by

SAMPEL AIR SUNGAI SITALAS DI UJI UPT LABORATORIUM BLH ROHUL

hen

ROKAN HULU detikperistiwa.com Pihak Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul)  menyebutkan, pengujian sampel air sungai Sitalas di Desa Tambusai Utara Kecamatan Tambusai Utara. diduga tercemar akibat ada pembuangan limbah cair kelapa sawit PT Torganda, dilakukan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Laboratorium Lingkungan BLH Rohul, belum terakredetasi.
Alasan pihak BLH tidak membawa ke Uji Laboratorium terakredetasi di Pekanbaru, dikarenakan tidak adanya alokasi anggaran untuk biaya pengujian sampel air sungai Sitalas tersebut

Kepala BLH Kabupaten Rohul Drs Hen Irfan, Jumat, (4/11), uji Sampel air Sungai Sitalas yang diambil petugas BLH, Kamis (20/10) lalu, telah dibawa ke UPT Laboratorium Lingkungan BLH Rohul. Dari hasil uji laboratorium sampel air sungai Sitalas tersebut, tidak kuat untuk dibawa ke ranah huku, dikarenakan UPT Laboratorium Lingkungan BLH Rohul belum terakredetasi.

“Jadi hasil analisa sampel air Sungai Sitalas di di UPT Laboratorium Lingkungan BLH Rohul, hanya proses indikasi hasil awal, untuk mengetahui senyawa apa aja yg ada di sungai Sitalas. Apakah ada dugaan Biological Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD) and Total Suspended Solid (TSS), Minyak Lemak, Nitrogen total dan PH dari limbah cair perusahaan atau tidak. Yang jelas, kalaupun ada indikasi pencemaran, maka hasil laboratorium itu bila dibawa ke ranah hukum akan gugur, karena UPT Laboratorium kita belum  terakredetasi,” jelasnya

Menurutnya, jika  nanti kualitas air sungai Sitalas mengandung senyawa dari limbah cair, maka akan dibawa ke Laboratorium di Pekanbaru, yang biayanya dibebankan ke perusahaan. “Yang jelas, petugas BLH Rohul telah mengambil sampel air Sungai Sitalas yang diduga tercemar limbah cair di bagian Hulu dan Hilir serta kolam terakhir berdasarkan laporan masyarakat yang masuk ke BLH,”  jelasnya.

Hen Irfan mengatakan, dugaan pencemaran air sungai Sitalas, tidak menuduh secara langsung kepada PT Torganda. Tapi untuk membuktikannya, pihak BLH Rohul mengambil sampel air sungai. “Tapi hasil Laboraotrium BLH Rohul akan diketahui, dugaan pencemaran sungai Sitalas ini disebabkan dari mana. Kalau adanya senyawa BOD, COD, otomatis pencemaran air sungai Sitalas berasal dari limbah PKS PT Torganda. Karena di daerah itu tidak ada Industri logam berat, hasil lab akan diektahi parameternya,” tuturnya.

Jelasnya, hasil uji sampel air Sungai Sitalas di UPT Laboraotirum Lingkungan BLH Rohul itu, hingga kemarin masih belum keluar. “Biasanya paling lambat 14 hari kerja setelah sampel air Sungai Sitalas di bawa ke UPT Laboratorium BLH Rohul, baru bisa diketahui hasil uji laboraotoriumnya,”  terangnya

Ditambahkannya, kalau ada indikasi air sungai sitalas tercemar akibat pembuangan limbah cair perusahaan, maka sampel yang ada di BLH Rohul akan dibawa ke uji Laboratorium BLH Provinsi Riau, untuk membuktikan betul tidaknya tercemar air sungai Sitalas akibat pembuangan limbah. (e/win/r)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed