by

SELAMA PROGRAM DANA DESA, RATUSAN WARGA DESA UJUNG BATU II DIPADATKARYAKAN

karya

PALAS detikperistiwa.com–Selama program dana desa yang bersumber dari APBN tahun 2016 digulirkan, seratusan orang warga masyarakat di Desa Ujung Batu II, Kecamatan Hutaraja Tinggi (Huragi) Kabupaten Padang Lawas (Palas) dilibatkan oleh pemerintah desa setempat dilibatkan ikut bekerja dengan sistem padat karya.

“Semua pekerja yang mengerjakan maupun pengadaan material untuk kegiatan pembangunan di desa kami yang bersumber dari dana desa APBN tahun 2016 dan juga kegiatan alokasi dana desa (ADD) yang bersumber dari APBD Palas tahun 2016, merupakan warga desa kami sendiri, tidak ada orang dari luar desa,” sebut Kepala Desa Ujung Batu II, Mukasir Limanaji kepada wartawan, kemarin.

“Kami ingin semua warga desa di sini terlibat dan bertanggung jawab atas kegiatan pembangunan di desa. Sehingga mutu bangunan yang dikerjakannya lebih baik. Ini juga berguna sebagai lapangan pekerjaan bagi warga kami yang tidak memiliki pekerjaan dengan sistem padat karya,” sebutnya.

Seratusan warga desa yang terlibat pada kegiatan dana desa itu, lanjutnya, meliputi tenaga transportasi pengadaan material, tenaga administrasi, tenaga pertukangan dan kepala tukang. “Hitungan upahnya sesuai RAB-nya, kepala tukang diberi upah sebesar Rp. 100.000 perhari dan anggota tukang diupahi Rp. 70.000 perhari. Hasilnya cukup lumayan untuk menambah pendapatan warga,” katanya.

Pada tahun 2016, terangnya, total jumlah dana desa dan anggaran ADD yang diterima pihaknya sebesar Rp. 801.000.000. Anggaran tersebut disepakati bersama warga masyarakat untuk pembuatan 5 unit plat deckter senilai Rp. 156.844.000.

“Kemudian kegiatan perkerasan jalan desa ukuran panjang 1.625 meter, lebar 3 meter dan tebal 15 sentimeter, pagu anggarannya sebesar Rp. 395.360.000. Terus kita buat tembok penahan tanah sepanjang 35 meter dengan anggaran sebesar Rp. 40.908.000,” ucapnya.

Ada lagi sisa dana dari ADD, tambahnya, sebesar Rp. 46.619.000 yang dialokasikan untuk pembuatan tembok penahan tanah sepanjang 50 meter lokasinya persis di depan kantor desa setempat, mengingat tembok penahan tanah yang saat ini ada sudah terlihat rusak.

“Selain itu, tentunya jumlah total dari dana desa dan anggaran ADD yang diterima digunakan untuk pengadaan material, seperti besi, batu, kerikil, sertu, upah pekerja dan lainnya. Juga dialokasikan untuk ATK, Siltab dan biaya operasional pemerintahan desa,” jelasnya.

Menurutnya, sistem pengelolaan dan pengerjaan pembangunan di desa tersebut yang bersumber dari dana desa dan ADD tahun 2016, sesuai dengan keinginan warga masyarakatnya dan yang akan menerima manfaat dari pembangunan tersebut adalah 807 kepala keluarga atau 2.774 jiwa warga masyarakat yang bermukim di desa seluas 1.250 Ha itu.

“Sampai saat ini kami belum menemui kendala soal pengerjaan pembangunan desa, baik pengadaan material maupun keluhan dari pekerja. Tapi, dikhawatirkan cuaca musim hujan akan datang, apalagi pada saat kegiatan pengerjaan perkerasan jalan desa,” tutupnya. (Maulana Syafii).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed