by

GURU BERJUALAN PADA JAM MENGAJAR  DAPAT MEMPENGARUHI KUALITAS PENDIDIKAN

 

Pasaman Orang Tua wali murid SD 03 KP Nan VI kecamatan Lubuk Sikaping menegur guru yang sedang berjualan di kantin sekolah pada jam pelajaran. Akibat dari masyarakat menilai kualitas pendidikan sekolah, sehingga para orangtua berencana tidak akan menyekolahkan anak mereka pada sekolah itu.

 

Warga masyarakat Kampung Nan VI Nagari Air Manggis, IC (37) menyebutkan, sekolah didaerah tempat tinggal mereka sudah diambang kehancuran. Pasalnya, beberapa Prestasi sekolah yang sudah pernah diraih dan kualitas pendidikan yang sudah mulai maju di akhir-akhir ini sudah mulai menurun akibat dari perbuatan guru yang tidak pada sewajarnya.

 

“Disaat jam belajar, guru kelas masih saja berjualan dikantin dan tetap saja melayani anak didik yang sedang jajan,” katanya.

 

Tambahnya lagi, kalau hal ini dibiarkan masyarakat akan enggan memasukkan dan mendaftarkan anaknya ke sekolah tersebut.

 

Kemudian, seperti yang sudah sering nampak pada minggu sebelumya, biasanya waktu jam istirahat siswa-siswi itu pada pukul 10.00 Wib hingga 10.30 Wib, anak siswa-siswi tersebut belum masuk lokal dan masih tetap saja jajan hingga pukul 11.00 Wib.

 

Karena lokasi kantin berada didalam pekarangan sekolah, tentu itu  membuat perhatian orangtua wali murid dan masyarakat sekitar tidak enak melihatnya. Meskipun seperti itu orangtua murid dan masyarakat masih membiarkannya sebab perkiraan orangtua murid guru kelas tidak ada.

 

“Namun, lantaran itu sudah sering terjadi, orangtua wali murid pun masih bertanya-tanya kenapa disaat jam belajar anak didik tetap dibiarkan berjajan di luar jam istirahat. Selidik punya selidiki, ternyata yang berjualan itu selama ini adalah salah satu guru SD di sekolah tersebut,” ungkapnya.

 

Hal senada juga diutarakan , Rahmi (35) bukan nama sebenarnya warga sekitar menyebutkan, pernah mendengar kalau di sekolah itu beberapa orang guru di SD tersebut berjualan disaat jam belajar. Bahkan akibat diperbolehkannya jajan pada saat belajar siswa-siswi semakin lama semakin ramai untuk jajan pada jam belajar.

 

“Karena merasa ada kejanggalan seperti itu, orangtua wali murid dan masyarakat sekitar sempat menegur pihak sekolah,” katanya.

 

Ia menyebutkan, pada waktu itu salah satu masyarakat sempat pernah menyampaikan keluhan itu kepada pihak sekolah dengan kalimat, “Sebenarnya sekolah ini tempat berjualan atau tempat belajar, kalau seperti ini sekolah tentu ini bisa menurunkan kualitas pendidikan siswa. Dan kalau seperti ini terus, maka kami tidak akan menyekolahkan anak kami di sekolah ini lagi,” ujarnya.

 

Selain itu, pernah juga terjadi pihak sekolah sempat melarang warga menjual makanan yang dengan cara menitip makanan ke kantin sekolah. Mendengar itu, masyarakat merasa kecewa sebab perbuatan itu sudah termasuk menghambat usaha masyarakat.

 

Yang mana sebelumnya salah seorang guru yang dikenal judes pernah mengatakan kepada masyarakat sekitar ” indak buliah urang lua menompangan kue disakola ko lai, hanyo guru- guru nan buliah mambuek kue nyo, sebab ikolah keputusan dinas kesehatan.”Ucap guru tersebut dengan nada lantangnya.

 

Baru- baru ini, Lain halnya dengan salah seorang guru ketika masyarakat mempertanyakan untuk menitip makanan dikantin sekolah tersebut mengatakan,saya pribadi tidak melarang tapi pada umumnya yang membuat makanan dikantin sekolah adalah guru-guru. Terangnya.

 

” Berdasarkan keterangan dari masyarakat setempat, makanan yang dijual dikantin sekolah tersebut adalah hasil masakan beberapa orang guru di sekolah itu,” ungkapnya kepada awak media. Selasa, (8/8).

 

Sementara, Kepala sekolah SD 03 Kampung Nan VI Nagari Air Manggis Kecamatan Lubuk Sikaping, Syafirman ketika dikompirmasi awak media mengatakan, heran terhadap penilaian masyarakat terhadap pihak sekolah atas informasi yang sudah diterima, sebab selama delapan bulan menjabat sebagai kepala sekolah belum ada keluhan masyarakat terhadap soal itu.

 

“Entah itu, dimasa kepala sekolah lama kita tidak tahu. Yang jelasnya keluhan masyarakat seperti itu belum pernah kita dengar, bahkan setiap ada rapat orangtua wali murid terus kita sampaikan agar menyampaikannya kepada pihak sekolah jika ada perbuatan atau pelayanan sekolah yang kurang berkenan dihati para orangtua wali murid,” katanya. Rabu, (9/8)

 

Ia menyebutkan, siswa-siswi istirahat pada jam 10.10 Wib sampai jam 10.20 Wib. Disaat jam istirahat itu umumnya anak-anak jajan di kantin sekolah didalam pekarangan sekolah. Diluar jam istirahat itu pihak sekolah melarang anak-anak dilarang jajan .

 

Kemudian, pada jam istirahat anak-anak di larang membeli jajanan diluar pekarangan sekolah. Tujuannya adalah agar kesehatan anak-anak terjamin dan kualitas makanan juga. “Tujuan utamanya adalah untuk mencegah agar kesehatan anak terjamin dan terhindar dari keracunan makanan, sebab hal itu sudah pernah terjadi anak-anak keracunan,” ujarnya.

 

Disisi lain, umumnya makanan yang dijual dikantin sekolah dibuat oleh masyarakat sendiri, cuman masyarakat sendiri tidak boleh menjual makanan langsung namun hanya sekedar menitip.

 

“Dan makanan yang di kantin dijual oleh penjaga warung dan penjaga warung itu sebenarnya adalah guru piket. Dan guru piket yang ditugaskan itulah yang berjualan di kantin sekolah,” katanya.

 

Kepala Dinas Pendidikan Pasaman, Asari mengatakan, sampai saat ini guru yang sedang berjualan di jam pelajaran belum ada laporan dari pihak sekolah apalagi ada laporan masyarakat mengenai berjualannya salah satu guru di sekolah yang bersangkutan.

 

Namun itu wajar saja jika seorang guru berjualan dikantin sekolah, dan hal itu tidak jadi permasalahan jika sebuah kantin sekolah itu berada didalam pekarangan sekolah kecuali diluar pekarangan sekolah seorang guru tidak boleh berjualan.

 

“Tapi itu semua tergantung kepada sekolahnya, jika sekolahnya membuat aturan membolehkan guru berjualan dikantin sekolah dan di waktu jam pelajaran, itu boleh-boleh saja asalkan sekolah sudah membuat peraturan. Dan kewenangan dinas pendidikan untuk hal itu  tidak ada, karena kebijakan tergantung kepada sekolah masing-masing,” katanya. ( Tr/ mr/ Rz ).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed