by

HUKUM OKNUM BRIMOB PENEMBAK WARGA PAPUA

Papua – Masyarakat Papua meminta Presiden RI Joko Widodo menghukum penembakan warga Deiya, Papua yang dilakukan oleh oknum Brimob, 1 Agustus 2017. Sehingga, para oknum-oknum brimob yang melakukan kekerasan di proses hukum sesuai hukum yang berlaku di Negara Indonesia.

“Kasus ini segera diselesaikan dan hentikan kekerasan dan penindasan di tanah Papua,” kata Ketua Adat Panilai Pendeta Jhon N.R Gobay, saat aksi bakar 1000 lilin For Deyai Berdarah, ditanam Imbi Distrik Jayapura Utara, Kota Jaya Pura, Provinsi Papua, Senin 7 Agustus 2017.

Saat aksi bakar lilin For Deyai berdarah digeler masyarakat Papua berdatangan mengatasi namakan Solidaritas Masyarakat Papua, kegiatan digelar dari Pukul 19.00 hingga Pukul 21.45 Wit. Diikuti sekitar 30 orang.

Acara juga diisi, dengan doa untuk korban disertai dengan pembakaran lilin. Kemudian masyarakat yang hadir menyayikan nyanyian kerohanian. Setelah itu, massa melakukan selfi bersama sambil menunggu lilin padam.


Dalam acara tersebu, spanduk bertuliskan solidaritas keadilan dan kebenaran di tanah Papua 1000 lilin, untuk Deiya berdarah, duka kejadian penembakan oleh brimob terhadap warga Deiya Papua​.

“Kami dari solidaritas masyarakat Papua dan kami malam ini datang kesini dalam rangka solidaritas kasus berdarah di Deiyai, karena kami yakin bahwa tuhan itu Adil dan kami ingin adanya keadilan di tanah Papua,”kata Jhon.

Jhon menuturkan, masyarakat Papua ingin tidak adanya lagi pembantai,kekerasan terhadap masyarakat di tanah Papua karena simbol pembakaran lilin tersebut sebagai bentuk perlawanan tanpa kekerasan dalam ketidak adilan ditanah Papua.

“Karena segala yang terjadi ditanah Papua harus segera diselesaikan dengan hukum yang adil, karena siapupun yang hidup di tanah Papua ini mempunyai hak untuk Hidup, ” ujar Jhon

Untuk itu,sebut Jhon, pembakaran lilin ini sebagai bentuk tanda kemanusiaan, karena mereka adalah saudara-saudara kami yang mempunyai hak untuk hidup dan kami juga harapkan agar kekerasan tidak kembali terulang lagi ditanah Papua.

“Kami ingin aksi kami ini agar didengar oleh bapak Presiden RI Joko Widodo sehingga para oknum-oknum yang melakukan kekerasan dapat dihukum dengan proses hukum yang berlaku di Negara ini,” pinta Jhon.

Jhon menuturkan, kami ikut merasakan apa yang mereka alami, sehingga kami ingin keadilan di tanah Papua dan kami ingin agar kejadian kekerasan yang ada di tanah Papua agar dapat dihentikan untuk kedamaian di tanah Papua.

“Jangan kita menangis diatas penderitaan mereka yang tertindas, karena kami percaya bahwa tuhan itu adil dan semoga tuhan dapat melihat aksi kami ini, sehingga kasus ini dapat segera diselesaikan dan hentikankekerasan dan penindasan ditanah Papua,”jelas Jhon.


Setelah acara selesai, masa membubarkan diri dengan tertib.

-Rencana pada hari Selasa tanggal 8 Agustus 2017, pukul 08.00 WIT, bertempat Kantor DPR Provinsi Papua, yang dikoordinir Abner Wayner (Kordinator Umum) akan dilakukan aksi lanjutan yang didampingi Ketua BEM Uncen PASKALIS BOMA

Kemudian, Ketua dewan adat Meepago JOHN N.R GOBAI, dengan melibatkan massa aksi dari seluruh Komponen Pemuda, Mahasiswa dari Adat Meepago di Jayapura dan BEM Uncen. ( anhar rosal)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed