by

Satu Ambulance Satu Desa: Jalan Cepat Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Penulis: Rusdianto Samawa, Pendiri Teluk Saleh Institute (TSI)

_________________

Hari ini saya, jenguk Syamsuddin Muhid, warga dusun Bonto Desa Labuhan Bontong. Tetangga rumah. Jenguk di Rumah Sakit Provinsi Abdul Kadir Manambai – Sumbawa. Saya banyak mendengar cerita, keluhan, saran dan tentunya butuh pertolongan pertama dan utama. Sakit sudah sejak lama. Faktor rakyat sakit sifatnya pasrah. Biarkan sakit mengalir seperti nikmati bahagianya. Tapi sakit.

Karena rakyat merasa malu dengan pemerintah untuk mengatakan diri dan keluarganya sakit. Padahal harapan rakyat untuk dilayani itu secara optimal, cepat dan tepat sangat diperlukan. Meskipun kematian dan sakit itu takdir yang harus dijalani dan dipahami. Namun, harus ada pendekatan dan mainseat pemerintah dalam melayani rakyat yang sedang sakit. Jangan biarkan rakyat sakit.

Setelah mendengar banyak keluhan dan harapan semua orang sakit dirumah sakit diseluruh Pulau Sumbawa. Penulis merasa bertanggung jawab untuk menyuarakan hal ini. Terutama pelayanan kepada masyarakat pesisir yang kadang sakitnya dinikmati hingga ajal tiba. Karena faktor tidak ada biaya, transportasi mahal dan keterbatasan jaminan kesehatan. Penulis merasa sedih melihat fakta ini.

Sala satu contoh kecil, Syamsuddin Muhid yang baru dikunjungi harus menyewa mobil dari rumahnya ke puskesmas untuk berobat. Kemudian, pilihannya dilanjutkan memakai ambulance dan/atau mobil sewaan. Penulis merasa, ambulance yang mestinya datang dengan cepat dan murah bagi warga sangat diperlukan. Atas dasar banyaknya warga yang sakit dan minimnya fasilitas ambulance. Maka sudah saatnya Satu Ambulance Satu Desa supaya warga peroleh pelayanan lebih cepat dan murah sehingga tidak ada lagi kesulitan bagi warga.

Pelayanan dasar bagi publik menjadi tugas pemerintah yang hingga kini belum dapat dituntaskan. Namun telah menunjukkan peningkatan kualitas dan kuantitas. Keresahan masyarakat bisa diberikan titik terang agar Satu Ambulance Satu Desa benar-benar menjadi solusi rakyat untuk dapatkan pelayanan kesehatan. Pemerintah Desa se Pulau Sumbawa dapat memberikan pelayanan kesehatan prima untuk warganya dengan cepat, murah dan gratis melalui penggunaan Dana Desa dalam pengadaan Ambulance.

Sudah banyak desa baik di Pulau Sumbawa yang menggunakan Dana Desa untuk pengadaan Ambulance Car and Ship di setiap desa. Di Pulau Sumbawa, sudah terdapat dibeberapa desa, misalnya kecamatan Sape Bima terdapat 5 Desa, di Kabupaten Sumbawa Barat desa Meraran dan lainnya.

Memang pemerintah kabupaten / kota harus mengintegrasikan peraturan supaya tidak terkesan menyalahi aturan yang diatur melalui regulasi Peraturan Bupati masing-masing. Begitu juga, selama program tercantum dalam RPJM Desa dan telah dianggarkan dalam RAPB Desa serta sesuai dengan Permendesa PDTT tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa dalam pelayanan dan pembangunan kesehatan masyarakat.

Perlu pertimbangan atas paradigma APBD daerah masing-masing Kabupaten / Kota, yakni tahun anggaran 2020 – 2021 yang sedang berjalan. Sementara jadwal anggaran tahun 2021 – 2022 target pembahasan dan realisasi pada bulan Juni dimulai. Program ambulance ini memakai logika politik anggaran dan mekanisme pengajuan pengesahan anggaran, tidak memungkin realisasi ambulance memakai APBD.

Jika Pemerintah Desa mengadakan ambulan tahun ini 2022, bisa dilakukan usulan dan pertimbangan melaluu RPJM Desa dan telah dianggarkan dalam RAPB Desa. Dasar hukum yang kuat ada pada Permendesa PDTT tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2021. Pada Pasal 4 ayat (3) disebutkan penggunaan Dana Desa diharapkan dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat desa berupa peningkatan kualitas hidup, peningkatan kesejahteraan dan penanggulangan kemiskinan serta peningkatan pelayanan publik di tingkat Desa. Pasal 5 ayat (2) huruf b yang berbunyi “pengadaan, pembangunan, pengembangan, dan pemeliharaan sarana prasarana pelayanan sosial dasar untuk pemenuhan kebutuhan: angka 1. kesehatan masyarakat”.

Setelah itu, baru diperjelas dalam Lampiran Penetapan Prioritas Penggunaan Dana Desa Berdasarkan Kewenangan Desa, pada bagian Daftar Kegiatan Prioritas Bidang Pembangunan Desa, angka 2) Peningkatan Kualitas dan Akses terhadap Pelayanan Sosial Dasar, huruf a) pengadaan, pembangunan, pengembangan dan pemeliharaan sarana prasarana kesehatan, antara lain: mobil/kapal motor untuk ambulance Desa (poin ke-5). Namun sebagai warga yang baik juga perlu ikut mengawasi pemanfaatan ambulan ini.

Kalau 400-an desa se Pulau Sumbawa lakukan pengadaan Ambulance Car and Ship, akan permudah pelayanan kesehatan terutama di desa-desa terpencil. Pembelian kedua jenis ambulance tersebut sesuai dengan Permendesa PDTT No. 13 tahun 2020 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2021. Permendesa ini mengatur Prioritas Penggunaan Dana Desa dan pedoman umum pelaksanaan penggunaan Dana Desa Tahun 2021. Hal yang cukup menggembirakan adalah masuknya SDGs ke Desa sebagai pedoman umum pelaksanaan dana desa tahun 2021.

Permendesa PDTT No. 13 tahun 2020 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2021 sebutkan; SDGs Desa adalah upaya terpadu mewujudkan Desa tanpa kemiskinan dan kelaparan, Desa ekonomi tumbuh merata, Desa peduli kesehatan, Desa peduli lingkungan, Desa peduli pendidikan, Desa ramah perempuan, Desa berjejaring, dan Desa tanggap budaya untuk percepatan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan. Permendesa PDTT No. 13 tahun 2020 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2021 tetap mengutamakan kesehatan masyarakat desa dan perbaikan kondisi ekonomi desa.

Apalagi, menurut Permendesa bahwa Pandemi COVID-19 adalah bencana yang disebabkan oleh faktor nonalam yaitu Corona Virus Disease 2019 (COVID 19) yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat Desa, sehingga mengakibatkan korban jiwa manusia serta dampak sosial, ekonomi, kesehatan dan kejiwaan atau psikologis manusia. Di dalamnya terdapat banyak hal yang bisa dilakukan dengan dana desa. Bahkan untuk meningkatkan kualitas dan akses terhadap pelayanan sosial dasar di tingkat desa, pemerintah desa diperbolehkan menggunakan DD untuk membeli kendaraan roda empat, seperti ambulance.

Desa desa yang dimanfaatkan untuk pembelian ambulance berasal dari dana desa tahun anggaran 2022 nanti. Harus memahami harga rata-rata satu unit mobil dibeli dengan harga Rp 190 – 250 juta yang diambil dari Dana Desa tahun 2022. Mayoritas masyarakat menginginkan adanya kedua jenis ambulance tersebut, khususnya desa-desa pesisir yang jauh akses kesehatannya.[]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed