TINGKAT PENGEMBALIAN DANA BUM DESA 96 PERSEN

ROKAN HULU detikperistiwa.com  – Menurunnya prekonomian masyarakat di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul),  tahun ini, ternyata sangat mempengaruhi tingkat pengembalian atau pembayaran kredit dan pinjaman uang ke Badan Usaha Milik (BUM) Desa dan Badan Usaha Ekonomi Kelurahan (BUEK) yang tersebar di 16 kecamatan se Rohul.

Kondisi itu, sedikit mengganggu bagi pengelola BUM Desa dan BUEK untuk mengembangkan jenis usaha dan menyalurkan bantuan bergulir kepada masyarakat yang meminjam modal usaha.

Sebut, Plt Bupati Rohul H Sukiman tingkat pengembalian dana BUM Desa dan BUEK di Rohul mencapai 96 persen, sementara sisanya 4 persen nasabah BUM Desa dan BUEK menunggak pembayaran pinjaman.

Kondisi ekonomi masyarakat secara nasional menurun, Sukiman meminta pada Pengurus BUM Desa dan BUEK dapat memberikan keringanan, pada nasabahnya dalam membayar atau mengembalikan tunggakannya. “Kita akui, kondisi kini pengembalian pinjaman dana masyarakat ke BUM Desa dan BUEK agak tersendat, karena melemahnya ekonomi masyarakat. Tapi masyarakat harus tetap membayar dengan memberikan keringanan waktu batas pembayaran. Tunggakan itu harus diselesaikan, jangan sampai tidak dikembalikan, karena akan menggau penyaluran dana bergulir kepada masyarakat lainnya yang membutuhkan pinjaman modal,” ungkap Plt Bupati Rohul, Rabu (27/10), terkait adanya tunggakan pengembalian dana  Nasabah BUM Desa dan BUEK di Rohul.

Menurutnya, nasabah BUM Desa dan BUEK harus memakai filosopi senang meminjam dan mengembalikan. Sehingga dana tersebut dapat dimamfaatkan oleh masyarakat lain untuk mengembangkan usahanya. Terkait sulitnya pengelola BUM Desa dalam melakukan penagihan tunggakan terhadap sejumlah oknum aparat desa yang meminjam dana, Sukiman menegaskan, sebagai aparat desa, seharusnya dapat memberikan contoh atau taulada kepada masyarakat.

“Kalau ada oknum perangkat desa maupun aparatur sipil Negara yang menunggak atau belum membayar ansuran pinjaman, agar pengelola BUM Desa dan BUEK segera melaporkan ke saya. Seharusnya hal itu tidak terjadi, sebagai aparat pemerintah memberikan contoh yang baik dalam pengembalian tunggakan pinjaman ke BUM Desa dan BUEK,” jelasnya.

Wabup Rohul itu mengaku, program BUM Desa dan BUEK yang tersebar di seluruh kecamatan se Rokan Hulu, sangat membantu tugas pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan ekonomi masyarakat, karena dana BUM Desa dan BUEK kini terus berkembang pesat ditengah masyarakat,  yang bergerak di usaha ekonomi mikro. Sehingga dinilai dapat mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan di Rohul

Kategori pemimjam atau Nasabah BUM Desa dan BUEK di Rokan Hulu yang memamfaatkan dana bergulir, dari berbagai sector usaha, seperti Perdagangan, Pertanian, Perkebunan, Perikanan, Peternakan, Perindustrian, Jasa dan lain sebagainya. “Keberadaan BUM Desa dan BUEK di pedesaan dan Kelurahan memberikan dampak yang sangat besar terhadap kesejahteraan masyarakat dan pembangunan di pedesaan. Bagi desa yang baru membentuk Bumdes, agar kepala desa mendukung dalam APBDesnya, untuk pendanaan pembangun kantor Bumdes,”  tuturnya.

Sukiman mengharapkan kepada masyarakat yang meminjam dana usaha ke BUM Desa dan BUEK, hendaknya benar-benar mempergunaan dana itu untuk mengembangkan modal usaha, jangan disalah gunakan dan agar memiliki niat untuk mengembalikannya. Tentu dalam pengembalian dana tersebut,  berjalan lancar dan tidak ada tunggakan. Sehingga dana yang dikembalikan tersebut, dapat digulirkan kembali kepada masyarakat lain yang belum mendapatkan pinjaman. adv/humas   (Endar. R)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.