by

JAKSA AGUNG PRASETYO DARI NASDEM: JAKSA AGUNG UTK NEGARA ATAU AHOK PENISTA AGAMA

JAKARTA-Tuntutan kepada Buni Yani sungguh zalim dan biadab. JPU menuntut Buni Yani 2 tahun dan denda 100 juta rupiah tidak berdasarkan fakta persidangan tetapi berdasarkan napsu balas dendam mewakili Nasdem yang mencalonkan Ahok jadi Gubernur DKI.

 

JPU tidak bisa membuktikan bahwa Buni Yani yang memotong video menjadi 30 detik karena tak seorang pun saksi yang melihat perbuatan tersebut. Jadi dari mana datangnya tuntutan zalim dan biadab ini yang disesuaikan dengan Pasal 32 Ayat 1 UU ITE?

 

Dalam kezaliman dan kebiadaban yang dipenuhi balas dendam, begini kata Jaksa Agung, “Saya sampaikan untuk kasus Buni Yani, JPU telah mengajukan tuntutan pidana selama dua tahun penjara. Pertimbangannya untuk keseimbangan karena bagaimanapun kasus ini tidak bisa dilepaskan kasus lain sebelumnya,” ujar Prasetyo di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (11/10).

 

Jelas sudah hukum sekarang tidak dilaksanakan berdasarkan kebenaran dan keadilan tetapi berdasarkan balas dendam dan dengki partisan. Apa dasarnya hukuman Buni Yani harus disamakan dengan Ahok? Belajar hukum di mana Jaksa Agung zalim dan biadab ini?. (dtc/re)

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed