by

KTU SLTP N I BONJOL BANTAH LAKUKAN CABUL TERHADAP DUA ORANG PELAJAR 

 

 

 

PASAMAN-Kepala Tata Usaha SMPN I Bonjol Pasaman, M. Nasrun Dt Bando Kayo membantah telah melakukan cabul terhadap dua orang pelajar SLTP N I Bonjol Kabupaten Pasaman.

 

 

“Saya hanya mendidik dua orang siswi tersebut di ruang Bimbingan Konseling (BK), Dan tidak ada memegang payudara pelajar tersebut, saya hanya memegang jilbabnya karena sudah kesal terhadap yang dilakukan anak tersebut dengan pacarnya di luar sekolah,” kata M. Nasrun Dt Bando Kayo kepada sejumlah awak media di Lubuksikaping, Senin (2/10).

 

 

Menurutnya, ia merasa dijebak oleh oknum Komite Sekolah yang merasa tidak senang dengan dirinya. Dua orang pelajar tersebut sudah sering dipanggil pihak sekolah dan guru BK, karena tidak sanggup lagi guru BK yang lain untuk mendidiknya, makanya ia diminta mendidiknya selaku anggota BK sekolah.

 

 

“Alasan saya dijebak dalam kasus ini, kenapa sendiri saja yang dipanggil untuk mendidik dua pelajar tersebut di dalam ruangan. Kenapa tidak didampingi oleh guru lain, dan kenapa secara terpisah-pisah dalam mendidiknya” tanya M. Nasrun Dt Bando Kayo.

 

 

ia juga menjelaskan, dalam permasalahannya itu, ia sudah menunjuk pengacara Boy Roy Indra, SH untuk mendampinginya dalam dugaan kasus cabul yang menimpa dirinya.

 

 

Sesuai dua laporan keluarga pelajar tersebut, dengan Laporan Polisi Nomor : LP/28/IX/2017/Sek-Bjl tanggal 28 September 2017 Tentang Perbuatan Cabul dengan Tempat Kejadian Peristiwa (TKP) di dalam ruangan Bimbingan Konseling (BK) SLTP N 1 Bonjol.

 

 

Kemudian, LP/29/IX/2017/Sek-Bjl, tanggal 28 September 2017 tentang dugaan perbuatan cabul yang terjadi pada, Selasa 29 Agustus 2017 sekira pukul 14.00 WIB di dalam ruangan Bimbingan Konseling (BK) SMP N 1 Bonjol.

 

 

Dikatakannya, sewaktu memberikan bimbingan kepada kedua pelajar tersebut ia merasa kesal saat pelajar itu mengatakan ia berpacaran dengan lelaki pelajar dan melakukan hal-hal yang tidak wajar.

 

 

Mendengar pengakuan itulah, saya selaku orang tua disekolah itu akhirnya marah dan memegang jilbab pelajar tersebut sambil mengatakan “anak baru seumur ini kamu sudah melakukan hal-hal yang tidak wajar,mau jadi apa kamu nanti”. Kata Nasrun sambil memegang jilbab pelajar tersebut.

 

 

“Selain Kepala TU, saya juga anggota BK SMPN I Bonjol tersebut. Jadi punya wewenang untuk memberikan bimbingan kepada pelajar” terangnya.

 

 

Kemudian, ia tidak ada menunggu siswa tersebut di dalam ruangan BK seperti yang dituduhkan. Tapi ia hanya dipanggil oleh guru yang lain yakni guru BK setelah siswa tersebut berada di ruang BK.

 

 

Berita sebelumnya, oknum Kepala Tata Usaha SMPN I Bonjol Kabupaten Pasaman, dilaporkan oleh dua orangtua siswa ke polisi karena diduga telah mencabuli anak mereka.

 

 

Sementara itu, Kapolsek Bonjol, Iptu Tirto Edhi saat dikonfirmasi Awak media membenarkan, ada dua laporan polisi yang masuk ke Polsek Bonjol terkait kasus dugaan pencabulan dua orang pelajar wanita di SMPN I Bonjol.

 

 

Katanya, laporan dugaan pencabulan itu dilakukan oleh seorang ASN berinisial N (50). Ia dilaporkan terkait dugaan pencabulan terhadap dua orang anak yakni Mawar (14), dan Bunga (14) (keduanya nama samaran-red).

 

 

Menurut keterangan dari orang tua korban, dengan Laporan Polisi LP/28/IX/2017/Sek-Bjl, tertanggal 28 September 2017, NF (45) warga Biduak Nagari Ganggo Mudiak, kejadian tersebut berawal ketika korban Mawar (14) sedang jam istirahat.

 

 

Ia menyampaikan, pada Senin (2/10) pagi sejumlah saksi-saksi pelapor sudah dipanggil untuk klarifikasi. Selanjutnya, Selasa (3/10) ini saksi-saksi korban bersama PPA Satreskrim Polres Pasaman juga akan diminta klarifikasi terkait kasus tersebut. (Icuk Rz).

 

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed