by

Dekan FEB Unesa Optimis, Mahasiswa Lulusannya Jadi Entrepreneur Dan Edupreneur Handal

Foto : Dekan FEB Unesa, Anang Kistyanto saat memberikan sambutan di acara Yudisium Periode I Tahun 2021 FEB Unesa
Foto : Dekan FEB Unesa, Anang Kistyanto saat memberikan sambutan di acara Yudisium Periode I Tahun 2021 FEB Unesa

SURABAYA – Di tengah pandemi, tak menyurutkan acara khidmat yang digelar FEB Unesa. Telah dilaksanakan Yudisium Periode I Tahun 2021 Fakultas Ekonomikan dan Bisnis Universitas Negeri Surabaya di Auditorium Lt. 3 Gedung Dekanat FEB Unesa, Kampus Unesa Ketintang secara daring dan luring. Dengan tetap mematuhi prokol kesehatan (Prokes) ketat yang ada.

Dalam sambutan Dekan FEB Unesa, Anang Kistyanto mengucapkan, selamat dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kompetensi yang telah Anda raih sehingga layak dan memenuhi persyaratan menjadi seorang Ahli Madya Akuntansi, Sarjana Pendidikan Ekonomi, Sarjana Manajemen, Sarjana Akuntansi, dan Sarjana Ekonomi.

“Tentu capaian ini melalui perjuangan yang luar biasa. Segala permasalahan bisa Anda selesaikan, segala kendala bisa Anda lalui, segala ujian telah Anda selesaikan, baik permasalahan/kendala/ujian akademik maupun non akademik.

Hal ini membuktikan bahwa Anda telah mampu melewati ujian akademik maupun ujian non akademik sehingga layak mendapatkan gelar Ahli Madya dan atau Sarjana serta terjun ke masyarakat,” sambungnya. Kamis, (18/2/2021).

Ditambahkan Anang, “keberhasilan, capaian prestasi ini tentu bukan tahapan akhir dari perjalanan karir Anda, tetapi justru starting point untuk menapaki tangga karir Anda, apakah sebagai profesional, entrepreneur, konsultan, ataupun profesi atau karir lainnya.

Untuk itu, teruslah melakukan pengembangan diri agar fortopolio CV Anda terus update dan upgrade, sehingga tidak ada gap skill yang Anda miliki dengan tuntutan pekerjaan atau karir walaupun terjadi pergantian zaman (Era Industri),” ujarnya.

Pandemi Covid-19 sudah setahun melanda warga dunia termasuk warga Indonesia. Implikasi pandemi Covid-19 tidak hanya pada bidang kesehatan, tetapi berimplikasi pada semua bidang termasuk bidang sosial, ekonomi, politik serta pendidikan.

“Implikasi ini mengantarkan kita pada era New Normal yaitu tatanan, kebiasaan dan perilaku yang baru berbasis pada adaptasi untuk membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat. Kita harus dapat menjaga produktivitas di tengah pandemi Covid-19 dengan beradaptasi dengan New Normal,” lanjutnya.

Pada era new normal ini, kata Anang, atmosfer Revolusi Industri 4.0 ditandai dengan apa yang dikenal VUCA (Volatility, Uncertainity, Complexity, Ambiguity), telah mulai kita rasakan.

Dalam bahasa sederhana berubah-ubah (BB), ketidakpastian (GP), rumit dan ruwet (RR), ambigu atau tidak jelas (GJ) ini berimplikasi pada pergeseran skill yang dibutuhkan dunia kerja dan dunia usaha/bisnis.

Skill baru yang dibutuhkan di antaranya yaitu adaptif pada perubahan, kolaborasi dan fleksibelitas, menyelesaikan masalah ruwet (complex problem-solving), inovasi dan teknologi.

“Namun, Anda tidak perlu galau, dan pesimis karena Revolusi Industri 4.0 juga menciptakan 19.623 jenis pekerjaan baru. Jika memiliki skill yang dibutuhkan dunia kerja dan dunia bisnis tersebut, Anda tidak perlu galau, pesimis, ngelokro, frustasi, insyallah Anda mampu memenangi tantangan era Revolusi Industri 4.0.

Carilah peluang bisnis dan eksekusi peluang tersebut agar menghasilkan uang. Kami optimis dengan pendidikan kewirausahaan yang telah anda dapatkan selama kuliah di FEB Unesa, baik melalui pembelajaran akademik (mata kuliah kewirausahaan yang telah lulus Anda tempuh) maupun pembelajaran non akademik.

Seperti; Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM K), Program Mahasiswa Wirausaha (PMW), Kompetisi Business Plans, dll). Kami optimis, Anda mampu menjadi digital entrepreneur, social entrepreneur, edupreneur yang handal dan berdaya saing di era pandemi Covid-19,” tegas Anang.

Terakhir, pesan Dekan Anang pada lulusan FEB Unesa, “Teruslah belajar, belajar, dan belajar. Belajar mengembangkan keterampilan beradaptasi pada perubahan, keterampilan kolaborasi dan fleksibelitas, keterampilan menyelesaikan masalah kompleks, serta keterampilan berinovasi dan penguasaan teknologi. Beberapa riset menunjukkan bahwa, organisasi pembelajar mampu berdaya saing secara istiqomah,” tutupnya. (ari)

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed