by

Jusuf Kalla Nasehati Paslon Pilkada

Catatan JK: Pilih Pemimpin yang Tidak Otoriter dan Tidak Nepotisme. Jangan pilih pemimpin yang sering lapor – lapor rakyatnya.

Mudah – mudahan tulisan ini juga tidak dianggap black campaign atau mengajak tidak memilih sala satu paslon. Mohon maaf sebelumnya. Jangan lapor lapor lah.

____________________

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) berbicara mengenai pemimpin yang disukai rakyat dan akan dipilih. JK meminta untuk memilih pemimpin yang tidak otoriter serta tidak melakukan nepotisme.

Hal tersebut disampaikan JK saat memberikan sambutan dalam pembukaan Silaturahmi Nasional (Silatnas) Institut Lembang Sembilan di Hotel Arya Duta, Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (23/2/2019).

JK awalnya menjelaskan tahapan-tahapan sehingga seseorang dapat dipilih dalam pemilu. “Pada dasarnya pemilu itu ada 3 tahapnya, dikenal, disukai dan dipilih. Kalau kita tidak kenal, kita tidak mungkin disukai. Kalau tidak disukai, tidak mungkin dipilih. Karena itu kita harus menjelaskan sehingga orang mengetahui, dan orang juga menyukai dan kemudian memilih. Itu langkah-langkah daripada cara kita menjelaskan pada masyarakat apa yang kita harus arahkan,” ujar JK.

JK juga menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah mengusulkan diri untuk menjadi wakil presiden. Ia selalu diminta baik pada waktu mendampingi mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) maupun Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Terkait Pemilu dan pemilukada ini, JK mengimbau untuk memilih pemimpin terbaik yang paling disukai. Namun, menurutnya, penting juga untuk belajar dari sejarah negara lain seperti Venezuela yang tengah bangkrut karena pemimpin yang otoriter.

“Hari ini kalau lihat di TV bagaimana Venezuela, negara yang paling tinggi cadangan minyak di dunia tapi dia jatuh termasuk negara termiskin di dunia. Artinya lebih banyak utang daripada harta, padahal negara kaya pada dasarnya. Ya karena otoriter dan nepotisme,” ucap JK.

“Maka semua negara-negara yang otoriter, kita lihat semua negara Timur Tengah otoriter dan selalu bergabung dengan nepotisme. Suriah otoriter, Irak otoriter, Libia otoriter, kemudian banyak negara lain seperti itu, semuanya rusak,” imbuhnya.

Oleh karena itulah JK meminta Indonesia dijaga agar jangan sampai mengalami hal seperti Venezuela. JK meminta untuk memilih pemimpin yang tidak otoriter dan tidak melalukan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).

“Maka itu lah kita harus menjaga bangsa ini untuk tidak mengalami seperti itu. Lepas daripada saya ada di situ dan tidak ada di situ, bukan persoalan. Karena itu saya harapkan kita menjaga kepentingan bangsa kita. Sehingga pemimpin yang kita pilih itu kemudian tidak menjadi otoriter dan KKN,” tutur JK.

Pelajaran Yusuf Kallah itu kembali viral pada saat ini di Pilkada Sumbawa. Pasalnya, permasalahan kritik bisa dijadikan alat untuk melaporkan rakyat.

Mestinya, kalau koalisi rakyat tentu berdiri diatas kehendak rakyat yang menjunjung tinggi kebebasan berserikat dan berpendapat.

Nasehat Jusuf Kalla kepada Paslon dalam pilkada Sumbawa atau pemimpin suatu negara yakni: “Pilih Pemimpin yang Tidak Otoriter dan Tidak Nepotisme. Jangan pilih pemimpin yang sering lapor – lapor rakyatnya.”[]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed