by

SEKALI LAGI AYO BANTU IBRAHIM AMPU

Setiap manusia alami dinamika perjalanan hidup. Baik pahit, manis, kaya, miskin, sederhana maupun konglomerat.

Begitulah Pak Ibrahim dusun Ampu Desa Labuhan Aji Kecamatan Tarano. Pak Ibrahim pada 2018 hidup miskin. Rumah tak layak. Kondisinya prihatin.

Kini pak Ibrahim sedikit lega setelah saya pada pertengahan 2018 lalu berkoordinasi dengan pemerintah untuk mengurusnya. Mulai dari pemasangan listrik, gotong royong masyarakat angkat rumahnya, musyawarah mencari tanah hibah, hingga mengusahakan program bedah rumah.

Namun setelah tadi saya pada senin 26 Oktober 2020 pukul 17:23, saya melihat langsung dan pertama kali bertemu Pak Ibrahim. Saya cukup bersyukur. Rumahnya sudah bagus. Walaupun kecil.

Namun ada beberapa hal yang belum lengkap dan belum tuntas untuk membantu Pak Ibrahim keluar dari kemiskinan, yakni:

  1. Kasur tempat tidur seadanya sangat kecil. Hanya satu untuk 5 orang yakni: 3 anak, istri dan Ibrahim sendiri.
  2. Rumah yang ditempati masih berukuran 5 x 10 meter. Sangat kecil. Belum layak sebetulnya. Tentu berkeinginan untuk diluaskan.
  3. Masalahmusyawarah tanah hibah tempat rumahnya belum selesai antara Pak Mustamin (mantan kades) dengan pak Kades Labuhan Aji. Semoga nanti bisa duduk bersama mencari solusi untuk ketetapan surat hibah antara Kepala Desa dan bapak Mustamin pemilik tanah.
  4. Sayaberharap Dinas Sosial Provinsi NTB dan Kabupaten bisa turun tangan langsung. Bisa juga Dinas Pendidikan untuk mengurus pendidikan anaknya.
  5. Anak- anaknya harus dipastikan tidak putus sekolah. Supaya mereka bisa mendapatkan pendidikan yang baik dan kehidupan yang layak sebagai haknya warga negara untuk mendapatkan pelayanan.

Terima kasih atas dedikasi dan perhatian semua pihak kepada kehidupan pak Ibrahim. Semoga kedepan kita bisa membantunya kembali.

Rusdianto Samawa

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed