by

Dikenal Koordinator Aksi Demo, Tersangka Pemerasan Kios Pupuk Bersubsidi Di Pasaman

PASAMAN -Detikperistiwa.com-HK  seorang Mahasiswa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan (IPTS) Padang Sidimpuan. Disebut – sebut merupakan salah seorang yang dikenal koordinator Aksi Demo.

Tak disangka  HK  tersandung masalah hukum Pidana, Tersangka pemerasan terhadap salah seorang pemilik Kios Pupuk Bersubsidi di Pasaman.

Hal ini terungkap saat Polres Pasaman  melakukan Press release Kapolres Pasaman AKBP Dr Fahmi Reza, SIk MH yang diwakili  Waka Polres Pasaman Kompol Muddasir SH MH yang di dampingi Kasat Reskim Polres Pasaman AKP Rony AZ. SH MH Senin (1/8/2022).

Koronologis peristiwa dugaan pemerasan ini pada hari Kamis tanggal 28 Juli 2022, sekitar pukul 15.40 Wib bertempat di rumah makan Ampera Ajo yang terletak di Pulau Jorong V Nagari Tarung – tarung Kecamatan Rao Kabupaten Pasaman.

Korban atas nama Reski Sori Muda menyerahkan uang sebesar Rp4.000.000,-  kepada terlapor Husnul Khotimah dalam kantong plastik kecil warna Hitam pecahan Rp. 100.000.

Korban merasa usaha dagang pupuk miliknya terganggu  Terlapor yang mengatakan pupuk bersubsidi yang di jual oleh Korban sering di selewengkan, padahal korban tidak pernah menyelewengkan pupuk bersubsidi tersebut.

Karena usaha pupuk tersebut adalah merupakan mata pencarian dari korban maka dengan terpaksa korban mau memberikan uang tersebut terlapor agar terlapor tidak menuduh korban menyelewengkan pupuk bersubsidi.

Pelaku dijerat dengan Pasal 368 ayat 1 dan Pasal 369 ayat 1 KUHP.

Sementara, Rektor IPTS Padang Sidimpuan, Mhd. Nau Ritonga, saat dihubungi awak media, menegaskan bahwa HK yang ditetapkan Polres Pasaman sebagai Tersangka pemerasan.

“Bukan lagi terdaftar sebagai Mahasiswa IPTS sejak 15 Januari 2022,” terangnya.

Hal ini disampaikan Mhd Nau Ritonga melalui surat klarifikasi menanggapi adanya pemberitaan di beberapa media menyebut HK Mahasiswa IPTS Padang Sidimpuan.

Dengan hormat,

Berdasarkan pemberitaan yang beredar di media tertanggal 1 Agustus 2022 tentang penahanan seorang mahasiswa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan tingkat akhir atas nama Husnul  Khatimah  oleh Polres Pasaman dengan dugaan pemerasan.

Maka dengan ini kami klarifikasi  saudari Husnul  Khatimah  bukan lagi mahasiswa IPTS, karena beliau sudah menyelesaikan perkuliahan dan dinyatakan lulus/ Sarjana pada  15 Januari 2022.

Oleh sebab itu demi terciptanya kebenaran dan keadilan supaya masyarakat umum tidak keliru dan salah persepsi, melalui surat klarifikasi ini kami mengharapkan kepada media dapat mengkalrifikasi kekeliruan yang menyebutkan saudara HUSNUL KHATIMAH sebagai mahasiswa tingkat akhir di IPTS Sekian dan trimakasih.

Sebelumnya diberitakan Satreskrim Polres Pasaman melakukan press riliase tersangka pelaku pemerasan HK terhadap korban pemilik kios pupuk subsidi, Reski Sori Muda.

Disampaikan Kapolres Pasaman AKBP Dr Fahmi Reza, SIk MH yang diwakili Waka Polres Pasaman Kompol Muddasir SH MH, didampingi Kasat Reskim Polres Pasaman AKP Rony AZ SH MH, Senin (1/8/22).

Konologis peristiwa dugaan pemerasan ini pada hari Kamis tanggal 28 Juli 2022, sekira pukul 15.40 Wib bertempat di rumah makan Ampera Ajo yang terletak di Pulau Jorong V Nagari Tarung – tarung Kecamatan Rao Kabupaten Pasaman.

Korban atas nama Reski Sori Muda menyerahkan uang sebesar Rp4.000.000 kepada terlapor Husnul Khotimah dalam kantong plastik kecil warna Hitam pecahan Rp. 100.000,.

Korban merasa usaha dagang pupuk miliknya terganggu oleh terlapor yang mengatakan bahwa pupuk bersubsidi yang di jual oleh Korban sering di selewengkan, padahal korban tidak pernah menyelewengkan pupuk bersubsidi tersebut.

Dikarenakan usaha pupuk tersebut adalah merupakan mata pencarian dari korban maka dengan terpaksa korban mau memberikan uang tersebut terlapor agar terlapor tidak menuduh korban menyelewengkan pupuk bersubsidi.

Pelaku dijerat dengan Pasal 368 ayat 1 dan Pasal 369 ayat 1 KUHP.

Menanggapi ini, Wali Nagari Tarung – tarung, Asparuddin, mengapresiasi Polres Pasaman yang telah mengamankan tersangka pelaku pemerasan Husnul Khotimah terhadap korban pemilik kios pupuk subsidi, Reski Sori Muda.

“Dia HK memang warga kami, beberapa bulan yang lalu sudah pernah dipanggil ke kantor terkait rencana demo di salah satu nagari di Kecamatan Padang Gelugur. Kita sudah memberi nasehat, demo boleh, tapi jelas apa persoalan dan tuntutan, jangan membawa keresahan, tapi malah kami dibilang menekan,” kata Asparuddin kepada awak media, Senin (1/7/22).

Asparuddin selaku Wali Nagari Tarung – tarung mengapresiasi dan mendukung untuk proses hukum, sebab pemerasan adalah perbuatan yang meresahkan masyarakat.

(Rz)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed