by

Duet Prabowo-Cak Imin Berencana Deklarasi Di IKN Nusantara

Eko Wibowo Jun

Apakah itu sebuah kejutan? Dikutip dari CNN Indonesia, Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dipertimbangkan sebagai lokasi deklarasi Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya untuk menghadapi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua DPP PKB, Lukmanul Hakim, Rabu (22/6).

“Kami juga ada rencana untuk survei lokasi deklarasi, salah satu tempat yang dipertimbangkan adalah di IKN,” kata Lukmanul lewat pesan singkat, Rabu (22/6).

**

Ah, ternyata serius. Padahal sudah terpikir sebelumnya bahwa Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) bentukan Golkar, PAN, dan PPP adalah yang paling serius. Karena biarpun masih lama, tapi mereka sudah lebih dulu membentuk kerjasama, walaupun belum ada calon yang akan diusungnya.

Ternyata Gerindra dan PKB tak mau kalah. Tidak lama setelah mewujudkan niat bekerja sama, tindakan lanjutan segera akan mereka laksanakan. Mereka akan mengumumkan pasangan capres-cawapres untuk pilpres 2024 mendatang.

Sepintas akan terlihat sebagai sebuah tindakan grusa-grusu, terburu-buru, atau keputusan yang kurang perhitungan. Tapi bila dicermati tetap akan ada nilai positifnya bagi mereka.

Secara hitung-hitungan kolaborasi Gerindra dan PKB sudah memenuhi syarat ambang batas. Sementara kedua partai juga dikenal sebagai partai berpengalaman. Selama keikutsertaannya dalam ajang pilpres, PKB belum pernah ada di pihak yang kalah. Menjadi bagian dari kubu pemenang terus.

Memang, Gerindra sebaliknya. Selama ikut kontestasi capres-cawapresan, mereka kalah melulu. Tapi setidaknya tetap saja hal tersebut menjadi pelajaran berharga. Faktor Prabowo juga tidak bisa dianggap enteng.

Mesin politik di kedua partai tersebut juga sudah matang. Berbagai faktor tersebut tentu membuat koalisi ini patut untuk diperhitungkan.

Bagi partai-partai politik yang kemudian ingin menjalin kerjasama sama dengan mereka, mau tak mau hanya harus bisa mengekor. Tidak bisa sok meminta atau benego yang berlebihan.

Langkah ini tentu akan mempersulit partai politik yang tidak mengantongi tiket ambang batas dan saat ini masih belum menentukan sikap untuk bekerja dengan siapa. Mereka tidak bisa lagi datang dengan kepentingannya sendiri, misalnya dengan membawa calon. Mereka mau tak mau hanya harus mengiyakan, menjadi tak lebih dari sekadar penggembira.

** Waktu menuju 2024 masih cukup lama. Di antara waktu menuju ke hari pendaftaran capres-cawapres masih bisa muncul perubahan-perubahan. Tidak menutup kemungkinan akan terjadi kocok ulang atau penyesuaian-penyesuaian menyelaraskan dengan isu dan kepentingan yang terjadi di kemudian hari.

Tapi kalau terus begini, lalu bagaimana nasib AHY?…

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed