AMI 2017 AKAN GELAR PESTA PENGHARGAAN MUSIK INDONESIA

 

JAKARTA- – Tak lama lagi, pesta penghargaan terbesar musik Indonesia, Anugrah Musik Indonesia (AMI) 2017 segera digelar pada Kamis (16/11).

 

 

Pengumuman 52 kategori pun telah resmi dipublikasikan oleh Yayasan Anugerah Musik Indonesia (YAMI) pada Jumat (13/10), di kawasan Jakarta Selatan. Setelah berjalan selama 20 tahun, AMI 2017 mengusung sesuatu yang berbeda, khususnya dalam memanfaatkan era digital untuk memajukan musik Indonesia.

 

 

Menurut Ketua Umum YAMI, Dwiki Dharmawan perkembangan musik di Indonesia tidak akan terpisah dengan digitalisasi yang berkembang saat ini. Dengan terus mengasah kreativitas, digitalisasi dianggap mampu untuk menjadi pendorong pergerakan musik Indonesia.

 

 

Oleh karenanya, sebagai ajang bergengsi musik tahunan di Indonesia, AMI terus berkomitmen untuk berkiprah lebih aktif demi memberikan kontribsi pada kemajuan industri musik Tanah Air.

 

 

“Perkembangan teknologi yang disruptive telah mengubah gaya hidup dan cara menikmati musik. Dahulu kita lihat masih banyak toko-toko musik di mal ataupun pasar. Tetapi, Kalau sekarang sudah beda dan jarang sekali, itu karena mendengarkan musik saja bisa lewat streaming,” ungkapnya saat acara pengumuman nominasi AMI 2017, di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (13/10).

 

 

Merujuk dari hal-hal tersebut, AMI pun tidak ingin menutup mata terhadap perkembangan ini. Digitalisasi yang ada, justru membuat segalanya lebih mudah. Kini AMI membuat sebuah terobosan besar, yaitu dengan memperkenalkan sistem pendaftaran secara online.

 

Sebelumnya, pendaftaran untuk semua calon nominasi dilakukan secara konvensional dengan mengedarkan formulir daftar isian kepada anggota.

 

 

“Kini semua bisa menjadi lebih mudah untuk peserta ataupun pihak penyeleksi. Kemudahan ini pun terbukti dengan peningkatan pesera dari tahun lalu sebanyak 71 persen. Namun, karena tahun ini adalah tahun pengenalan, YAMI masih memberikan kesempatan untuk melakukan pendaftaran secara konvensional,” ungkap Noorcahyo Irianto, Head of Marketing AMI 2017.

 

 

Diketahui, peserta yang terkumpul tahun ini adalah sebanyak 1.072. Beragam warna genre pun tergabung. Untuk memberikan kurasi yang kompeten, YAMI juga berkomitmen memperbaiki kerangka kerjanya. Saat ini sudah terdapat 1.200 anggota reguler, yang berasal dari kalangan umum dan anggota suara, yang berasal dari produser, penata musik, komposer, yang telah dipilih melalui seleksi ketat untuk bergabung dalam YAMI.

 

 

“Awalnya 1.072 peserta masuk ke YAMI. Kemudian sidang kategorisasi dilakukan, dengan mengundang para pakar dari berbagai bidang dan genre. Setelah kategorisasu selesai, kemudian diedarkan kepada seluruh anggota reguler menentukan calon nominasi.

 

 

Selanjutnya, data yang masuk akan diolah oleh auditor publik dan akan diserahkan kepada anggota suara untuk menentukan pemenang di setiap kategori,” ungkap Budi Ace, Tim Kategorisasi AMI 2017.

 

 

Kategori Baru

 

Ketika sistem online mempermudah masuknya berbagai genre dan jenis musik di Tanah Air, tak menutup kemungkinan bahwa AMI Award juga akan menambahkan nominasi untuk kategori baru yang dianggap perlu di angkat ke permukaan. Dengan mengusung tema Musik Tanpa Batas, kali ini AMI menambahkan dua kategori baru, yaitu karya produksi lagu berlirik spiritual Islami, dan karya produksi lagu berlirik spiritual Nasrani.

 

 

 

Ditegaskan  Budi, bahwa lagu religi atau rohani bukanlah sebuah genre, melainkan sebuah definisi untuk membantu pendengar untuk menjelaskan bahwa lagu tersebut bernafaskan dan berlirik agama. Meskipun sudah lama lagu religi berkembang di masyarakat, namun di tahun inilah saatnya para musisi unjuk gigi di ajang penghargaan tertinggi musik Indonesia.

 

 

“Produktivitas seniman di Indonesia semakin berkembang. Jadi sejak saat itu, kami merekomendasikan AMI award untuk sampaikan ke masyarakat luas bahwa kategori musik bernafaskan lirik rohani akan dibuat. Karena, musik ini bukan sekedar untuk ibadah, karya musik itu adalah sebuah karya seni yang memiliki nilai jual. Karena itu harus dinilai, sehingga, makin lama kualitasnya makin baik. Seperti yang diketahui, acara ini ada untuk terus meningkatkan kualitas musik di Indonesia setiap tahunnya,” tuturnya.

 

 

Selain itu, kategori ini juga dibuat untuk menyampaikan kepada masyrakat bahwa Indonesia memiliki keberagaman yang sangat indah. Semangat toleransi tercermin dari berbagai lapisan industri, termasuk musik.

 

“Diharapkan tahun yang akan datang, kategori lagu bernafaskan lirik rohani dapat diisi oleh agama lain di Indonesia. Jadi AMI akan semakin seru,” tutup seorang pengamat musik ini. (difta)

 

 

No Response

Leave a reply "AMI 2017 AKAN GELAR PESTA PENGHARGAAN MUSIK INDONESIA"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.