by

Wisata Sungai Bendungan dan Produk Unggulan Ai Poka: Potensi Peningkatan Ekonomi Masyarakat Desa Moyo Mekar Di Kecamatan Moyo Hilir Sumbawa

Penulis: Rusdianto Samawa, Pendiri Teluk Saleh Institute (TSI) dan Pengagas EKRAF CENTER Produk Unggulan Pulau Sumbawa

_________________

Alhamdulillah, syukuri nikmat Allah yang telah dilimpahkan kepada kita semua berupa pengetahuan, kreatifitas dan kemauan yang tinggi untuk pembangunan desa masing-masing. Penulis datang bersama para sahabat komunitas #KawanRusdiKawanKita, menemui Kepala Desa Moyo Mekar. Perjalanan dari Sumbawa sekitar 20 menit. Sekaligus buka puasa dengan khas Sumbawa; “Sepat.” Terima kasih atas kenikmatan Sepat karena di Jakarta jarang kita temukan, kalau tidak membuat sendiri.

Setelah setengah jam bicara pembukaan dirumah Kades Moyo Mekar. Penulis diajak oleh #KawanRusdiKawanKita meninjau sebuah lokasi yang sangat bagus dan potensi dikembangkan Wisata Air. Berjalan cukup 5 menit, tiba di Rumah Apung (Ruma) pemilik Desa Moyo Mekar Kecamatan Moyo Hilir Sumbawa. Saat tiba, penulis langsung melihat potensi wisata air yang berencana dikembangkan pada sisi kiri dan kanan dengan memasang beton penahan air. Kemudian diatasnya, dibuat lapak-lapak komersil sebagai tempat penjualan produk-produk unggulan berupa Kopi Khas Moyo Mekar atau penulis berikan nama label tadi atas nama Kades Saji (Kawa Desa, kata: saji lupa kepanjangan), Ai Poka berupa minuman botol yang terbuat dari campuran tempahan seperti Jahe, Lengkuas, Setai, Kunyit, Kayu Sepang dan lainnya dan produk Baso Siong (popcorn).

Bantaran wisata air sungai bendungan tersebut, akan terpasang lapak-lapak penjualan. Hal ini, merupakan cara membangun ekonomi dengan optimalkan produk (komoditas) unggulan yang bermanfaat dalam pengoptimalan sumber daya manusia yang ada. Sudah pasti, lambat laun akan mampu transfer knowledge (pengetahuan) tentang suatu bahan baku yang memiliki nilai ekonomis tinggi.

Selain itu, dengan adanya produk unggulan mampu munculkan potensi peningkatan ekonomi masyarakat Desa Moyo Mekar Kecamatan Moyo Hilir. Hal inilah, dapat kita temukan potensi. Bisa juga kedepan kembangkan produk selai jagung, puding jagung, selai sawo, keripik sawo. Produk unggulan Desa Moyo Mekar yang diciptakan merupakan potensi yang sangat menjanjikan masa depan masyarakat.

Lagi pula, penulis mencoba memberikan masukan dan saran bahwa produk unggulan harus terintegrasi dengan pemanfaatan teknologi Informasi dan komunikasi yang bertujuan promosikan produk unggulan secara efisiensi dan efektif. Perlu dipahami, tingginya pengguna internet di Sumbawa harus digunakan sebagai lahan promosi melalui sistem website dan jual beli online. Guna pengembangan dan pemberdayaan yang dikelola masyarakat untuk menurunkan tingkat lajunya kemiskinan berbasis pemberdayaan masyarakat desa.

Termasuk Wisata Air Sungai Bendungan Moyo Mekar sudah mengarah pada desa mandiri. Namun butuh proses pembangunan yang bertahap dan efektif. Rencana pembangunan bantaran perkiraan habis biaya sekitar 1,5 miliar. Tentu, cara peroleh dana sebesar itu, harus ada dukungan pemerintah dan dukungan masyarakat secara bersama-sama sehingga wajib di-support agar menjadi satu bagian terhadap pengembangan dunia pariwisata Desa Moyo Mekar Kecamatan Moyo Hilir.

Penting juga kedepan, tingkatkan partisipasi masyarakat, swadaya dan kemandirian dengan kembangkan usaha Wisata Sungai secara optimal dan tumbuhkan usaha ekonomi produk unggulan masyarakat desa Moyo Mekar. Harapan besar harus menjadi penggerak industri rumahan dalam mencetak produk unggulan. Ke depannya menjadi desa mandiri Moyo Mekar. Karena sebagian besar usaha di desa adalah usaha mikro dan sedikit kategori usaha kecil.

Usaha mikro dan kecil adalah usaha yang serba terbatas, dan cenderung hanya mampu bertahan hidup. Kemampuan berinvestasi dan kembangkan skala usaha sangat terbatas, bahkan nyaris tidak mungkin. Sehingga, harapan usaha mikro dan kecil untuk berkembang sendiri akan memakan waktu dan energi yang banyak menimbulkan risiko yang besar.

Maka, harus ada skema khusus yang dapat menjadikan usaha-usaha mikro dan kecil di desa dapat bekerja sama dan saling menguatkan, saling menjamin keberlangsungan. Karena itu, harus ada rumusan kebijakan pemerintah dan keterlibatan penuh sebagian besar warga dalam penguasaan produksi dan rantai pasok dari produk-produk yang mereka hasilkan.[]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed