by

DUA WARGA SITUBONDO TEWAS DISERANG BABI HUTAN

SITUBONDO-Kejadian bermula saat babi hutan sebesar kambing datang dari arah selatan atau sawah menuju teras rumah warga bernama Mukminin, ” Karena merasa takut akhirnya diusir dan lari ke utara ke rumah warga lain,” terang Humas Polsek Bangilan, Aiptu Sugiono.

 

Lebih lanjut Aiptu Sugiono menambahkan, pada saat itu Nasikah sedang mencuci pakaian di samping rumah. Secara tiba-tiba babi hutan yang sebelumnya diusir Mukminin, lari dari selatan kemudian menyambar dan menggigit Nasikah.

 

“Nasikah diserang dan harus jatuh bangun,” cerita Sugiono.

 

Ketika mendengar jeritan dan meihat korban diserang babi hutan, Sugiono menuturkan, tetangga korban, Purwanto bermaksud membantu, akan tetapi babi hutan masih menyerang bringas yang mengakibatkan dirinya ikut terluka.

 

“Purwanto akhirnya mengambil potongan bambu dan kemudian melawan, sehingga babi hutan tersebut tewas,” jelas Sugiono.

 

Infromasi yang berhasil dihimpun, Nasikah menderita luka terbuka pada lengan tangan kanan kiri dan telapak tangan kiri. Begitu juga dengan Purwanto mengalami luka terbuka pada dada sebelah kiri, luka robek pada telapak tangan kiri, dan luka terbuka pada paha kiri.

 

Hal serupa juga terjadi di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, hingga mengalami korban jiwa. Informasinya, tiga warga Desa Taman Kursi, Kecamatan Sumbermalang kabupaten Situbondo, Jawa Timur, diserang babi hutan.

 

Akibat serangan babi hutan tersebut, dua warga mengalami luka-luka dan satu orang warga bernama Surija (65) meninggal dunia.

 

Peristiwa tragis yang dialami  warga tersebut, pada saat mereka sedang santai di halaman rumahnya. Namun tiba-tiba dikejutkan dengan kedatangan seekor babi hutan yang langsung menyerangnya. Warga yang kaget tidak dapat malarikan diri. Bahkan  babi hutan berukuran besar mengamuk dan terus  menyerang secara membabi buta terhadap ketiga warga tersebut.

 

“Dua warga terluka dan satu orang meninggal,” ujar AKP Wahyudi, Kasubag Humas Polres Situbondo.

 

Serangan babi hutan ini juga terjadi, di Desa Panceng,  Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Pihak desa menyebutkan, kerusakan akibat serangan babi hutan tiap sekali musim tanam bisa mencapai 20 persen.

 

’’Serangannya (babi hutan, Red) sangat merugikan petani. Bahkan, akibatnya begitu parah,’’ ungkap Haji Komari memberikan keterangan

 

Menurut dia, teror babi hutan tersebut umum menyerang banyak wilayah lain. Serangan celeng juga diketahui menyasar pertanian di banyak kecamatan. Mulai wilayah kecamatan kota hingga ke daerah perbukitan seperti Bandar. Sebab, populasi mereka di hutan-hutan Pacitan masih cukup banyak.

 

’’Wabah celeng ada di mana-mana, bukan hanya di Pringkuku. Memang menjadi momok bagi petani,’’ ujar Ismono.

 

Parahnya, celeng-celeng itu biasa turun ke lahan pertanian warga ketika memasuki musim tanam. Ismono menjelaskan, banyak petani yang mengeluh lantaran tanaman mereka belum genap berumur sebulan, tapi sudah porak-poranda karena serangan celeng.

 

Ismono mengaku bingung menangani serangan celeng di pertanian warganya tersebut.

 

Biasanya, ketika menjelang musim panen, para petani Dadapan memilih menjaga lahannya setiap hari. Tidur di lahan pertanian pun nekat dilakoni para petani setiap hari.

 

Maklum, para petani enggan merugi karena produksi pertanian mereka diporakporandakan celeng.

 

’’Meskipun wilayah karst, jika intensitas hujan cukup tinggi, petani bisa panen hingga tiga kali. Nah, selama tiga kali panen itu pula kebanyakan di antara mereka sampai memilih tidur di lahan pertanian untuk mengantisipasi serangan celeng,’’ jelas Ismono.

 

Melihat fakta serangan dan teror babi hutan yang telah meresahkan warga, semestinya pihak BKSDA Jatim bersedia memberikan izin berburu kepada Perbakin Surabaya.

 

Karena, anggota Perbakin sudah terlatih dan ahli dibidangnya. Mereka buka para perburuan liar. Namun, yang sangat disanyangkan dan menjadi pertanyaan di masyarakat, apakah menunggu korban jiwa barulah pihak BKSDA Jatim bersedia memberikan izin berburu..???

 

Hingga berita ini dimuat, Kepala Dinas BKSDA Jatim belum dapat dikonfirmasi terkait Pemberitaan Serangan Hama Babi Hutan di Berbagai Wilayah. (nus)

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed