by

MAL BALEKOTA TUNGGAK PBB RP 7 MILIAR LEBIH

dinas-pelayanan-pbb-dan-bphtb-kota-tangerang

TANGERANG detikperistiwa.com Kondisi beberapa perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan perbelanjaan di Kota Tangerang, belakangan ini sangat mempribatinkan, sehingga tidak mampu lagi membayar kewajiban Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)-nya Kepada pemerintah Kota Tangerang.

Salah satu perusahaan terbesar yang tidak sanggup lagi membayar PBB tersebut, Mal Balekota di Jalan Jendral Soedirman, Kota Tangerang. “Kalau melihat lokasinya memang strategis. Tapi entah apa yang terjadi sehingga mal teraebut seakan hidup segan matipun tak mau,” kata Kepala Dinas Pelayanan Pajak Bumi Bangunan dan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (PBB dan BPHTB) Kota Tangerang, Banten, Herman Suwarman kemarin.

Akibatna, Kata dia, mal tersebut memiliki piutang PBB  sebesar Rp 7 miliar lebih, mengingat sejak beberapa tahun yang lalu  tidak  lagi  memvayar kewajibannya. ” Berapa tahun persisnya saya lupa. tapj yang jelas piutang nereka yang belum terbayar mencapai Rp 7 miliar lebih,” kata dia.

Ditanya adakah sanksi hukum yang akan diterima oleh pengelola bangunan perbelanjaan  itu apabila tidak segera membayar kewajibannya, Herman mengatakan hanyalah sanksi moral, seperti pemasangan papan atau stiker soal belum dibayarnya PBB tersebut.

“Saat ini tim kami masih berupaya untuk melakukan pendekatan kepada pihak pengelola. Dan jika  pendekatan itu sudah dilajukan, tapi nereka belum bisa memenuhi kewajibannya, terpaksa sanksi itu diberikan,” kata Herman.

Lebih jauh Herman mengatakan, meskipun kondisi beberapa tempat usaha di Kota Tangerang sangat memprihatinkan, namun perolehan PBB dan BPHTB di kota Tangerang hampir memenuhi target. ” Dari target PBB Rp 341 miliar dan BPHTB Rp 315 milar tahun 2016 ini, 78 persennya sudah kami peroleh,” kata dia.

Dan dengan sisa waktu yang hampir dua bulan ke depan, kata dia, dipastikan target itu bisa di dapat atau kebih. “Kami yakin dengan sisa wajtu yang ada. Peroleh itu akan melebihi dari target yang ada,” kata Herman.(CAK)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed