by

DUA OTK BETSAJAM MENGAMUK DI RSUD BUTON

BUTON – Petugas Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buton, Sulawesi Tenggara tiba-tiba dikejutkan oleh kedatangan dua orang tak dikenal (OTK) yang bersenjata tajam, Senin (31/7) dini hari sekitar pukul 04.30 Wita.

Direktur RSUD Buton, dr Ramli Code, menceritakan, awalnya kedua orang tersebut bermaksud meminta surat rujukan. Namun karena tidak dibawah dengan pasien, dokter menolak untuk membuatkan. Alhasil, keduanya langsung mengamuk dan mengeluarkan senjata tajam untuk mengancam dokter dan suster yang piket ketika itu.

“Dia minta rujukan, tapi dokter bilang mana pasiennya, katanya tidak ada. Eh kami tidak berani, karena rujukan itu harus ada pasiennya. Mereka pada saat itu langung dia keluarkan piso,” kata Ramli Code, di Kantor Bupati Buton, Kompleks Perkantoran Takawa, Selasa (1/8/2017).

Bukan hanya mengamuk, lanjut dia, kedua OTK itu juga sempat memecahkan kaca jendela UGD. Sehingga, dokter dan suster yang mendapat perlakuan tersebut langsung lari terbirit-birit meninggalkan tempat kejadian. Bahkan saking takutnya, sempat ada suster yang mengunci dirinya dalam WC.

Atas kejadian ini, membuat para dokter merasa terganggu. Rapat akan digelar untuk membahas keamanan mereka yang tak terjamin. Ditambah lagi sekarang sudah tidak ada Pol PP yang ditugaskan untuk menjaga RSUD Buton. Ramli mengaku, hingga kini pihaknya belum mengetahui kedua OTK tersebut. Namun yang pasti perisitiwa ini sudah dilaporkan ke Polres Buton.

Sementara itu Kasat Pol PP Kabupaten Buton, La Madi, menjelaskan, sebelumnya pernah ada anggota Pol PP yang disiagakan di RSUD Buton. Namun akibat pelayanan pihak rumah sakit yang tidak sama dengan instansi lain, oleh Kasat Pol PP lama, La Rahimi, menarik anggotanya dari pos penjagaan.

Kendati demikian, La Madi menegaskan mulai besok akan menyiagakan sembilan anggotanya untuk menjaga RSUD Buton. Dengan harapan, perlakuan sebelumnya terhadapat anggotanya sedapat mungkin dirubah.

Penyidik Reskrim Polres Buton, Bripda Salim, ketika dikonfirmasi mengaku ada laporan masuk dari RSUD Buton. Kedua pelaku pengancaman dan pengrusakan hingga kini belum diamankan. Kasus ini sekarang masih dalam penyelidikan pihaknya. (La Ode Ali)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed