KAJATI RIAU JANJI AKAN TERTIBKAN PUNGLI DI INSTANSI PUBLIK

pungutan-liarROKAN HULU detikperistiwa.com – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Riau Uung Abdul Syukur berjanji akan menertibkan pungutan liar terutama di institusi pelayanan publik, sebagaimana arahan dari Kejaksaan Agung RI dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Kajati se Indonesia, Rabu (12/10) lalu di Jakarta.

Disebutkannya, Presiden RI Joko Widodo dalam rapat kabinet, masih terdapat pungli terhadap instansi publik dengan memerintahkan untuk membentuk tim Operasi Pemberantasan Pungli (OPP) di masing-masing provinsi dan kabupaten/kota se Indonesia.

Sebagai ujung tombaknya, Kapolda dan Kapolres, sedangkan Kejaksaan dalam tim OPP tersebut sebagai anggota, sebagaimana arahan dari Kejagung RI “Jadi pembentukan Tim OPP sebagai salah satu program Presiden Jokowi untuk membersihkan instansi pelayanan publik dari tindakan pungli. Saya minta dari sekarang pemerintah daerah untuk menertibkan pungli di instansi pelayanan publik di lingkungan Pemkab Rohul,” ungkap Kajati Riau Uung Abdul saat melakukan Kunker ke Kantor Kejari Rohul.

Instansi publik jadi sasaran pungli, lanjutnya seperti Pelayan perizinan, KIR, BPN, Samsat dan lainnya. “Makanya kita himbau dari sekarang, supaya menertikan pungli yang ada di institusi pelayanan Publik tersebut,” jelasnya.

Disinggung kapan pembentukan Tim OPP Kabupaten/kota, ia mengaku, karena itu program pusat, sifatnya menunggu petunjuk dari Pemerintah Pusat. ” Jelas di DKI Jakarta sudah dibentuk Tim OPP, kemungkinan juga akan dibentuk sampai ke daerah. Kita tunggu saja petunjuk dan arahan dari Pusat,” tambah Uung.

Sementara itu, Plt Bupati Rohul Sukiman, menyambut baik dan mendukung program Pusat untuk menertibkan tindakan pungli di instansi pelayanan publik. “Kita siap dukung dan menertibkan tindakan Pungli di SKPD yang melayani masyarakat (publik, red) di lingkungan Pemkab Rohul,” pungkas Wabup Rohul itu. (Endar. R)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.