by

Lima Koreografer Millenial Jatim Unjuk Gigi Di Gedung Cak Durasim Surabaya

SURABAYA | UPT Taman Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur menggelar koreografer bertajuk ‘Next Page” mulai 4-6 Agustus 2022 di gedung Cak Durasim Getengkali, Surabaya.

Kepala UPT Taman Budaya, Samad Widodo, SS., M.M selaku Kepala UPT Taman Budaya mengatakan, kegiatan ini dalam rangka eksplorasi daya kreativitas dan inovasi karya para seniman tari di Jatim.

Kemudian menumbuhkembangkan kehidupan dan kreatifitas koreografer muda di Jatim, sehingga menjadi ruang apresiasi seni utamanya seni tari.

“Juga menjadi ajang silaturahmi dan jejaring seni antar pelaku seni tari dan juga masyarakat seni pada umumnya.
Menjadi sarana rekam jejak (dokumentasi) dalam wujud komposisi karya dan juga kegiatan pergelaran,” ujarnya saat press Conference Di Gedung Cak Durasim, Kamis (4/8/2022).

Dalam kegiatan ini, Disbudpar Jatim melalui UPT Taman Budaya menampilkan 5 koreografer terpilih dari berbagai daerah di Jatim dengan bintang tamu Agus Mbendol dari Surakarta dan Otnil Tasman dari Banyumas.

Mengusung tema Next Page, kembali dijelaskan Samad, istilah ini untuk memancing daya kreatif, inovatif dan upaya dari kreator untuk kembali membuka, meyusun, merangkai halaman baru dari halaman catatan sebelumnya yang berupa catatan tubuh, pengalaman dan pengetahuan yang menjadi ‘bekal’ menuju halaman selanjutnya.

Sebelumnya, gelar koreogafer ini diawali dengan seleksi peserta, melalui open call yang dibuka mulai 13-25 juni 2022. Kemudian diperpanjang hingga 29 juni 2022. Jumlah koreografer yang mendaftarkan diri adalah 12 koreografer muda di Jatim. Yakni dari Pasuruan, Gresik, Jombang, Surabaya, Jember, Bangkalan, Sumenep, Kediri, Ponorogo dan Lumajang.

Pengumuman ke-5 koreografer terpilih pada 2 juli 2022, melalui instagram cak_durasim. Adapun ke-5 koreografer muda yang terpilih adalah:

1. Yussi Ambar Sari dari Kab. Tulungagung dengan karya koreografi berjudul ‘Jalan Tengah Part Of Tinta Hijau’.

2. Sri Cicik Handayani dari Kab. Sumenep, dengan karya koreografi berjudul ‘Tande’’.

3. Patry Eka Prasetya, Kab. Sidoarjo, dengan karya koreografi berjudul ‘Tanah Jenangan’.

4. Errina Aprilyani dari Surabaya, dengan karya koreografi berjudul ‘Transit’.

5. Fahmida Yuga Pangestika dari Kab. Ponorogo, dengan karya koreografi berjudul ‘Sari Kembang’.

Selanjutnya ke-5 koreografer akan mengikuti pembekalan dan pemantapan karya dengan mentor Peni Puspito dari Asosiasi Seniman Tari Indonesia (ASETI) DPD Jatim serta Eko Supriyanto dari ISI Surakarta.

Peserta juga mendapatkan pembekalan dari narasumber Wiwik Sipala dari IKJ tentang koreografi secara bertahap 7-8 Juli 2022 melalui media virtual. Serta pada 29-31 Juli sudah dilakukan pendampingan secara langsung atau mentor hadir secara tatap muka.

(nugi)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed