PRESIDIUM GMNI MINTA JOKOWI ROMBAK POSISI DIRIEKTUR DAN KOMISARIS DI BUMN

JAKARTA- Presidium Gerekan mahasiswa nasional Indonesia (GmnI), hasil Kongres Luar Biasa (KLB_MEDAN), hari ini angkat bicara soal kinerja dari beberapa direksi & komisaris di BUMN. Hal ini di tegaskan oleh ketua komisi IX Presidium GmnI Sandri Rumanama

Saat di jumpai di kawasan Setia Budi Kuningan Jakarta selatan, Sandri Rumanama menilai Jokowi tidak profesional dan penuh dengan syarat dan muatan politik.

“Bagaimana kinerja Jokowi bagus kalau penempatan posisi dan jabatan struktural & strategis tidak profesional dan syarat muatan politik, ya pasti kayak ginilah infrasturuktur jalan di tempat, utang negara menumpuk, ekonomi mati, daya beli masyarakat menurun itu sudah pasti,” tegas pemuda asal Maluku ini

Dirinya menambahkan Jokowi memiliki ketautan dalam mengeksekusi kebijakan, sehingga gampang di pengaruhui oleh orang orang di sekelilingnya.

” Hal ini dapat di lihat dari berbagai kinerja jokowi yang mengembang serta bertentangan dengan krakter yang di miliki oleh prasiden jokowi selama masih menjadi wali kota dan Gubernur Jakarta,” paparnya

Jokowi selama masih menjadi Walikota Solo dan Gubuernu Jakarta dia orang yang sangat professional dalam mengisi perorganisasian dalam pemerintahan itu sendiri.

” Karena saat itu Jokowi masih punya keberanian & percaya diri dalam mengeksekuai kebijakan tidak terlalu terkontaminasi dengan berbagai muatan politik,” jelasnya

” Tetapi saat Jokowi jadi Presiden banyak hal yang tidak professional terutama pengisiaan jabatan struktural di BUMN-BUMN orang yang besiknya cuman ngomong soal hukum tata negara jadi komisaris, orang yang hanya tau filsafat jadi komisaris, orang yang gagal nyaleg jadi komisaris inikan lucu,” sindirnya

Jokowi terlalu terkontaminasi dengan konstilasi politik, sehingga rancau dan tidak profesional dalam bekerja. ” Hal ini dapat kita lihat dari komposisi jabatan-jabatan strategis di beberapa BUMN, yang diisi tim sukses Jokowi tanpa memperhatikan azas profesionlisme,” urainya

Berikut beberapa nama tim sukses dan relawan atau orang dekat Jokowi yang kini menjabat komisaris BUMN.

*Cahaya Dwi Rembulan Sinaga*, Relawan Jokowi ini ditunjuk menjadi komisaris independen Bank Mandiri dalam rapat umum pemegang saham, awal pekan lalu. Dwi adalah politisi PDI Perjuangan yang gagal melaju menjadi anggota DPR-RI pada pemilu legislatif 2009.

Dwi belum memiliki rekam jejak di dunia perbankan. Sejak 2007 hingga sekarang, Dwi adalah Kepala UPT Multimedia Universitas Trisakti.

Dia juga pendiri dan Direktur Utama PT Radio MS TRI 104,2 FM. Alumni magister hukum Trisakti itu juga pernah menjadi konsultan hukum LSM Internasional Internews Indonesia (2002-2004).

Pataniari Siahaan. Dia ditunjuk menjadi komisaris independen BNI dalam rapat umum pemegang saham, pekan lalu. Pataniari adalah politikus PDI Perjuangan.

Dosen Fakultas Hukum Universitas Trisakti ini gagal melaju menjadi anggota DPR-RI pada pemilu legislatif 2014.

Pataniari tak memiliki rekam jejak di perbankan. Selama dua periode di DPR, Pataniari tak pernah berada di komisi terkait keuangan dan perbankan.

*Alexander Sonny* Keraf. Menteri Negara Lingkungan Hidup era Presiden Abdurrahman Wahid itu diangkat menjadi komisaris independen BRI dalam rapat umum pemegang saham.

Dia merupakan anggota badan penelitian dan pengembangan (Balitbang) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Sebelum menjadi menteri, Sony adalah dosen filsafat di Universitas Atmajaya.

*Jeffry Wurangian*. Politikus Partai NASDEM ini ditunjuk menjadi komisaris BRI. Dia pernah mencalonkan diri menjadi Calon Legislatif DPR-RI daerah pemilihan Jawa timur V dengan nomor urut 5. Untungnya, Jeffry memiliki rekam jejak tebal di dunia perbankan. Dia adalah mantan Direktur Utama Bank Sulawesi Utara (Sulut).

*Refly Harun*. Pakar hukum tata negara dan Staf khusus Mensesneg bidang hukum itu ditunjuk menjadi komisaris utama PT Jasa Marga. Rekam jejak Refly selama ini tidak pernah tercatat di dunia usaha.

Dia lebih banyak berkecimpung di dunia akademisi, aktif sebagai staf ahli salah seorang hakim konstitusi dan juga pernah sebagai konsultan dan peneliti di Centre of Electoral Reform (Cetro).

*Diaz Hendropriyono* Anak mantan Kepala BIN AM Hendropriyono itu dikenal sebagai pengusaha dan selama pilpres lalu menjadi ketua umum koalisi anak muda dan relawan (Kawan) Jokowi.

Terkait penunjukkan anak Hendro ini sebagai salah satu komisaris di PT Telkomsel, banyak yang mempertanyakan kapasitas dia yang tidak memiliki rekam jejak di dunia telekomunikasi. (anhar R)

No Response

Leave a reply "PRESIDIUM GMNI MINTA JOKOWI ROMBAK POSISI DIRIEKTUR DAN KOMISARIS DI BUMN"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.