by

KIPRAH PROF DR MUHAMMAD, SANG KANDIDAT DEWAN PENGAWAS LPP TVRI

Salah satu dari sekian banyak kandidat yang mengikuti seleksi administrasi hingga assesmen psikologis yang masih bertahan adalah Prof Dr Muhammad.

Pria kelahiran 24 Mei 1971 d Bima Nusa Tenggaa Barat ini adalah Guru Besar home base S3 Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Pria kelahiran NTB ini adalah aktivis di berbagai organisasi kemahasiswaan, organisasi pemuda, organisasi sosial dan organisasi keagamaan.

Saat ini, kandidat tercata sebagai Ketua Dewan Pembina Penggerak Millenial Seluruh Indonesia, Sekretaris Dewan Pakar Forum Kordinasi Nasional (FORKORNAS) Percepatan Pembangunan Calon Daerah Otonomi Baru se-Indonesia.

Ia pernah menjadi Ketua Bidang Sosial-Kemasyarakat Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kalimantan Tengah.

Kaririya sebagai akdemisi sangat menterang ditandai dengan, di antaranya keberhasilan menyabet Jabatan Akademik Tertinggi, Guru Besar di usia yang masih tergolong muda, 41 Tahun.

Saat ini dia menduduki Pangkat sebagai Pembina Utama Madya, golongan IV/D setara dengan Eselon 1 di dunia birokrasi.

Sebagai Guru Besar, dia tidak hanya menjalani tugas di bidang pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, publikasi, dan pengbdian kepada masyarakat.

Ia juga aktif menyebarkan ilmu dan pengetahuan melalui publikasi berupa buku dan jurnal-jurnal Internasional dan penelitian di level nasional dan Internasional, serta konferensi Internasional.

Dia pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat IAIN Palangkaraya, Wakil Dekan bidang Akademik Unievsritas Muhammadiyah Palangka Raya, Sekretaris Program Studi S3 Perbankan dan Keuangan Syariah dan Ketua Program Studi Perbankan Syariah FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Dia juga pernah menjadi academic visitor di In-Holland university Belanda, Rhine wall university Kleve Germany, Bonn university Germany.

Dia juga menjadi Visiting research (Peneliti Tamu) di beberapa universitas di antaranya Victoria University British Columbia, Melbourne Univ of Australia, South University of Australia, universitas Katolik Leuven Belgium, University of East London, Oxfrod University, UK.

Dia juga tercatat sebagai Penguji Luar (external examiner) mahasiswa Doktor di Malaya University, dan Assessor Akreditasi prodi S1, dan S2 Malaya University.

Berbagai karyanya sudah bertebaran di berbagai jurnal bereputasi Internasional dan Nasional serta buku.

Sebagai abdi Masyarakat, dia banyak berkiprah dalam pengambilan kebijakan publik, di antaranya Panitia Seleksi (Pansel) Calon Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU), Panelis Debat Terbuka Kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Bupati dan Wakil Bupati Kepala Daerah Tingkat II Kabupaten Barito Selatan, Assesor Lima Jabatan Direktur Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah, dan beberapa kebijakan lain.

Dia juga pernah menjadi menjabat sebaagai Sekretaris Dewan Riset Daerah Kota Palangkaraya dan Sekretaris bidang Ketahanan Pangan dan Ekonomi Dewan Riset Daerah Propinsi Kalimantan Tengah.

Dia pernah dipercayakan sebagai pemandu dialog publik di bidang pendidikan, agama dan sosial di TVRI Kota Palangkaraya selama 1,3 tahun dengan narasumber khusus untuk para pejabat Daerah dan Kepala-Kepala Dinas di Lingkungan Propinsi Kalimantan Tengah.

Prof Muhammad, suami dari Dra. Nuryani, M KPd dan Ayah dari tiga putra (Ridhani Ulil Ilmi, Rif’an Ilman Nafian, dan Haikal Fajrul Ulum) memiliki kepribadian yang menyenangkan, supel dalam berinteraksi dengan setiap orang. Dia memiliki kemampuan komunikasi yang menarik dan menyenangkan.

Tahun 2021, dia terseleksi menjadi salah satu peserta Program Pendidikan Singkat (PPSA) 23 Tahun 2021 Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia.

Wawasan kepemimpinan nasional yang dibentuk melalui LEMHANNAS RI sangat mendukungnya dalam melaksanakan tugas sebagai Dewan Pengawas LPP TVRI yang mengusung motto “TVRI Media Pemersatu Bangsa”.

Peran sebagai Dewan Pengawas LPP TVRI akan dimaksimalkan untuk mendesign program-program unggulan yang berwawasan kebangsaan baik dalam bidang pendidikan, sosial, hiburan, budaya, agama dan ekonomi berbasis nilai-nilai luhur Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

 

Program-program dimaksud diharapkan bernilai edukasi dan literasi agar publik memiliki pengetahuan, pemahaman, keyakinan, sikap dan kesadaran untuk menerima dan mengamalkan Pancasila sebagai ideologi bangsa dan menumbuhkan jiwa nasionalisme dan patriotisme dalam menghadapi Ancaman, Gangguan, Tantangan dan Hambatan yang dapat merusak persatuan dan Ketahanan Nasional.

(Heru Bos’boro)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed