by

WAN HIDAYATI HIPTNOTIS PENONTON DI TIM-JAKARTA DALAM PERAN “PRITA ISTRI KITA”

JAKARTA-Pertunjukan Monolog “Prita Istri Kita”,  diperankan  Kepala Dinas Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Wan Hidayati, tampil sangat memukau para  penonton di Taman Ismail Marzuki (TIM)-Jakarta.

 

Pergelaran lakon monolog “Prita Istri Kita” Karya Arifin C Noer Produksi Teater Nasional (TENA), Medan, Sabtu 16 September 2017, sekitar pukul 20.00 wib, Malam di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki Jakarta.

 

Lakon monolog yang diperankan, Wan Hidayati ini terkhusus didedikasikan buat Sori Siregar, terkait peranan beliau sebagai salah seorang pendiri TENA dan satu-satunya masih hidup, tanggal 28 Oktober 2017 mendatang, TENA genap berusia 54 tahun.

 

Peragaannya, begitu memukau, menghipnotis penonton, bahkan membuat tegang, tak sadar mata berair, karena tak berkedip berjam-jam,  para penonton geleng-geleng kepala, bedecak kagum menyaksikan gaya dan kelihaian Wan Hidayati dalam peran tersebut.

 

Monolog “Prita Istri Kita” kali ini bernuansa khas Melayu-Medan  mengisahkan sebuah keluarga atau rumah tangga seorang istri memiliki suami seorang guru yang jujur dengan pendapatan pas-pasan.

 

Atas prestas yang dilakoni Kadis LH  Sumut ini, rencananya akan ditampilkan di Yogyakarta pada awal Tahun 2018 memdatang.

 

“Kita akan mengadakan Monolog ini tahun depan,  Insya Allah pada awal Tahun depan, kami mentas Yogyakarta mungkin di awal tahun,” kata Yan Amarni.

 

“Saya berharap kedepannya semoga kami dapat tampil lagi di Taman  Ismail Marzuki Jakarta,” tuturnya, Selasa (19/9) sore.

 

Monolog “Prita  Istri Kita” dari Medan kali ini sengaja dibuat berbeda dari sebelumnya, baik dari berbagai sisi tari, gerak, dialek dengan sentuhan-sentuhan  Musik Melayu.

 

Supaya terlihat lebih menarik,  sehingga mata seluruh petonton di Taman Ismail Marzuki Jakarta, tak berkedip melotot, mengikuti alirnya adegan demi adegan.

 

Pementasan ink dihadiri  Teater Bunga, Teater Kail Rita Matu Mona, Anggota Komite Dewan Kesenian Medan,  Tudung Mulya Lubis, Adek Yuli Arif Nasution, Kalong, Rendra, Yan Amarni (Sutradara)  Rudolf Puspa (Sutradara Teater Kriling) serta Seniman Medan yang saat ini

 

Pemeran Wan Hidayati,  sutradara Yan Amarni Lubis  hadir Sori Siregar (Salah seorang pendiri TENA), Todung Mulya Lubis, Saut Poltak Tambunan, Rita Matu Mona,  Jose Rizal Manua, Alex Latief (Sutradara film) serta sejumlah kelompok teater di Jakarta.

 

Pimpinan Panggung Hadi RA, Penata Musik, Mitra Hutagalung dan Mak Yal Gambus, Penata Gerak, Mak Yal dan Retno Utami, Penasehat Produksi Sori Siregar  dan Tatan Daniel, Pimpinan Produksi, Putri Nadya Hutagalung dan Pimpinan Unit Buyung Bozard. (erni Tanjung/r)

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed