by

DPRD PALAS DINILAI LAMBAN SAHUTI ASPIRASI BURUH OS PLN

pp

PALAS detikperistiwa.com-Kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Padang Lawas (Palas) dinilai lamban dalam menyahuti aspirasi dan membahas persoalan buruh out sorching (OS) PT. PLN Rayon Sibuhuan dari pekerja pelayanan teknik (Yantek) PT. Sentra dan pekerja pencatat meter (Cater) PT. Yotra, yang kini tengah menuntut hak-hak normatifnya.

Padahal, persoalan terkait penuntutan hak-hak normatif para buruh OS PLN yang tergabung di KC FSPMI Kabupaten Palas ini, sudah dua kali disampaikan secara tertulis kepada Pimpinan DPRD Palas lewat dua kali kegiatan aksi unjuk rasa, yakni pada bulan september dan bulan oktober yang lalu.

“Kami sudah dua kali melakukan aksi unjuk rasa di DPRD Palas menyampaikan aspirasi kami untuk menuntut hsk-hak normatif kami, yaitu pada tanggal 21 september dan pada tanggal 27 oktober. Selama dua kali aksi, kami tidak pernah ditemui pimpinan maupun anggota DPRD Palas,” ungkap Wakil Ketua KC FSPMI Palas, Sudarno, kepada wartawan, Rabu (2/11).

“Pada kesempatan dua kali aksi itu, secara tertulis kami sudah menyampaikan persoalan yang tengah dialami anggota FSPMI Palas, yaitu dari pekerja cater yang telah di-PHK oleh PT. Yotra, tapi belum diberikan pesangon. Juga soal pekerja yantek PT. Sentra yang sering terlambat digaji,” ujarnya.

“Apakah tidak ada komisi di DPRD Palas yang menangani soal tenaga kerja. Masak sudah dua bulan surat kami masuk ke DPRD Palas, sampai kini belum juga ada tanggapannya. Apakah perwakilan rakyat di DPRD Palas hanya menangani soal anggaran dan proyek saja,” tukasnya.

Sudarno menilai, kinerja Anggota DPRD Palas ini dinilai sangat lamban dalam menyahuti aspirasi dan persoalan-persoalan buruh OS PLN. “Jangan salahkan kami, bila DPRD Palas tidak segera menyahuti aspirasi dan masalah yang kini dihadapi oleh buruh OS PLN, kami akan melakukan aksi mogok kerja. Bila perlu, selama aksi mogok kerja tersebut, kita padamkan PLN se-Palas ini,” ancamnya.

Sebelumnya, Ketua DPRD Palas, H. Syahwil Nasution yang berhasil ditemui wartawan di Komplek Gedung DPRD Palas di Jalan Karya Pembangunan Sibuhuan, Selasa (1/11) mengakui, pihaknya sudah menerima surat pengaduan terkait masalah hak-hak normatif peker cater PT. Yotra dan pekerja yantek PT. Sentra

“Memang surat pengaduan dari pekerja PLN sudah kami terima. Tapi, kami belum sempat mengagendakan pertemuan untuk RDP, karena kami masih memiliki agenda rutin tahunan. Kebetulan pada saat aksi buruh pekerja PLN kemarin, memang anggota DPRD Palas semuanya sedang tugas ke luar daerah, makanya tidak ada anggota dewan yang menerima massa aksi,” ujarnya.

“Kami akan upayakan secepatnya mengagendakan RDP terkait masalah pekerja PLN ini. Tapi sebelum itu, kami akan meminta penjelasan dari pihak PT. PLN selaku pemberi dan pengawas pekerjaan, karena ini kan persoalan pekerja di perusahaan vendor PLN. Selain itu, kami juga perlu mencari data tambahan, sebelum membahas masalahnya,” terangnya. (Maulana Syafii)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed