by

DIDAULAT JADI MAHAGURU DIMAS KANJENG INI SEMPAT DIKIRA GABUNG ISIS

taa

JAKARTA detikperistiwa.com– Sepetak rumah yang luasnya tidak lebih dari 28 meter persegi itu terletak di pinggir Jalan Duri Intan 1, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Bagian depannya dicat warna hijau dan terdapat jendela kaca cukup besar, sedang di sisi kanan tampak tembok abu-abu.

Bangunan sangat sederhana itu masih berbagi tembok dengan tetangga di sisi kiri. Bagian dalam rumah itu tidak tampak mewah. Dari luar, hanya tampak satu unit televisi layar datar.

Untuk memisahkan bagian depan dan dalam rumah, sang penghuni hanya menyekatnya dengan lemari.

Bangunan di kawasan padat penduduk itulah tempat tinggal Sadeli alias Abah Entong.

Laki-laki berusia 55 tahun ini merupakan satu di antara mahaguru abal-abal ciptaan Dimas Kanjeng Taat Pribadi.

Warga sekitar rumahnya mengenal Sadeli sebagai orang asli daerah Kepa Duri, hanya saja dia bukan tokoh masyarakat.

“Orang biasa saja dia (Sadeli),” kata Sarjana, Ketua RW 08, Kepa Duri, Jakarta Barat di Pos RW, Selasa (8/11).

Sehari-hari warga mengetahui Sadeli bekerja serabutan. Bapak tiga anak itu juga diketahui pernah bekerja sebagai hansip dan tukang kebun di sebuah pusat perbelanjaan.

Tidak ada yang tahu dia menjadi bagian dari sindikat penipuan pimpinan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, sang pengganda uang dari Probolinggo, Jawa Timur.

Namun kepada beberapa tetangganya, Sadeli pernah sesumbar punya pekerjaan enak dan menghasilkan uang jutaan rupiah.

Dia mengaku ikut sebuah rombongan ke sebuah pengajian di Jawa Timur. “Mengakunya ikut pengajian, tapi di sini ke masjid saja jarang,” sebut Acong, warga dekat rumah Sadeli.

Kaitan suaminya dengan Taat Pribadi juga tidak diketahui Lina, istri Sadeli.

Ia hanya tahu suaminya ikut sebuah pengajian. Dia tidak ambil pusing pada kegiatan Sadeli.

Terlebih ada uang yang diberikan sepulang dari perjalanan sang suami. “Nggak banyak, cuma Rp 3,5 juta,” kata Lina.

Ia mengetahui suaminya sudah dua kali ikut sebuah pengajian. Ia hanya tahu ada pelayan teramat baik untuk suaminya.  “Perginya dijemput taksi, naik pesawat, di sana tidur di hotel,” ujarnya.

Ibu rumah tangga yang tidak mau lama-lama diajak berbincang ini, kerap menyebut selama pergi pengajian, suaminya sering menelepon dan bercerita soal kemewahan fasilitas.

Saat pemberitaan media mulai marak soal kasus dugaan penipuan bermodus pengadaan uang yang melibatkan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, Lina mengatakan suaminya tidak gelisah. “Dia kan cuma ditipu saja,” jawabnya.

Sadeli yang baru dua kali pergi ke Jawa Timur, mengaku kepada para tetangganya ikut sebuah pengajian. Dia pun sempat bercerita ada sejumlah uang yang didapat dari kegiatannya.

Namun, kecurigaan sempat timbul pada warga RT 004/RW 008.
Seperti yang dilontarkan Sarjana, Ketua RW setempat, masyarakat mulai mengira Sadeli ikut kegiatan terlarang.

“Ada warga cerita, sempat ada yang tanya ke dia, ikut Gafatar atau ISIS? Tapi dia bantah. Dia bilang cuma dengar orang ceramah saja,” sebut Sarjana.

Saimin, laki-laki yang menyebut dirinya masih punya hubungan darah dengan Sadeli, mengaku pernah dibujuk ikut pengajian Taat Pribadi.

Wajah tukang ojek itu, serupa dengan para mahaguru abal-abal lainnya, yaitu rambutnya telah memutih.

Saimin menceritakan dia diperlihatkan sejumlah uang.

“Kata dia, kerjanya cuma angguk-angguk seperti orang berdoa dan diam saja,” sebut Saimin.

Namun, masih ada kecurigaan Sadeli terlibat hal yang terlarang membuat dirinya enggan ikut jadi mahaguru Taat Pribadi. “Saya takut kalau-kalau diajak ke Gafatar,” tuturnya. (V A/tnc)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed