by

DIDUGA TAK KANTONGI IZIN, PEMASANGAN TOWER BTS PT TBG DIHENTIKAN WARGA

TANGERANG- Pemasangan panel instalasi listrik untuk Tower BTS milik PT. Tower Bersama Global (TBG) di Gang Makam, Kampung Kelapa RT 02/04, Kelurahan Pakojan, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang dihentikan warga, Senin (31/7) lalu.

Belakangan diketahui pemasngan panel listrik pada Tower BTS yang dihentikan warga tersebut karena diduga mencaplok lahan milik warga berinisial (MS) yang pihkanya belum pernah memberikan izin dan juga belum melakukan koordinasi kepada warga sekitar untuk pemasangan Tower BTS tersebut.

Anak bungsu pemilik tanah Arpudin mengatakan, pada saat dipertanyakan pembangunan tiang tersebut diperuntuhkan untuk pemasangan CCTV.

“Setelah sehabis lebaran tiang tersebut sudah berdiri karena pengerjaannya malam hari,” terangnya, Jum’at (4/8/2017) malam.

Dirinya juga menjelaskan, berkali-kali pihak pengelola dipertanyakan fungsi tiang tersebut selalu dikatakan oleh penagung jawab berinisial MH alias TB  berulang kali untuk CCTV dan proyek Pemda.

“Saya selaku pemilik tanah tidak pernah ditanyakan malah selalu kita terus yang bertanaya kepada pihak pengelola,” paparnya.

Lebih jauh dirinya mengatakan, pada Senin lalu, pihaknya disodori uang sebesar Rp. 1000.000, kemudian jika kabel istalasi listrik tersebut terpasang maka akan ditambah Rp. 1000.000 untuk jangka 1 tahun kedepan.

“Sebelumnya saya pikir yang memberikan uang tersebut dari pihak pengelola, tapi setelah mendapat penjelasan dari seorang anggota kepolisian berinisial B, ternyata kedua orang tersebut juga dari anggota kepolisian Polres Tangerang Kota,” ungkapnya.

Sebelumya, Lurah Pakojan Nur Hidayat saat dikonfirmasi awak media mengatakan, dalam pembangunan Tower BTS tersebut pihaknya tidak tahu dan tidak ada koordinasi dari pihak PT bawa akan ada pembangunan Tower BTS.

“Pada saat itu sedang libur, ketika masuk saya langsung koordinasikan ke Camat meminta arahan dari beliau dan kata beliau disuruh membuat suarat untuk ditindak lanjuti dari pihak Kecamatan,” ucapnya.

Dirinya juga menjelaskan, sebelumnya ada yang mengaku dari pihak kepolisian, trantib kecamatan dan RT RW di lingkungan sekitar pernah ada yang datang ke Kantor untuk membicarakan masalah Tower tersebut.

“Saya terusterang bicara kepada mereka, kenapa dari awal tidak ada komunikasi kepada kita jika ingin membangun BTS agar nantinya kita juga bisa memberikan penjelasan kepada warga,” terangnya.

Sementara, di tempat terpisah Camat Pinang Agun DJ mengatakan, dengan adanya kekisruhan di masyarakat tentang adanya pembagunan Tower BTS, pihaknya akan berusaha menempuh jalan dengan cara mediasi.

“Sebenarnya saya telah memerintahkan untuk melakukan mediasi di Kelurahan, karena waktu hari minggu pihak PT sudah diberikan undangan dari Kelurahan tetapi tidak datang, maka nanti kita akan melakukan pemangilan ulang pihak PT, warga, RT dan RW untuk dilakukan mediasi di Kecamatan,” terang Camat.

Lanjut Camat, pada saat mediasi nanti pihaknya akan meminta kepada pengelola BTS untuk memberikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat.

“Nanti kita buka-bukaan, kalau memang ada izinya tunjukan izinya agar masyarakat bisa paham dan begitu juga bagi masyarakat tidak boleh protes kalau memang BTS itu sudah ada izinya,” ucap Camat.

Tersiar kabar kalau Tower tersbut untuk dipasang camera keamanan CCTV Ia menrangkan, sepengetahuan pihaknya Dinas Informatika dan Komunikasi (Infokom) Kota Tangerang belum memberika edaran atau informasi tentang adanya hal itu.

“Sampai saat ini himbauan seperti itu belum pernah saya terima, saya berani meyakini sampai saat ini itu belum ada,” terang Camat.

Lebih jauh dirinya mengatakan, agar tidak menimbulkan persepsei yang berbeda-beda, untuk  sementara waktu pihaknya meminta kepada Lurah agar menghentikan kegiatan tersebut.

“Saya tidak ingin terjadi gejolak yang tidak diinginkan maka saya akan mengumpulkan pihak pengelol dan masyarakat untuk melakukan mediasi guna mencari titik temu,” harap Camat. (esbn)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed