by

Pjs Bupati Rohul Pimpinan Rakor Penanganan Darurat Bencana, Minta BPBD Segera Bentuk TRC

ROKAN HULU-Pjs Bupati Rokan Hulu (Rohul), Drs H Masrul Kasmy MSi, Senin (23/1/2020), memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) penanganan darurat bencana banjir dan tanah longsor di wilayah Rohul tahun 2020, di aula lantai III kantor Bupati.

Pada kesempatan ini, Pjs Bupati Masrul Kasmy menyatakan pelaksanaan Rakor berdasarkan arahan dari Pemerintah Pusat. Melalui BPBD terkait disaster bencana merupakan tanggung jawab semua, yakni seluruh OPD, yang harus melakukan antisipasi terutama anggaran yang berguna jika ada bencana sudah bisa bergerak tanpa adanya alasan anggaran.

Masrul Kasmy minta, agar segera membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC), karena dalam tim tersebut ada sistem tim komando.

Jika ada bencana siapa yang akan menanganinya dan siapa yang akan mengambil komando. “Dalam hal menentukan tanggap darurat serta langkah apa yang dilakukan dan yang paling penting bagaimana agar segera mungkin berikan bantuan ke masyarakat yang terkena dampak bencana,” sebutnya.

Masrul Kasmy menerangkan, nantinya dilakukan upaya penanggulangan berupa infrastruktur oleh Dinas PUPR berupa alat berat, sehingga TRC bisa segera siapkan Posko di tempat daerah yang rawan bencana agar ada tempat pengaduan masyarakat serta dalam penanganan bencana bisa cepat ditangani.

Masrul juga mengaku, beberapa hari lalu sudah terjadi bencana banjir yang sempat merendam rumah warga serta longsornya jalan ke Dusun Sungai Bungo Desa Sialang Jaya, longsor pangkal jembatan Kaiti.

“Dinas Sosial P3A Rohul akan berikan bantuan pangan seperti 9 bahan pokok serta juga dari BPBD juga akan memberikan bantuan pangan,” imbuhnya

“Saat ini, dalam penanganan bencana yang baru terjadi, dinas terkait kewalahan dikarenakan terbatasnya alat juga terkendalanya bantuan operasional. Karena itu dari hasil Rakor ini BPBD akan berikan bantuan operasional bersifat stimulan, pada dasarnya seharusnya seluruh OPD memiliki tanggungjawab,” sebut Masrul.

Dia juga meminta BPBD segera buat SK penanggulangan bencana, juga segera bentuk Tim Tanggap Darurat sebab saat ini curah hujan sudah sangat tinggi.

Kemudian, Kadis PUPR Rohul Anton ST MT yang juga hadir dalam Rakor mengatakan, bahwa perlunya penanganan cepat dari BPBD.

“Kemudian stekholder baik berupa pembuatan SK tanggap darurat maupun dalam tindakan penanganan,” ucapnya.

Selanjutnya, Sekretaris BPBD Rohul Afrizal mengatakan, di Rohul sendiri hampir setiap tahun alami bencana terutama banjir.

“Bila curah hujan tinggi, maka beberapa sungai di Rohul seperti, sungai Rokan Kiri, Rokan Kanan, Sungai Kaiti dan Sungai Sosa banjir. Mengantisipasinya kita akan segera bentuk TRC dari Stakeholder, kalau terjadi bencana maka TRC akan satu komando dan untuk biaya akan dianggarkan,” sebut Afrizal.

Terkait SK penanganan bencana jelas Afrizal lagi, sudah dibuat per 20 November 2020. Namun diperlukan harmonisasi hukum, akan tetapi saat ini sudah siap dilaksanakan.

Afrizal juga mengaku, terkait bencana banjir beberapa hari lalu sudah dilakukan peninjauan dan terdapat 4 titik, yakni di Desa Sialang Jaya, Rambah Tengah Barat, Kelurahan Pasir Pangaraian dan Desa Koto Tinggi. Itu sudah ditangani baik yang longsor dan rumah yang hanyut juga sudah ditangani dengan baik.

Kapolres juga menyampaikan bahwa Kepolisian dalam hal ini siap apabila ada terjadi bencana, dan sudah menyiapkan rencana konsekuensi baik itu bencana banjir, maupun tanah longsor akan bersama dengan TNI serta dinas terkait dalam penanganan bencana.

Terlihat pada kesempatan itu, Rakor dihadiri Kepala BNPB pusat, Kapolres Rohul AKBP Tuafiq Lukman  Nurhidayat, Danramil 02/ Rambah Rambah, Asisten I Setda Rohul, juga sejumlah pejabat Eselon II di lingkungan Pemkab Rohul, juga Sekretaris BPBD Rohul Afrizal, Lurah dan Kades se Kecamatan Rambah.

(Adv/ DisKominfo)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed