PEMPROV KOMIT KEMBANGKAN WISATA RELIGI DI RANTAU BINUANG SAKTI

yuri

ROKAN HULU detikperistiwa.com –Rokan Hulu salah satu kabupaten di Provinsi Riau terdapat banyak objek wisata yang menjanjikan dibandingkan dengan kabupaten/kota di Riau Untuk menunjang pembangunan infrastruktur dan sarana prasana objek wisata yang ada dan masih kurang memadai untuk menuju ke lokasi objek wisata yang hampir ada disetiap kecamatan se Rohul itu, mendapat suppor dan dukungan dari Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Pusat untuk membenahi infrastruktur objek wisata.

Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman menyatakan Pemerintah provinsi Riau mendukung pengembangan Destinasi Wisata Religi yang ada di Rokan Hulu yakni tempat kelahiran Syekh Abdul Wahab Rokan selaku Tokoh Tarekat Naqsabandi se Asia Tenggara, tepatnya di Desa Rantau Binuang Sakti Kecamatan Kepenuhan, yang wafatnya di Basilam Langkat Sumatera Utara.

Komitmen orang nomor satu di Provinsi Riau itu, pada tahun APBD Riau tahun 2017 akan mengembangkan tempat kelahiran Syekh Abdul Wahab Rokan sebagai Destinasi Wisata Religi di Riau. “Alhamdulilah, Pak Gubernur Riau telah menyatakan komitmennya untuk mendukung pengembangan objek wisata religi di Desa Rantau Binuang Sakti, tempat lahirnya Syekh Abdul Wahab Rokan selaku Tokoh Tarekat Naqsabandi se Asia Tenggara. Direncanakan tahun 2017, Pemprov Riau akan mengusulkan anggaran untuk pengembangan Destinasi Wisata Religi di Kecamatan Kepenuhan itu,’’ ungkap Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Rohul Hj Yurikawati Kamis, (3/11), terkait hasil rapat dengan Pemprov Riau di Pekanbaru kemarin.
Menurutnya, Rohul yang dikenal dengan julukan Negeri Seribu Suluk, memiliki sejumlah wisata religi, selain adanya tempat kelahiran Tokoh Naqsabandi se Asia Tenggara Syekh Abdul Wahab Rokan. Saat ini, Masjid Agung Islamic Center (MANIC) Pasir Pengaraian yang
menjadi ikonnya kabupaten Rohul kini telah banyak dikunjungan para wisatawa Religi di luar daerah Riau setiap pekannya dengan jumlah ribuan bahkan belasan ribu pengunjung. “’Hingga Oktober 2016, pengunjung wisatawan ke Rokan Hulu sudah mencapai 830 ribu orang, berdasarkan Data tiket masuk ke objek wisata di Rohul seperti Wisata Religi Menara 99 Meter di Islamic Center, tiket objek wisata Hapanasan, Cipogas dan Air panas Suaman di kecamatan Rambah. Kita targetkan per 31 desember 2016, pengunjung wisatawan ke Rohul mencapai 1 juta orang,’’ jelasnya.

Suapaya para wisatawan luar Rohul tidak jenuh, maka pemerintah daerah mengembangkan potensi objek wisata lain seperti tempat Kelahiran Syekh Abdul Wahab Rokan di Desa Rantau Binuang Sakti. Yurika mengatakan, bilamana sarana prasana dan infrastuktur sudah bagus ke lokasi objek wisata religi itu, maka Pemkab akan melaksanakan Haul Milad nya Syekh Abdul Wahab Rokan se Asia Tenggara. Karena haul wafatnya telah dilaksanakan di Basilam Langkat setiap tahunnya dengan pengunjungnya se Asia Tenggara dan manca Negara lainnya.

“Sekarang di lokasi Tempat Kelahiran Syekh Abdul Wahab Rokan, disana sudah dibangun Visitor Center (rumah singgah) pada tahun 2012, 2013 dan tahun 2015 dengan total anggaran sekitar Rp3 miliar yang berasal dari APBN. Untuk tahun  2017, Pusat mengalokasikan anggaran lanjutan untuk pembangunan Pagar dan Landskip sebesar Rp2 miliar dari Kementerian Pariwisata RI,” tuturnya.

Disinggung tentang infrastruktur menuju ke lokasi objek Wisata di Rantau Binuang Sakti yang kurang memadai, Yurika membenarkan yang menjadi kendala sekarang akses infrastruktur jalan menuju kelokasi objek wisata Religi di Rantau Binuang Sakti yang belum memadai. Sementara akses jalan provinsi itu tembus menuju ke Kabupaten Rokan Hilir sepanjang 22 Km. Namun dalam pertemuan Rabu (2/11) kemarin, Pemprov Riau akan memperbaiki infrastruktur jalan tersebut tahun mendatang. ‘’Untuk sarana prasana di tempat kelahiran Syekh Abdul Wahab Rokan, seperti rumah suluk yang belum dibangun, tahun 2017 akan coba diusulkan didalam APBD Rohul, kendati daerah mengalami keterbatasan kemampuan keuangan,”  sebutnya. (e/er/win)

 

No Response

Leave a reply "PEMPROV KOMIT KEMBANGKAN WISATA RELIGI DI RANTAU BINUANG SAKTI"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.