POLRI HARUS SEGERA USUT PELAKU PENGIRIMAN PELURU TAJAM KE PAPUA

JAKARTA-Polri harus segera mengusut dan menangkap pelaku pengiriman peluru tajam yang dimasukkan ke dalam tujuh koli paket pengiriman lewat udara ke Papua. Dari data data yang ada paket peluru tajam itu milik sipil di Makassar, Sulsel yang akan dikirim ke Jayapura, Papua.

Ind Police Watch (IPW) mendesak Polri segera mengumumkan, siapa pemilik peluru tajam itu sesungguhnya dan untuk apa warga sipil mengirimkannya ke Papua? Sebab bukan mustahil peluru tajam itu akan disalahgunakan untuk mengganggu keamanan dan ketertiban menjelang pergantian tahun atau untuk mengganggu prose Pilkada 2018.

“Hal inilah perlu diantisipasi dan diusut Polri, mengingat Papua memiliki tingkat kerawanan tersendiri,” tegas Ketua Presidium IPW, Neta S Pane, Minggu (31/12) di Jakarta.

Dari informasi yang diperoleh, paket peluru tajam itu ditemukan Sabtu 30 Desember 2017 ini pukul 11.00 di X-Ray RA Cargo Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar. Rencananya peluru tajam itu akan dikirim dengan pesawat Lion Air JT-798 tujuan Jayapura. Peluru tajam itu dimasukkan ke dalam tujuh koli barang barang berisi obat obatan makanan, pakaian dan mainan.

” Sementara ini Peluru Tajam yang sudah ditemukan sebanyak 97 butir. Dari data yang ada penerima peluru tersebut bernama Ibu Kartini/Mama Taufik di Jayapura Papua,” tuturnya.

Kasus penyelundupan peluru tajam ke Papua ini adalah kasus serius yang harus dituntaskan Polri. Sebab pelakunya bisa dikenakan Undang Undang Darurat dengan ancaman hukuman seumur hidup atau hukuman mati.

“Terlepas dari hal itu Polri perlu mengusut apakah kasus ini ada kaitannya dengan berbagai aksi penembakan gelap yang sering terjadi Papua selama ini,” jelas Neta S Pane.

Informasinya, temuan peluru tajam di Cargo, Sabtu tanggal 30 Desember 2017 pukul 11.00 wita bertempat di X-Ray RA Cargo Bandara Int Sultan Hasanuddin, diamankan paket kiriman kargo berupa Peluru Tajam yang akan dikirim dengan menggunakan pesawat Lion air nopen JT-798 tujuan Jayapura.

 

Adapun Kronologis kejadian Pukul 10.30 Wita Rais dari Pihak PT. Pos Indonesia memasukkan Kargo via Lion air tujuan Jayapura dengan SMU 990-1997774 (7 Koli) dengan keterangan PTI berisi obat, makanan, pakaian dan mainan. Pukul 10.35 Wita Kargo tersebut dilakukan penimbangan dan langsung diinput ke dalam Sitec untuk penerbitan Bukti Timbang Barang.

Kemudian, Pukul 10.40 Wita Kargo dimasukkan ke dalam mesin X-ray untuk dilakukan pemeriksaan oleh petugas X-ray Andre Yusuf dan kargo tersebut dicurigai Peluru. Pukul 10.55 Wita petugas security yg bertugas di X-ray sdr. Andre yuduf yang mencurigai paket tersebut meminta ke Rais petugas PT.Pos Indonesia untuk membuka paket tersebut dan dilakukan pemeriksaan secara manual, setelah di buka paket tersebut berisi Peluru Tajam sebanyak 97 butir.

Seterusnya, Pukul 11.00 Wita barang tersebut kemudian dilaporkan dan diamankan di Ruangan Air Cargo Terminal Supervisor Suherman untuk pendataan lebih lanjut, dan didapat keterangan bahwa Jumlah peluru yang terdapat pada paket tersebut adalah 97 butir. Data Pengirim an. abd rasyid Alamat jl. Sahabat 3 No 17 pondok batari kota Makassar. Data Penerima an. Ibu kartini/mama taufik Alamat jl. Nimborang No 105 Dok VII Bawah Jayapura Papua.

Kemudian, rencana kargo tersebut akan dikirim menggunakan pesawat Lion air nopen JT-798 tujuan Jayapura.

Setelah itu, Pukul 13.35 Wita,Setelah dilakukan pendataan Barang tersebut kemudian dirapikan kembali dan diamankan di Ruangan Air Cargo Terminal Supervisor sambil menunggu petugas pihak Polsek Kawasan Bandara untuk dilakukan proses serah terima barang tersebut.

(raja P Rambe)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.