by

SUDAH DUA TAHUN INTAN ERLITA PUTUSKAN MENUTUP AURAT


JAKARTA- Sudah dua tahun belakangan ini, Intan Erlita yang dikenal sebagai presenter infotainment dan olahraga memutuskan untuk menutup auratnya. Intan bercerita saat pertama kali memutuskan berhijab ketika sang ayah meninggal dunia.

“Kalau bicara hidayah pada waktu itu momennya pas ayah aku baru meninggal. Akhirnya aku dapat pengalaman-pengalaman spiritual. Jadi pas papa meninggal hari itu aku berhijab dan aku nggak prepare apa-apa,” ujarnya.

“Tapi memang aku punya teman-teman yang luar biasa. Waktu mereka tahu aku berhijab, mereka ngirimin aku (dalaman jilbab) inner, ninja, ciput. Mungkin mereka mikir ini dari anak yang cuek banget tiba-tiba berhijab. Empat bulan awal berjilbab aku banyak di support teman-teman sih,” ujar Intan saat ditemui di acara Hijab Fashion Clinic Aqua Japan di Jakarta Selatan belum lama ini.

Untuk fashion hijab sendiri, Intan mengaku lebih suka gaya kasual. Sejak berhijab, Intan juga lebih ekstra merawat beberapa busana muslim dan hijabnya.

“Aku lebih suka kasual. Jeans, outer. Aktivitas aku juga kan bukan hanya psikolog dan presenter. Tapi juga ibu dari empat orang anak. Jadi kalau pakai yang ribet, high heels sudah nggak sanggup. Jadi aku cari yang kasual,” kata mantan model ini.

Jika ada anggapan artis yang berhijab akan berkurang pekerjaannya di entertainment, Intan punya pandangannya sendiri. Intan yang juga seorang psikolog itu mengaku justru lebih banyak pekerjaan yang datang dan tidak hanya dari dunia entertainment saja.

“Aku kan sebenarnya psikolog sudah lama ya dari 2007 cuma aku tadinya nggak serius di dunia psikolog. Aku lebih ke presenter. Tapi begitu aku memakai hijab justru banyak tawaran dari dunia psikolog. Praktek lah tiga tahun terakhir, menjadi pembicara parenting, ngajar juga kan fasilitator, public speaking,” sebutnya.

“Setelah berhijab ini aku justru menemukan potensi diri aku yang tadinya nggak kepikiran. Sampai sekarang alhamdulillah masih jadi presenter beberapa televisi. Justru malah enak sekarang diarahkan ke agama, kenal banyak ustadz. Sedikit banyak bekerja sambil berilmu,” pungkasnya.

(kpl/rhm/mhr/klc)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed