Hermanta dengan Presiden KPI Mathias Tambing pada 29 September 2020, saat Kantor Ditkapel masih di Wisma Antara lantai 10 Jl. Medan Merdeka Selatan No. 7 Jakarta Pusat.

Kendati saat menunggu lama karena Kasubdit Kepelautan Capt. Jaja Suparman sedang rapat maka diwakilkan oleh dua orang stafnya yang tidak tahu nama dan jabatannya. Tetapi hanya untuk mengetahui resume hasil pertemuan antara Dirkapel dan Presiden KPI, biar Kasubdit Kepelautan Capt. Jaja Suparman diwakilkan oleh delegasi Pelaut KPI merasa tidak mempermasalahkan sekalipun merasa aneh saja. Mengundang untuk datang jauh hari sebelumnya, tapi setelah datang kemudian diwakilkan.

Tidak cukup dengan keanehan yang dirasakan seperti itu, dua staf yang mewakilkan itu juga hanya menyampaikan hasil resume yang terlebih dahulu diminta tertulisnya dan sudah ditandatangani oleh Dirkapel Capt. Hermanta tidak terkabulkan karena dijelaskan secara lisan. Sungguh-sungguh sangat menyakitkan, tapi karena posisinya sebagai tamu mau tidak mau harus hormati tuan rumah demi menjaga etika selalu orang yang beradab.

Padahal inginnya walk-out saja namun emosi yang demikian bersyukur terkoneksi oleh hati nurani dan akal waras yang sehat, sehingga pertemuan delegasi Pelaut KPI dengan staf Kasubdit Kepelautan Ditkapel meski kurang bermakna tapi serta merta berjalan juga. Tumben baik Hasoloan Siregar atau Solo maupun Ricardo Hutabarat bisa mereduksi tensi kekecewaannya dengan sikap yang diusahakan untuk santun dan elegan.

Sesampainya di Posko Pelaut KPI di markas Yake di Jl. Raya Jatinegara Timur No. 61-65 Jakarta Timur 13310 usai pertemuan dengan staf Kasubdit Kepelautan Ditkapel, bersama Teddy Syamsuri dan Penasehat Binsar Effendi, hasil pertemuan yang tidak bermakna serta terkesan “dipermainkan” oleh pejabat instansi yang berkompeten untuk melayani profesi pelaut dan bertepatan pejabat instansi tersebut dalam kapasitas sebagai Pembina KPI eks officio, sesungguhnya sangat mencederai seruan Presiden Jokowi agar pejabat pemerintah harus melayani apa yang menjadi kepentingan rakyat.

Justru hakikat “melayani kepentingan rakyat” terdegradasi yang diperintahkan Presiden Jokowi oleh egois jabatannya pejabat instansi tersebut sebaliknya ingin tetap berposisi menjadi “majikan rakyat”. Begitu pula Menko Marinves Jenderal TNI Purn. Luhut Binsar Panjaitan jika tidak keliru berharap pejabat kementerian dibawah koordinasinya, diminta wajib mendengar aspirasi masyarakat dan melayaninya sesuai tupoksinya masing-masing.

Untuk tetap menjaga etika dalam konteks menghargai dan menghormati pejabat pemerintahan terlebih dalam pemerintahan Presiden Jokowi yang harus dikawal sampai habis masa periode keduanya pada 10 Oktober 2024, serta menyadari jika nilai setiap perjuangan itu membutuhkan pengorbanan baik besar maupun kecilnya, baik tanjakan maupun terjalnya yang harus dialami.

Maka dengan tetap menjaga dan mempertahankan marwah semangat demi tegaknya keadilan dan kebenaran dalam rangka memperjuangkan misi menyelematkan organisasi serikat pekerja profesi pelaut KPI dari kerusakan terstruktur, sistematis dan massif yang diperbuat secara brutal oleh Pengurus Pusat (PP) KPI yang dikendalikan secara otoriter dan oligarki oleh Presiden KPI Mathias Tambing, mangambil sikap bijak dan elegan harus tetap dikedepankan.

Itu sebab melalui media sosial Whats App (WA) serta dengan atasnama dan atau mewakili Pelaut KPI dikirimkanlah surat resmi dibawah ini.

Yang terhormat

  1. Bapak Dirkapel Kombes Pol Capt. Hermanta SH MM M M
  2. Bapak Kasubdit Kepelautan Ditkapel Capt. Jaja Suparman.

Hal: Hasil Rapat menyikapi Surat Panggilan ke dua (dua) dari Dirkapel kepada Presiden KPI

Sesuai hasil Rapat Jumat, 23 October 2020 bersama Bapak Kasubdit Kepelautan Ditkapel Capt Jaja Suparman yang mewakili dari Dirkapel Bapak Capt Hermanta dan staff beliau atas Surat Panggilan Ke 2 (l Dari Dirkapel kepada Presiden KPI Bapak Mathius Thambing bahwa :

  1. Kami sebagai Perwakilan Pelaut Indonesia sangat kecewa, atas aspirasi kami Tidak mendapatkan Hasil tertulis atas Surat panggilan ke 2  tersebut.
  2. Kami hanya mendapatkan penjelasan secara lisan atas Surat Panggilan ke 2 tersebut yang kami anggap tidak mendasar dan Absurb.
  3. Kami tidak di akui sebagai Anggota Pelaut KPI Oleh Presiden KPI
  4. Kamimeminta kembali untuk mempertemukan dengan Presiden KPI tanpa perwakilan dan atau pun perwakilan dengan Pengurus KPI.
  5. Dirkapeldan Jajaran nya akan memanggil kembali Presiden KPI atas Hasil rapat hari ini.
  6. Kami segera meminta Dirjend Hubla dan jajaran nya sebagai Pembina untuk membuat keputusan Munaslub KPI atas Ketidakpuasan Pelaut Indonesia terhadap Pengurus KPI
  7. Kami Meminta kepada Kemenko Marivest Deputi l Bidang Kedaulatan Maritim untuk Mengkoordinir atas Aspirasi Pelaut Indonesia.
  8. Kamitidak ingin membahas kembali aspirasi Pelaut Indonesia setelah dibahas panjang lebar dengan Document yang kami sertakan pada tanggal 08 Sept 2020 di Kantor Dirkapel.
  9. Kamitidak ingin lagi ada orang lain Selain Dirkapel ,Ditkapel, staff dan KPI.
  10. Kamiakan melakukan aksi demo damai dengan mematuhi protokol Kesehatan Covid-19 dalam waktu dekat jika Aspirasi Pelaut tidak ditanggapi dan di putuskan.

Atas perhatian dan perkenannya, lebih dulu dihaturkan terimakasih.

Salam dan hormat kami,-

Atasnama dan atau mewakili Pelaut KPI,

Hasoloan Siregar.
Teddy Syamsuri.
Ricardo Hutabarat.

cc : YthK

  1. Kemenko Marvest Deputi Bidang Kedaulatan Maritim
  2. DirjendHubla Ir H Agus Purnomo

 

“Manakala sikap yang diambil ini juga tidak dilayani dengan baik serta memperoleh hasil maksimal sebagaimana yang menjadi tiga tuntutan dan tertuang jelas di Aspirasi Pelaut KPI 8 September 2020, Pelaut KPI mengharap untuk jangan disalahkan jika opsi untuk turun aksi demo harus ditempuh,” ucap Ricardo Hutabarat yang diamini Hasoloan Siregar atau Solo serta disepakati Penasehat Binsar Effendi dan Teddy Syamsuri, yang berharap para sahabat pelaut yang sama-sama ingin berjuang menyelamatkan organisasi KPI mengetahuinya.

(pR)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed