by

TUJUH BANGUNAN SEMI PERMANEN LULUH DILALAP SI JAGO MERAH 

 

ROKAN HULU- Bangunan semi permanen milik Pondok Pesantren (Ponpes) Daarul Qur’an Darussalam di Desa Bukit Intan Makmur, Kecamatan Kunto Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) ludes dilalap sijago merah Rabu (13/9) sekira pukul 05.30 Wib shubuh.

 

‎Kebakaran yang meludeskan tujuh ruangan Ponpes Daarul Qur’an tersebut akibat hubungan arus pendek listrik  atau korsleting listrik.

 

Tujuh bangunan yang terbakar yaitu 1 bangunan kantor Ponpes, 2 rumah guru, 2 ruang kelas belajar santri dan 2 asrama santri.‎

 

Pimpinan Ponpes Daarul Qur’an Darussalam, Ahmad Siregar, menduga  api berasal dari korsleting listrik (arus pendek) berasal dari salah satu bangunan.

 

Percikan api dengan cepat menjalar ke bangunan semi permanen di sebelahnya.

 

‎Beliau mengatakan kebakaran hebat terjadi saat seluruh santri dan majelis guru tengah melaksanakan Shalat Subuh berjama’ah di masjid Ponpes yang letaknya hanya beberapa meter dari lokasi kejadian.

 

Usai Shalat Subuh, para santri dan majelis guru langsung berlarian ke ‎lokasi kebakaran untuk menyelamatkan barang-barangnya. ‎

 

Karena api mendadak  begitu besar, para santri dan guru tidak berani masuk ke bangunan yang sedang terbakar.‎

“Kami  tidak sempat menyelamatkan Alat Tulis Kantor (ATK) seperti  laptop, komputer, dan dokumen penting milik Ponpes. Bahkan, baju seragam santri yang baru tiba Selasa (12/9) malam ikut dilalap sijago merah,” aku Ahmad

 

Santri bersama guru, dibantu warga sekitar hanya bisa melakukan‎ pemadaman menggunakan peralatan nanual seadanya.

 

Tak lama berselang, 2 mobil pemadam kebakaran milik PT. Eka Dura Indonesia (EDI) tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman.

 

“Atas nama  keluarga besar Ponpes Daarul Qur’an mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada pihak PT. EDI yang telah membantu kami memadamkan kobaran sijago merah,” katanya.

 

Dengan musibah yang  menimpa Ponpes Daarul Qur’an, Ahmad berharap bantuan dari Pemkab Rohul atau Pemprov Riau serta para dermawan untuk ikut  membantu, sehingga bangunan Ponpes yang terbakar bisa dibangun secepatnya.

 

Pasca 7 bangunan terbakar, para santri untuk sementara waktu dipulangkan ke orang tuanya masing-masing, sampai ada dermawan yang bersedia membantu pembangunan bangunan yang ludes dilalap sijago merah.

 

 

(R.lubis/Dar/Ris)

 

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed