by

KONFLIK TAPAL BATAS RIAU-SUMUT, WARGA BATANG KUMU DAN PT MAI DIMINTA MENAHAN DIRI

kapolsek-tambusai-akp-yuli-hasman

ROKAN HULU  detikperistiwa-  Kapolsek Tambusai Kabupaten Rokan Hulu, AKP Yuli Hasman, S.Sos meminta dua kubu terlibat sengketa di batas antara Provinsi Riau dan Sumatera Utara (Sumut), yakni petani Kali Kapuk Desa Batang Kumu Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), dan PT. Mazuma Agro Indonesia (MAI) menahan diri, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

AKP Yuli Hasman meminta petani Kali Kapuk Desa Batang Kumu dan PT. MAI untuk saling menahan diri, tidak melakukan aktivitas di lahan bersengketa.

Diakuinya kepolisian sudah berkoordinasi dengan Manager Area PT. MAI, Mujiono, termasuk Kepala Desa Batang Kumu Afnan Pulungan, serta Tokoh Masyarakat Batang Kumu serta masyarakat petani Kali Kapuk.

Dari hasil koordinasi itu, dijadwalkan pada Senin 14 November 2016, akan dilakukan mediasi di kantor PT. MAI terletak di Kecamatan Hutaraja Tinggi Kabupaten Padang Lawas (Palas), Sumut.

“Kami menghimbau kedua belah pihak menahan diri menjelang pertemuan dengan PT. MAI pada hari Senin depan. Petani dan perusahaan jangan beraktivitas dulu karena suasana saat ini masih memanas,” ungkap Kapolsek Tambusai, AKP Yuli Hasman, Jumat (11/11/2016).

Sengketa lahan antara masyarakat petani Batang Kumu dengan PT. MAI sudah terjadi sejak lama. Sengketa makin memanas pada 2012, dan belum terjadi kesepakatan antara Pemkab Rohul dan Pemkab Palas.

Sengketa ini diperkeruh lambannya pemerintah pusat dalam upaya penyelesaian tata batas antara Provinsi Riau dan Provinsi Sumut.

Beberapa bulan terakhir, sengketa antara petani Desa Batang Kumu dengan PT. MAI kembali memanas, menyusul adanya penyerobotan lahan milik petani dilakukan perusahaan, mengatasnamakan warga dari enam desa.(mds/win)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed