AKIBAT ALAT BERAT TERBAKAR, TIGA OPERATOR MEGALAMI LUKA LUKA DAN PATAH TULANG

BELAWAN-Tiga Pekerja operator Terminal Peti Kemas Domestik Belawan (TPKDB) mengalami luka-luka dan patah tulang.

Pasalnya alat berat untuk bongkar muat (liebheer crane) yang sedang digunakan terbakar di dermaga TPKDB, Jumat (6/4) malam sekitar pukul 09.00 Wib.

Informasi yang didapat, terbakarnya satu unit alat pengangkut peti kemas dari kapal ke dermaga yang sedang beroperasi, terjadi sekira jam 09.00 wib.

Dugaan sementara penyebab kebakaran tersebut, akibat korsleting sistem listrik pada kendaraan bongkar muat peti kemas itu menyambar bahan bakar dan menimbulkan api yang lebih besar.

Atas kebakaran itu sejumlah pekerja di dermaga TPKDB berusaha memadamkan api dengan menggunakan tiga unit tabung racun api yang berukuran besar ditambah tiga unit mobil pemadam kebakaran Pelindo 1 serta bantuan semprotan air dari kapal kontainer Tanto yang sedang dilayani.

Tiga korban yang luka itu bertugas sebagai operator kendaraan bongkar muat peti kemas  yang terbakar, antara lain, Zulpandi Tungga Wijaya (30) warga Lorong Sentosa Belawan, Tomi (32) Blok 18 Lingkungan 14 Sicanang dan Muhamad Indra.

Ketiga korban saat ini sedang dirawat di RS Pelindo Husada Care (PHC) dan sudah dironsen di rumah sakit tersebut.

Sementara Humas Terminal Peti Kemas Domestik Belawan (TPKDB), Subahan ketika ditemui, Sabtu (7/4) sekira jam 11.30 wib membenarkan peristiwa kebakaran alat berat (liebheer crane) tersebut.

“Saat ini penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian, namun atas peristiwa tersebut tidak terjadi kendala dan proses bongkar muat tetap berjalan lancar,” jelas Subahan. (Nur)

No Response

Leave a reply "AKIBAT ALAT BERAT TERBAKAR, TIGA OPERATOR MEGALAMI LUKA LUKA DAN PATAH TULANG"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.