by

DPD PG SUMUT DAMPINGI KEPALA BNPT KUNJUNGI PW AL WASHLIYAH SUMUT

MEDAN-DPD partai Golkar Sumut yang diwakili  Korbid Kepartaian H Hanafi Harahap, BendaharaH Ichwan Habib Nst SHserta Wakil Sekretaris Bid Ideologi Pancasila, Drs Ahmadyani Panjaitan

Ikut mendampingi Kepala Badan Nasional Penaggulangan Teroris (BNPT) Komjen Pol DR. Boy Rafli Amar, MH saat kunjungan ke Pimpinan Wilayah Al Jam’iyatul Washliyah di Medan Sumatera Utara (Sumut), Rabu (2/12/2020) dalam upaya menyeru dan mengajak Seluruh Kader, Mahasiswa, Pelajar, Santri, Guru, Da’i, Ulama dan Pengurus Ormas terbesar di Sumut itu untuk ikut serta menjadi Kader Pencegahan segala tindakan radikalisme, Intoleransi dan Terorisme di Indonesia.

“Sebagai Ormas Islam terbesar di sumut, Alwashliyah yang punya beberapa Kampus dan ribuan sekolah/Madrasah, kami (BNPT) siap bermitra untuk pencegahan secara dini segala tindakan radikal, teror dan intolerans di jajaran Al Washliyah” ujar Boy dihadapan para Rektor, Dosen, Pengurus dan Pimpinan Wilayah Al Washliyah beserta jajarannya di Medan, Rabu (2/12/2020)

Jenderal Polisi bintang 3 angkatan 88 yang punya kans besar menjadi KAPOLRI ini juga berpesan jangan sampai anak anak dan kader serta anggota Al Washliyah terpapar *Virus* paham radikalisme yang datang dari negara luar untuk menghancurkan stabilitas nasional

” Islam itu agama yang Rohmatan Lil’alamin” artinya menjadi Rahmat bagi seluruh alam, dan Nabi Muhammad SAW yang jadi panutan kita tidak pernah mencontohkan atau mengajarkan sifat sifat radikal, intolerans apalagi membunuh banyak orang dengan teror” papar Putra Minang yang lahir di Jakarta ini

Didampingi Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi Mayjen TNI Hendri Paruhuman Lubis, Kepala BNPT bersilaturrahmi dan diskusi selama 1 jam lebih dengan para tokoh Al Washliyah guna merumuskan langkah langkah konkrit upaya upaya pencegahan teror dan radikalisasi di Sumut kedepan.

Dalam kesempatan itu, Boy Rafli menjelaskan bahwa konsentrasi BNPT sebagaimana yang diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 adalah di bidang pencegahan. Dalam hal ini BNPT tidak bisa sendiri mengatasi terorisme dan membutuhkan kewaspadaan serta kesadaran yang sama dengan seluruh kader dan warga Al Washliyah.

Dalam sejarahnya, Al Jam’iyatul Washliyah hadir dimasa penjajahan tepatnya 30 November 1930 seiring dengan menajamnya perbedaan di antara Umat Islam, khususnya antara NU dengan Muhammadiyah kala itu yang berpotensi terjadinya perpecahan dikalangan ummat Islam, akhirnya para ulama ulama kharismatik di Sumut seperti Alm Arsyad Tholib Lubis, Alm. Muhammad Yunus, Alm. Abdurrahman Syihab dll membentuk sebuah organisasi massa Islam yang diberi nama Al Jam’iyatul Washliyah yang artinya perkumpulan yang menghubungkan dan mempersatukan. Maksudnya adalah menghubungkan manusia dengan Allah SWT (hablun minallah) dan menghubungkan manusia dengan manusia (sesama umat Islam) atau Hablun Minannas.

Ketua Harian PW Al Washliyah Sumut, Drs. H. Dariansyah, SE dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan pengahargaan atas kehadiran Komisaris Jenderal Boy Rafli ke Al Washliyah, dan menyatakan kesiapan Al Washliyah untuk bermitra dengan BNPT.

Secara terpisah, Drs. Ahmadyani Panjaitan yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Al Washliyah (ISARAH) 2008-2018 menyampaikan bahwa  Al Washliyah ini sejak berdiri, sampai berusia 90 tahun saat ini, sudah melakukan gerakan-gerakan nyata melalui Kaderisasi dan Pendidikannya apa yang saat ini diprogram oleh BNPT, yakni melakukan pendidikan, dakwah dan kaderisasi agar generasi ummat ini terhindar dari sikap radikal dan intoleransi.

“Sebab landasan kejuangan Al Washliyah itu adalah merajut Ukhwah, Menjalin Marhamah dan mempersatukan ummat dalam Ridho Allah,” ujar mantan Ketua PW Himpunan mahasiswa Al Washliyah Sumut ini.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed