by

Website Denny JA : Antara Philantrophy Dan Marketing

Oleh : Juanda Rovelim

“Google akan mencintaimu hanya jika setiap orang mudah mengakses karyamu.” Itulah kutipan dari Wendy Piersal, seorang ahli media sosial dan penulis asal Amerika Serikat.

Seorang kreator harus terlebih dahulu melakukan digitalisasi karyanya. Lalu karya itu diposting di internet secara sistematis. Maka mesin pencarian Google akan memudahkan siapapun untuk mengakses karyamu.

Denny JA melalui websitenya sudah masuk di tahap ini. Tentu itu bukan kerja yang mudah. Itu juga apalagi bukan kerja murah membuat website atas 300 karya yang sudah digitalisasi. Apalagi sekitar 100 karya itu sudah diterjemahkan atau diberi substitle bahasa Inggris.

Sependek pengetahuan saya, website 300 karya Denny JA ini mungkin koleksi paling lengkap, yang pertama di Indonesia, yang seluruh karya itu bisa dibaca, dan ditonton lengkap secara gratis, melalui internet.

Walau website ini dimaksudkan sebagai derma, kerja philantropy, tapi juga memiliki efek marketing. Dengan pola ini lah karya Denny JA akan berumur sangat panjang, lebih panjang dibandingkan usia pengarangnya, untuk diakses publik luas.

Denny JA adalah seorang penulis, pemikir, orator dan sastrawan yang luar biasa, dengan lebih dari 300 karya yang dibuat selama 40 tahun perjalanan kariernya.

Kini ia mendonasikan seluruh karya nya yang bisa anda akses secara gratis melalui website www.dennyja.world.

Buku adalah jendela dunia dimana kita bisa melihat isi dunia tanpa melakukan perjalanan, hanya cukup membaca sebuah halaman. (Anonim).

Melalui website Denny JA’s World, kita bukan hanya dapat melihat isi dunia dalam pikiran Denny JA, tetapi juga kejadian-kejadian masa lalu yang didokumentasikan dengan sangat baik dalam bentuk tulisan, gambar dan video.

Sebuah website berisikan lebih dari 300 karya non fiksi dan sastra Denny JA, yang dapat diakses secara gratis, membuktikan ia punya ikhtiar filantropis. Bisa kita bayangkan berapa banyak waktu, tenaga dan biaya yang telah dikeluarkan untuk membuat 300 karya intelektual tersebut.

Melalui website tersebut juga kita bisa melihat sejarah 40 tahun (1981-2021) perjalanan Denny JA berkarya di bidang kepenulisan dan sastra. Selama periode itu, Denny JA telah menulis 83 buku berbahasa Indonesia (34 buku fiksi, 46 buku nonfiksi, dan 3 judul terkait); ia juga telah membuat 13 film dan 82 video animasi.

Ia juga mendokumentasikan lebih dari 150 vIdeo orasi, dengan tema yang sangat beragam, mulai dari agama, politik, media, ekonomi, hingga sastra. Belasan film lainnya sudah ia publikasikan pula dalam bahasa Inggris.

Dari karya-karyanya juga kita bisa melihat perjalanan politik bangsa Indonesia, karena Denny JA merupakan orang yang terlibat langsung dengan berbagai proses pemilihan umum di Indonesia.

Selain politik kita juga bisa melihat hati Denny JA mengenai cinta, kehidupan spiritual, dan peradaban manusia yang lebih baik. Kesan itu terutama bisa kita dapatkan dari 30 tokoh sufi dan filsuf muslim dalam serial orasi Denny JA.

Website ini dibuat dengan sangat simple sehingga memudahkan penggunanya untuk mengakses seluruh inti materi. Kita dapat menjelajahi 3 menu utama di dalam website, dimana setiap menunya akan membawa kita ke tautan-tautan karya.

Pada halaman utama kita akan disajikan dengan 6 kategori karya seperti buku fiksi, video-video Denny JA, List of Bibliography, buku non fiksi, kumpulan pidato-pidato dan short biography dari Denny JA .

Sedangkan pada bagian biography kita bisa mengenal lebih jauh siapa Denny JA, kesulitannya, “hijrahnya” yang berkali-kali. Juga disajikan pencapaian-pencapaian yang telah diraihnya.

Terakhir menu bibliography berisikan tautan link menuju karya-karya berupa ebook dan video youtube.

Dari semua hal yang disebutkan diatas ada beberapa hal yang bisa menjadi masukan bagi website dennyja.world agar dapat memberikan user experience yang nyaman bagi pembacanya.

Beberapa di antaranya adalah :

1. Klik Link New Tab, hal ini diperlukan agar pembaca tidak bolak balik dalam mengakses tautan ebook.

2. Embeded video youtube. Hal ini agar pemirsa tidak perlu dialihkan ke web youtube sehingga dapat menonton langsung dari website dennyja.world, ini juga dapat meningkatkan kredibilitas website dalam hal waktu akses.

3. Agar lebih rapi dan mudah diakses bisa di buat kategori dan menu search untuk mencari konten yang diinginkan.

Dengan banyaknya karya yang telah dihasilkan dan disumbangkan, juga keberaniannya dan keberhasilannya mengumandangkan genre baru puisi esai, pantas saja Denny JA dicalonkan sebagai sastrawan kedua Indonesia untuk Nobel Sastra, setelah Pramoedya Ananta Toer.

Satu hal lain yang juga penting dari website 300 karya Denny JA. Website ini akan menjadi simpul yang ikut mempengaruhi para kreator lain Indonesia, agar juga melakukan digitalisasi karya. Lalu buatlah setidaknya sebagian dari karya itu, jika tak bisa seluruhnya, bisa diakses publik secara gratis.

Dunia literasi di tanah air niscaya akan makin kaya dengan hadirnya semakin banyak website karya para penulis Indonesia.

Link ke website 300 karya Denny JA: https://dennyja.world/en/dennyja-world/

Penulis adalah Praktisi Internet Marketing

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed