by

FPII, AKRINDO DAN SOLIDARITAS JURNALIS SIDOARJO GELAR AKSI TUNTUT OKNUM TU SMPN 1 CANDI*

 

SIDOARJO – Gabungan massa yang mengatasnamakan Solidaritas Jurnalis, Forum Pers Independent Indonesia (FPII) dan AKRINDO pada Rabu 20 September akan turun dan menuntut oknum TU SMPN 1 Candi Sidoarja telah melecehkan profesi Jurnalis dengan sengaja.

 

Sikap dan perilaku arogansi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sangat tidak pantas dilakukan oknum TU SMPN 1 Candi telah melucutkan profesi jurnalis dengan kata kata tak layak dengan kata lain ‘jurnalis seakan akan seperti lacur’

 

Sebelum melakukan aksi di depan kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab.Sidoarjo, terlebih dahulu massa berkumpul di lapangan GOR Sidoarjo beserta dengan mobil komando.

 

Koordinator aksi demo damai, Suprapto sekaligus ketua setwil FPII Jawa Timur  menyampaikan, ada beberapa agenda dalam aksi demo nantinya di Sidoarjo dan tuntutan.

 

“Sebagai bentuk solidaritas Jurnalis, kami akan melakukan aksi protes keras dan menuntut oknum TU SMPN 1 Candi agar diproses sesuai UU Pers 40/1999 tentang pelecehan profesi jirnalia,” tuturnya.

 

Wartawan bukan momok dan jurnalist bukanlah teroris. Buat pejabat di Sidoarjo khususnya, jangan memandang sebelah mata dengan profesi wartawan. Dengan aksi ini nanti kita akan ajak semua wartawan dari berbagai media dan lembaga untuk turun sebagai tuntutan kami untuk menghargai profesi jurnalis secara utuh.

 

“Kejadian pelecehan terhadap profesi jurnalis bukan kali ini terjadi, tetapi hampir setiap tahun sedikitnya 121 jurnalis dan media dilecehkan bahkan sampai terjadinya tindak kekerasan, kini telah terulang lagi pelecehan terhadap dua rekan kita seprofesi yang saat itu sedang menjalankan tugas sebagai jurnalis yang dilakukan oknum pegawai TU SMPN 1 Candi Sidoarjo,” ungkap Prapto, Minggu (17/9).

 

Prapto menambahkan, sedikitnya kurang lebih dari 200 wartawan akan hadir dalam aksi ini. “Kami akan berjalan dari titik kumpul di lapangan GOR Sidoarjo dan menuju ke kantor Dinas Pendidikan Kab. Sidoarjo.” terangnya.

 

Perlu diketahui, sebelumnya Tata Usaha bernama BT, wanita kelahiran Tapanuli Utara ini dengan arogan mengatakan, ‘kurang kerjaan wartawan datang kemari !!!,

 

” Iniloh bawa-bawa wartawan, Lah teman saya lo orang Batak banyak yang wartawan, tidak apa saya dimasukan koran biar terkenal saya,” ucap nada dengan kasar.” tutup Prapto (red/anhar R)

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed