by

Tersangka Kasus Dana Bansos Di SMA N 2 Beo Dipindahkan Ke Rutan Malendeng

TALAUD-Setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus tindak pidana korupsi dana Bantuan Sosial (Bansos) Unit Sekolah Baru (USB) di SMAN 2 Beo di Niampak, HB alias Hardi yang sebelumnya di tahan di Lapas Kelas III Lirung akhirnya dipindahkan ke Rutan Kelas IIa Manado di Malendeng, Kamis (9/4/2021).

” Tim Intel dan Pidsus Cabang Kejaksaan Negeri (CKN) Kepulauan Talaud di Beo beserta 3 personel dari Unit Tipikor Polres Kepulauan Talaud telah melakukan pemindahan Tersangka atas nama Hardy P Barao dari Lapas kelas III Lirung menuju Lapas kelas IIa Manado. Mereka tiba pagi tadi di Manado dengan Kapal Laut, ” ujar Kajari Kepulauan Talaud Agustiawan Umar, SH, MH

Kajari Kepulauan Talaud merincikan pada pukul 05.25 Wita tersangka sampai di Pelabuhan Manado dengan menggunakan kapal Barcelona III, selanjutnya sekitar pukul  06.40 Wib.

Kemudian dilanjutkan pemeriksaan Kesehatan dan Swab Antigen di RS Bhayangkara Tepat Pukul  08.00 tersangka tiba dan masuk di Rutan kelas IIa Manado di Malendeng bersama Tim Pidus, Intel CKN Kepulauan Talaud di Beo dan 3 orang dari tim Polres Kepulauan Talaud.

” Kegiatan ini tetap dilaksanakan sesuai protokol kesehatan. Tersangka ditahan di Rutan Malendeng sembari menunggu jadwal sidang di Pengadilan Tipikor Manado, ” kata Agustiawan.

Diketahui, Kronologis singkat perbuatan tesangka berawal pada tahun 2013 di SMA Negeri 2 Beo di Niampak yang mendapat bantuan sosial dari Direktorat Pembinaan SMA Kemendikbud RI melalui Dinas Dikpora Kabupaten Kepulauan Talaud sebesar Rp. 2.350.000.000,- untuk pekerjaan konstruksi pembangunan Unit Sekolah Baru, namun pekerjaan tersebut dilaksanakan tidak sesuai spesifikasi dan dipergunakan bukan pada peruntukannya antara lain pembayaran lahan/ lokasi USB( Unit sekolah baru), dana taktis, THR, biaya operasional panitia.

Penyalahgunaan anggaran tersebut menyebabkan terjadinya kerugian keuangan negara sebesar Rp. 335.200.000.

Tersangka dijerat dengan pasal 2 ayat (1) atau pasal 3 UU RI No. 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU RI No. 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dengan ancaman Hukuman maksimal 20 tahun penjara

Diketahui bahwa saat dilakukan tahap II Tersangka sedang menjabat sebagai Kepsek di salah satu SMA di Melonguane.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed