by

Polda Banten Laksanakan Latpraops Aman Nusa II Maung Dalam  Penanganan PMK

SERANG – Polda Banten melaksanakan Latihan Pra Operasi (Latpraops) Aman Nusa II Maung dalam rangka penanganan Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) di Daerah Hukum Polda Banten yang dilaksanakan di Aula Serbaguna  Senin (4/7).

Kegatan dipimpin Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Banten Brigjen Pol Ery Nursatari yang dihadiri Pejabat Utama, peserta serta perwakilan dari Polres Jajaran.

Dalam sambutanya Wakapolda Banten Brigjen Pol Ery Nursatari menyampaikan bahwa seperti yang kita ketahui saat ini telah mewabah penyakit mulut dan kaki (PMK) di beberapa wilayah Indonesia termasuk di Propinsi Banten, “Propinsi Banten merupakan salah satu wilayah yang terdampak PMK berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terdapat 6 Kabupaten dan Kota terkena wabah,” kata Ery.

“Ada sekitar 1.643 hewan sakit, 2 ekor potong bersyarat, 1.295 belum sembuh serta yang telah dinyatakan sembuh 346 ekor dan 543 ekor sudah divaksin,” ucap Ery.

Ery juga mengatakan adapun wilayah hukum Polda Banten yang menjadi zona merah penyebaran PMK,”Wilayah hukum Polda Banten yang menjadi zona merah penyebaran PMK yaitu Kabupaten Tangerang terdapat 499 ekor, Kabupaten Lebak sebanyak 301 serta Kabupaten Serang sekitar 168 ekor,” ujar Ery.

Ery juga berharap semoga menjelang perayaan hari raya idul adha tahun 2022 kita dapat berupaya lebih optimal dalam penanganan PMK, “Sehingga imbas pada kerugian ekonomi akibat wabah dapat kita antisipasi bersama,” harap Ery.

Pada kesempatan tersebut Ery menjelaskan pelatihan memiliki makna yang sangat strategis selain sebagai perwujudan asta siap ini juga merupakan sarana untuk memastikan bahwa personel yang terlibat sudah siap secara fisik maupun mental, “Personel yang terlibat sudah siap secara fisik maupun mental memiliki kemampuan dan keterampilan yang mumpuni serta untuk menyatukan persepsi dalam pelaksanaan dilapangan,” jelas Ery.

Diakhir Ery memerintahkan kepada seluruh peserta agar mengikuti pelatihan dengan sungguh sungguh agar dalam pelaksanaan operasi mencapai tujuan yang telah ditetapkan serta dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Selain melaksanakan operasi lakukan himbauan kepada masyarakat untuk tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat agar terhidar dari Covid-19,” tutup Ery.

(Bidhumas).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed