by

Dialog Strategis Dengan Rusdianto Samawa, Ketua Umum ANLI Atas Argumentasi Nelayan Ketika Edhy Prabowo Ditangkap

 

SELAMAT SIANG PAK RUSDIANTO///

1. BAGAIMANA PENDAPAT PARA NELAYAN LOBSTER KETIKA EDHY PRABOWO DITANGKAP///

Jawaban:
Nelayan Bersyukur atas masalah yang ada. Ada 3 rasa Syukurnya:

1. Nelayan Bersyukur Edhy Prabowo jadi Menteri karena telah membahagiakan nelayan seluruh Indonesia. Artinya telah keluarkan nelayan dari kepungan regulasi yang bersifat pelarangan. Termasuk nelayan lobster.

2. Nelayan bersyukur KPK melakukan pengawasan, penindakan dan penyidikan terhadap masalah monopoli benih lobster dan gratifikasi yang menimbulkan dampak kerugian negara sehingga menyebabkan korupsi terjadi. Nelayan berharap kepada KPK agar terus mengusut tuntas.

3. Nelayan bersyukur juga atas penangkapan Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo karena nelayan menjadi korban dari Monopoli untuk keuntungan pribadi. Nelayan merasa sedih dan sekaligus perasaanya tak menentu.

2. DENGAN DIBUKANYA ESKPOR BENUR APAKAH YANG DIUNTUNG NELAYAN ATAU ESKPORTIR///

Jawaban:
Posisi nelayan dan eksportir berbeda, tentu jawabannya ada dua hal:

1. Posisi Nelayan dalam persfektif Peraturan Menteri 12 tahun 2020 di untungkan dalam 3 hal yakni: Budidaya, Restocking dan Penangkapan Benih Bening Lobster. Sehingga sangat menguntungkan dan mensejahterakan nelayan serta masyarakat pesisir.

Sehingga atas dasar ini, kami menolak pemberlakuan pelarangan pengeluar BBL melalui SE Dirjen Tangkap.

2. Eksportir telah merugikan regulasi permen 12 tahun 2020 karena eksportir tidak patuh dan tidak taat regulasi sehingga menyebabkan terjadinya MONOPOLI akibat persaingan bisnis sehingga berdampak pada kerugian negara. Melakukan itu melalui perusahaan Cargo Forwarder.

Maka diminta kepada KPK agar mengusut tuntas dan memanggil seluruh perusahaan eksportir serta investigasi jejaring aliran dana korupsi eksportir benih bening lobster.

 

3. SOAL KEBIJAKAN EKSPOR APAKAH INI MERUPAKAN SALAH SATU UNTUK MENERTIBKAN PASAR GELAP BENIH LOBSTER CUKUP BERHASIL///

Jawabannya:
Permen 12 tahun 2020 dinikmati oleh rakyat kecil yang tergabung dalam kelompok penangkap BBL yang terdaftar melalui DKP Prov hingga Dirjend Tangkap sehingga Smsangat berhasil menekan dan menghalangi seluruh kegiatan illegal dari BLACK MARKET dan MONOPOLI.

Karena Masa Ilegal dulu, keuntungannya sangat besar tanpa menyetor PNBP kepada negara. Tentu negara Rugi.

4. SEBENARNYA PEMEBERIAN IZIN EKSPOR BENUR ITU TRANSPARAN ATAU TIDAK UNTUK NELAYAN///

Jawabannya:

1. Sangat transparan, karena regulasi itu keluar sudah melalui berbagai tahapan seperti FGD, Kajian, riset dan studi banding.

2. Bagi nelayan untuk penangkap BBL harus terdaftar melalui pembentukan kelompok penangkap BBL dibawah Koperasi, dan dibawah perusahaan yang mendapat kuota BBL Ekspor.

3. Mestinya perusahaan harus budidaya dan restocking terlebih dahulu sebelum ekspor benih. Namun perusahaan eskportir bandel dan cekak, sehingga merugikan negara. Mestinya perusahaan eksportir harus di usut tuntas semuanya.

4. Mestinya belum bisa ekspor karena PNBP belum diterbitkan Kemenkeu.

5. BAGAIMANA SOAL BUDIDAYA LOBSTER YANG DIKATAKAN SULIT OLEH PEMERINTAH///

Jawabannya:

1. Memang sulit budidaya Lobster mulai dari Pakan, keramba, lokasi, iklim, suhu, dan lain sebagainya.

2. Harus ada konversi teknologi yang memadai agar budidaya menjadi gampang dan pembesaran juga tidak sulit. Artinya dapat memurah meriahkan modal budidaya. Pemerintah harus buat sendiri teknologi. Karena berbeda teknologi Vietnam dengan Indonesia. Yang membuat beda adalah iklim, cuaca, jarak, lokasi, kondisi, lahan, komservasi lingkungan dan lainnya.

Rusdianto Samawa, Ketua Umum Asosiasi Nelayan Lobster Indonesia.(ANLI)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed