by

2 Warga Korban Perahu Tenggelam  Dihantam Badai, Dibantu Posal Miangas

Talaud- Siklon tropis Surigae sudah mereda, namun demikian cuaca ekstrem berupa angin kencang dan hujan deras yang datang secara tiba-tiba masih sering terjadi di wilayah Kabupten Kepulauan Talaud yang terletak di bibir samudera Pasifik di wilayah paling Utara NKRI.

Termasuk di sekitar pulau dan perairan Miangas yang merupakan titik 0 KM Utara Indonesia. Pada Jumat, (7/5/2021) siang, terjadi kecelakaan laut yang menimpa 2 nelayan Pulau Miangas, Markus dan Yopie, karena perahu yang dinaiki terbalik karena dihantam gelombang tinggi dan hujan deras.

Setelah berjam-jam berenang menyelamatkan diri, kedua nelayan tersebut berhasil mencapai pantai dan selamat, namun perahunya tenggelam dan tidak bisa diselamatkan.

Setelah mendengar informasi kejadian tersebut, prajurit Posal Miangas Lanal Melonguane mendatangi rumah korban selamat dan memberikan bantuan berupa pemeriksaan kesehatan dan pemberian obat oleh Serda APM Aprianto selaku personel kesehatan Posal Miangas.

Setelah dilaksanakan pemeriksaan, kedua korban selamat didapati tidak mengalami cidera, namun kelelahan dan merasa pusing karena berenang cukup lama menghadapi gelombang tinggi.

Sehubungan dengan kejadian tersebut, Letkol Marinir Adi Sucipto, ST M Tr Hanla sebagai Komandan Lanal Melonguane kembali menyampaikan imbauan kepada masyarakat Talaud, khususnya bagi para pengguna laut baik itu nelayan, penyedia atau pengguna jasa transportasi laut dan lainnya, untuk mengutamakan dan memperhatikan faktor keamanan dan keselamatan saat akan berada dan beraktivitas di laut.

“Membaca dan mempertimbangkan faktor cuaca maritim, selalu menyediakan dan menyiapkan peralatan keselamatan, ketersediaan alat navigasi dan komunikasi, termasuk selalu mengecek kondisi kapal atau perahu secara rutin dan sebelum berangkat ke laut merupakan hal penting dan wajib dilakukan oleh para pengguna laut,” ujar Sucipto.

Danlanal Menambahkan , Khusus kepada masyarakat nelayan teramsuk nelayan tradisional yang ada di Kabupaten Talaud, agar membentuk dan/atau mengaktifkan kelompok-kelompok nelayan di daerah masing-masing.

“Selain untuk saling membantu dan mendukung/membantu pada saat melaksanakan kegiatan di laut atau pun pantai (pra/pasca melaut), juga dapat mengadakan berbagai peralatan keselamatan, navigasi dan komunikasi secara berkelompok, sehingga dapat meringankan biaya pembelian karena dilaksanakan secara gotong-royong,” lanjutnya.

Danlanal Sucipto Penggunaan peralatan-peralatan tersebut nantinya bisa dipinjamkan kepada anggota kelompok yang melaksanakan kegiatan di laut serta terdapat peralatan komunikasi yang stand by siaga di darat/pantai selama anggota kelompok berada dan melakukan aktivitas di laut. Kelompok-kelompok nelayan tersebut diharapkan juga mengatur, memantau serta melaksanakan pengawasan terhadap anggota kelompoknya saat berkativitas di laut.

“Kemudian bisa juga dikembangkan intuk kegiatan pengolahan hasil tangkapan sehingga dapat meningkatkan ekonomi Para nelayan itu sendiri,” pungkas Orang nomor satu di jajaran Lanal Melonguane.

(liw).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed