by

11 RUMAH DUAFA DI ACEH TIMUR AKAN DIBONGKAR JIKA PEMERINTAH TAK BAYAR

Banda Aceh -Rekanan rumah duafa masyarakat miskin di Acah Timur akan bongkar rumah yang sudah dibangun sejak tahun 2015 jika dinas yang menyuruhnya tidak mau bayar sampai dengan batas waktu Desember 2017.

Rekanan rumah duafa (Rumah masyarakat miskin ) Ridwan Ibrahin kepada Media ini Senin (7/8) di Banda Aceh menyebutkan pihaknya sudah menunggu hampir dua tahun untuk proses pembayaran rumah tersebut.

Menurut Ridwan Ibrahim Pembañgunan rumah tsb 2015 masih dijabat oleh kabit perumahan bapak muhammad saen dan rumah tersebut disuruh kerja dulu kontrak kerja nya dibuat belakangan tapi sampai sekarang rumah tersebut belum dibayar dan rumah tersebut sudah ditempati oleh penerima rumah bantuan.

Dari tahun 2015 rumah itu saya bangun sampai saat ini tidak ada yang peduli untuk melakukan pembayaran. Rumah itu saya bangun atas perintah muhammad saen waktu itu ujar Ridwan.

Menurutnya lagi seolah dinas perumahan dan pemukiman tidak peduli dengan kesusahan dirinya ujarnya lagi.

“Sekarang kabid sudah diganti dan saya juga sudah menghubungi kabid baru dengan jawaban tidak mau bayar,” ujar Ridwan kesal.

Kalau dalam waktu dekat ini dinas tidak mau bayar dan tidak ada pihak pihak yang bertanggung jawab makan penghuni rumah akan say keluarkan secara paksa kalau perlu rumah yang sudah saya bangun akan saya robohkan 11 unit itu.

Seharusnya pihak dinas harus membayar rumah yang sebelumnya diperintahkan bangun oleh kabid sebelumnya, ujar Ridwan kesal.


Untuk membangun 11 unit rumah didesa Luengsa kecamatan Madat kabupaten Aceh timur menghabiskan dana sekitar Rp 900 juta sudah termasuk Pajak ujar nya lagi.

Menurut Ridwan yang juga berprofesi kontraktor di Aceh Timur pihaknya bukan ancaman kalau menganut pembongkaran dan mengusir penghuni rumah di sudah di bangun tidak dibayar oleh pihak dinas terkait, ini pasti dilakukan kalau pihak dinas bertahan tidak mau membayar rumah yang sudah dibangun untuk warga miskin.

Lebih lanjut Ridwan menjelaskan sudah berulang kali menghubungi kabid yang membidangi pembangunan rumah dimaksud sudah berulang kali saya hubungi katanya tidak mau bayar makanya kita akan usir dan roboh kan rumah itu.

Menurut Ridwan pihak nya juga sudah minta bantuan DPR ACEH dikomisi D supaya rumah yang sudah di bangun bisa terbayar.

“Pihak DPR Aceh berjuang memasuk di DIPA 2017 agar rumah itu terbayar dan sudah di sahkan oleh DPR Aceh,” ujar Ridwan Ibrahim setelah masuk ke dalam DIPA tahun 2017 minggu kemarin Ridwan menghadap Kabid Chaituddin kabid sekarang melaporkan, rumah-rumah yang dimasukkan dalam DIPA tahu 2017 sudah selesai dibangun pada tahun 2015 atas perintah kabid sebelumnya dan PPTK sudah turun kelapanban untuk melihat kondisi bangunan nya secara langsung.


Ada yang aneh di kantor Dinas rumah yang saya bangun sudah ada didalam DIPA 2017 setelah pihaknya menghubungi pihak DPR Aceh, kenapa oknum kabid bertahan tidak mau bayar, sudah ada dalam DIPA dan pihak dewan sudah mengusulkan agar segera di bayar.

Menurut Ridwan akhir Juli 2017 kemarin pihaknya juga mendatangi datangin kabit untuk menanyakan bagai mana persualan rumah yang sudah dibangun, kabid mengatakan rumah yang sudah dibangun itu tidak bisa di anyar ujar Ridwan menuru ucapan kabid dinas Perumahan dan pemulihan provinsi Aceh.

Ridwan juga sekarang sudah menyegel rumah 11 unit yang dibangun di desa Luengsa kecamatan Madat Kebupaten aceh Timur.

Pihaknya melakukan pembangunan rumah itu atas perintah kabid sebelumnya Muhammad Sean, kalau dan kita tidak menggugat siapapun tetapi kalau tidak ada yang bertanggung jawab tentang pembayaran rumah itu akan kita keluarkan penghuni lalu akan kita robohkan secara paksa dan akan kita liat nanti siapa yang larang, kalau nanti terjadi kerusuhan pihak dinas terkait harus bertanggung jawab dalam hal ini ujar Ridwan mengakhiri pernyataan nya.

Sementara itu Chiatuddin, Kabid perumahan dan pemukiman yang coba di hubungi Media ini ke kantornya Senin (7/8) tidak berhasil sedangkan HP juga tidak aktif.


Sampai berita ini di turunkan belum ada pihak dinas terkait yang memberikan keterangan menyangkut pembangunan rumah yang dibangun untuk warga miskin. (H Abdul Muthalib)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed