NELAYAN LUAR JAWA IKUT AKSI DEMO KE JAKARTA

 

Kepulauan Riau – Sejak 1 Januari 2018 resmi Kementerian Kelautan dan Perikanan melarang 17 alat tangkap nelayan. Sejak pelarangan itu pula, nelayan tidak ada lagi beraktifitas di TPI berbagai daerah.

Kondisi nelayan sekarang tak ada yang berani melaut, sementara alat pengganti belum ada diberikan pemerintah.

Ahmad Sauki nelayan Riau katakan kebijakan pemerintah ini menyusahkan kami nelayan kecil. Bahkan kami harus membayar banyak hutang dan pendidikan anak kami. Kebijakan KKP menindas rakyatnya sendiri. Tutur Sauki

Perihal pelarangan itu, dampak yang ditimbulkan sangat besar dan banyak kerugian bagi nelayan. Artinya, nelayan menilai kebijakan Permen 71 Tahun 2016 itu sangat merugikan nelayan kecil.

Bukan hanya nelayan yang merasa dirugikan oleh Peraturan tersebut. Tetapi, banyak pelaku usaha kecil yang terkena dampak seperti pemilik kapal, buruh TPI, pengusaha pengolahan ikan, pemerintah daerah (DKP), syahbandar, Peternak itik, pedagang kelontong, pedagang sayur, pengusaha tali selambar, pencari rebon, tenaga bongkar ikan, pengurus kapal, tenaga angkutan tossa, penjual warung nasi, penjaja kue, pengurus basket/tempat ikan, penjual solar, penjual sparepart, bakul ikan enceran, penyedia jasa air bersih, pabrik Es dan tenaga pengepuk es

Menurut Saminah, ibu – ibu penjaja kie, mengatakan kami ini orang miskin, perkerjaan yang bisa kami buat setiap hari ya jual kue, yang beli nelayan – nelayan. Hari ini sampai seterusnya kami akan sepi pembeli jajan kalau nelayan dilarang melaut. Ungkap Minah di TPI Kepulauan Riau

Dari masalah tersebut, nelayan, ibu-ibu penjaja kue, kelompok ibu rumah tangga pengolah ikan, akan ikut aksi demonstrasi ke Jakarta pada tanggal 17 dan 18 Januari 2018. Mereka akan menyampaikan aspirasi dan meminta agar alat tangkap nelayan tidak dilarang.

Aksi demo tersebut, akan diselenggarakan pada tanggal 17-18 Januari 2018 di depan Istana negara di Jakarta. Aksi demonstrasi juga akan di hadiri oleh puluhan ribu nelayan dari luar Jawa, mulai dari Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Palembang, Kalimantan Barat, Kepulauan Riau, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sumatera Barat.

Terima Kasih

H. Nurdien Aliansyah

Ketua
Paguyuban Nelayan dan Masyarakat Pesisir Kepulauan Riau (PANMA PKR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.