by

MENINGKATKAN UKHUWAH BATAWIYAH LEWAT LEBARAN BETAWI

JAKARTA – Orang Betawi boleh bangga karena bisa lebaran dua kali dalam setahun. Pertama lebaran Idul Fitri dan kedua lebaran Betawi. Dan, untuk lebaran Betawi tahun 2017 ini Bamus Betawi menggelar acara Lebarannya orang Betawi itu di Perkampungan Budaya betawi Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan, 28 – 30 Juli 2017.

Ketua Umum Badan Musyawarah (Bamus) Betawi H. Zainuddin MH, SE mengemukakan bahwa lebaran Betawi itu juga bertujuan untuk meningkatkan rasa persaudaraan, rasa senasib seperjuangan, dan rasa kebersamaan dalam meningkatkan harkat dan martabat kaum Betawi. Maka tak berlebihan bila dalam Lebaran Betawi 2017 ini Bamus Betawi mengusung jargon: ‘Lewat Lebaran Betawi Mari Kita Tingkatkan Ukhuwah Batawiyah’.

“Dalam momentum lebaran Betawi ini rencananya ada delapan ikon budaya Betawi yang akan kami pamerkan. Dengan begitu masyarakat Betawi bisa semakin mencintai kebudayaannnya dan masyarakat di luar Betawi bisa semakin mengenal kebudayaan Betawi,” terang Ketua Umum Bamus Betawi yang karib disapa Haji Oding.

Ditambahkan Haji Oding, ikon-ikon Betawi yang akan dipamerkan itu sesuai dengan amanat Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2015 tentang Pelestarian Budaya Betawi serta Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 11 Tahun 2017 tentang Ikon Budaya Betawi.

“Dalam Pergub Nomor 11 Tahun 2017 telah tercantum mengenai delapan ikon budaya Betawi. Diantaranya, ondel-ondel, kembang kelapa, ornamen gigi balang, baju sadariyah, kebaya kerancang, batik Betawi, kerak telor, dan bir pletok,” urainya.

Dengan terbitnya Perda dan Pergub tersebut, masih kata Haji Oding, orang Betawi bisa menguatkan posisinya sebagai tuan rumah di Kota Jakarta. (Jamiel Loellail Rora)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed