by

DUGAAN KORUPSI DANA BIMTEK, KADIS PMD PALAS SEBUT NARASUMBER STRES

 

PADANG LAWAS-Anggaran Bimtek para Kepala Desa (Kades) se-Kabupaten Padang Lawas (Palas) tahun anggaran 2017,  diduga kuat jadi ajang korupsi,  peserta tidak mendapat uang saku, fasilitas penginapan satu kamar hotel untuk dua orang peserta, padahal setiap peserta membayar Rp 4,5 juta per orang.

 

Khabarnya,  tahun 2015 silam peserta bimtek kades se Palas mendapat uang saku Rp 300 ribu, bayaran peserta sama besarnya dengan tahun ini yaitu 4,5juta peserta, lama kegiatan juga sama yakni 3 hari.

 

Hal inilah, menjadi kuat dugaan dana bimtek kades se Palas di tahun ini jadi ajang korupsi, ironisnya dana bimtek tersebut diduga mengalir ke oknum Kadis

 

Kemudian, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) kab, Palas, Hamzah Nasution dikonfirmasi  Rabu (18/9), melalui, Short Messag Service (SMS) langsung mendapat jawaban.

 

“Kami pak iwan tidak pernah menyelenggarakan bintek untuk kades yang bersumber dari dana desa, untuk itu ngga ada kemungkinan kami  bisa melaksanakan pungli, saran kami pak iwan Langsung aja dikompirmasi  kepada Penyelenggara bintek yang ada,” jawab melalui nomor kontaknya.

 

 

“Kepada peserta bintek untk beberapa orang agar lebih jelas dan tidak jadi fitnah, atau dicari info kepada penyebar info apa motivasinya atau nara sumbernya yang stresnya kemungkinan pak iwan,” sahutnya lagi

 

Informasi dan hasil konfirmasi sebelumnya,

kepala desa yang juga pengurus APDESI di Padang Lawas berinisial, R melalui telepon seluler pada Selasa (12/9).

 

dalam percakapan seluler itu wartawan bertanya kepada R tentang bimtek kepala desa yang ke Parapat. R menyebutkan, semua Kadis yang mengelola itu  kalau awal depannya

 

” Kita termasuk membawa semua permohonan bimtek. ‘Aliran dana’, saya berikan Rp 600 ribu per peserta ke Kadis buat dia saja itu, dia bilang butuh dana buat Biaya Pilkada tahun 2018. yang belakangan di  Medan itupun kalau saya tidak salah Rp 1,5 juta per peserta ke dia, dia yang ceritakan sama saya mangkanya perlu dek kalian pertanyakan itu apakah dana kepala desa ini diperuntukkan buat dana Pilkada,”  sebut R dengan mengunakan bahasa daerah setempat.

 

Terkait dugaan aliran dana tersebut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Palas, Hamzah Nasution, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya Rabu (13/9).

 

Hamzah, menyebutkan tidak ada aliran dana kepadanya.

” Tidak ada itu perlu kalian tanyak dulu ke dia (sumber R) di mana dia berikan sama saya,”  kata Hamzah. (Iwan Lubis)

 

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed