by

WOW…! SUAMI CALON WALIKOTA BATAM, ISTRINYA CAWAGUB KEPRIB, BAPAKCAGUB KEPRI, ANAKNYA CAWABUB BINTAN

Oleh: Mauliddar Siregar.

KEPRI: Masa jabatan Orang Tua sudah selesai dilanjutkan oleh anak, sudah biasa terdengar.

Tapi broo..! kalau dipriode yang sama atau satu paket “Suami Calon Walikota Batam Prov Kepri, Istrinya Calon Wakil Gubernur Kepri, Bapak Calon Gubernur Kepri, Anaknya Calon Wakil Bupati Bintan Kepri, Wow .. Amazing , pantas masuk sejarah hitam pencetak Dinasti.

Mengamati Pilkada Provinsi Kepulauan Riau adalah Mutlak ingin menciptakan Dinasty.

Padahal jelas, Negara Indonesia bukanlah negara dengan sistem pemerintahan monarki atau oligarki berdasarkan garis keturunan.

Memilih pemimpin berdasarkan garis keturunan sangat mencederai perjalanan demokrasi di Indonesia.

Namun , yang terjadi saat ini para penguwasa dan pengusaha menuju kepintu dinasti itu dengan cara Mengkooptasi serta mengkapitalisasi Parpol besar sebagai mesin politik oleh Paslon tertentu.

Sehingga, sangat berdampak negatif terhadap figur yang memiliki kompotensi dan memiliki skill yang mumpuni, sedangkan tokoh dan kaderan akan tersapu bersih dikarenakan oleh kandidat yang di kontrakan (out shotsing) kepada partai politik tertentu.

Jika pemimpin itu lahir secara instan, sudah jelas akan kebobolan. kedunguanpun akan meresap , administratif, manifulatif tentang keuangan, dan menjurus penyalahgunaan jabatan untuk merampok APBD Kabupaten maupun APBD Propinsi.

Bakal terjadi, pengelolaan sumber daya alam yang serampangan dan sembrono akan lebih mementingkan kroni, kerabat dan keluarga serta mafioso yang majadi bandar keuangan pada saat suksesi pilkada.

Sedangkan pemimpin yang telah mempunyai pengalaman, kaderisasi masih toh banyak yang salah, apalagi yang belum punya pengalaman baik di birokrasi maupun di kancah politik pragmatis.

Jika, Cita cita Demokrasi akan tersandung oleh prilaku politik dinasti, maka Korupsi, Kolusi , Nepotisme (KKN) akan tumbuh subur, dan menimbulkan kesulitan
terciptanya pemerintahan yang baik dan bersih (clean and good governance).

Sungguh sangat ironi dan menyedihkan peristiwa ini dimana satu keluarga maju pada pesta demokrasi daerah Kepri secara berjenjang yaitu mulai dari tingkat provinsi sampai tingkat cawalkot dan cawabup (ayah, istri dan anak).

Selain dari pada itu bahwa peristiwa pencalonan dari satu keluarga secara berjenjang sangatlah tidak patut dan pantas sebab hal ini sangat mengancam demokrasi dinegeri ini, dan hal ini merupakan bentuk cikal bakal tumbuhnya bibit dinasty politics yang disponsori oleh oligarki.

Bisa tak bisa, peluang meruntuhkan sistem Dinasti ini, tergantung ke cerdasan dan akal sehat masyarakat prov Kepri khususnya, dengan cerminannya tetap kepada yuridis formal yaitu Undang Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2015 Tentang Perubahan Atas Undang Undang Nomor 1 Tahun 2015 Tentang Penetapan Peraturan pemerintah pengganti undang-undang nomor 1 Tahun 2014 Tentang Pemilihan Gubernur Bupati Dan Walikota menjadi undang-undang.

Namun, ada keyakinan masyarakat Kepri sangatlah cerdas cara berpikir dan lebih cermat dalam memilih pilihan yang tepat, untuk Bupati Bintan, Walikota Batam dan Gubernur Kepulauan Riau dan masyarakat Kepri dalam menggunakan hak pilihnya akan menggunakan akal sehat dengan prinsip yaitu pemimpin yang berligitimsi tapi bukan pemimpin yang legal tapi tidak ligitimit.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed